Aturan WFA di Kaltara, ASN Ajak Bersepeda Kurangi Konsumsi BBM

Aturan WFA di Kaltara, ASN Ajak Bersepeda Kurangi Konsumsi BBM

Oktavian Balang - detikKalimantan
Kamis, 02 Apr 2026 06:01 WIB
Retno Sawitri Listyabratarini (44), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bappeda & Litbang Pemprov Kaltara
Foto: Istimewa
Tanjung Selor -

Pemprov Kalimantan Utara (Kaltara) menerapkan aturan Work From Anywhere (WFA) sejak bulan lalu sebagai langkah penghematan energi. Salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN), Retno Sawitri Listyabratarini mengajak untuk aktif menggunakan sepeda demi mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Untuk diketahui, sejak 6 Maret 2026, Pemprov Kaltara menerapkan WFA setiap Jumat. Hal ini berdasarkan Surat Edaran Gubernur Kaltara Nomor 000.8/2/BO/GUB yang diteken pada 24 Februari 2026.

"Saya menyambut baik WFA tiap Jumat ini. Ini bukan sekadar fleksibilitas kerja, tapi ruang menata ulang ritme hidup yang lebih sehat dan produktif," ujarnya, Rabu (1/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski tak harus ke kantor, ASN dari Badan Perencanaan Pembangunan, Riset Dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kaltara itu memastikan kedisiplinan tetap menjadi utama. Ada jam mulai kerja, target yang harus dicapai, dan keharusan untuk tetap responsif.

"Di sinilah integritas kita diuji. Sistemnya sudah jelas, presensi online lewat aplikasi SIKARA, pelaporan di e-Kerja, dan monitoring pimpinan. Ukurannya bukan lagi 'hadir di kantor', tapi 'apa yang dihasilkan'," tegasnya.

Langkah Pemprov Kaltara mengistirahatkan gedung perkantoran sehari dalam sepekan rupanya membuahkan hasil manis. Berdasarkan data Sekretaris Daerah Provinsi Kaltara, tagihan listrik perkantoran Pemprov Kaltara susut hingga Rp 232 juta dibandingkan bulan sebelumnya.

"Angka yang fantastis, dengan latar belakang di Bapperida, melihat ini sebagai pintu masuk untuk evaluasi yang lebih mendalam. Menarik untuk dievaluasi lebih lanjut berbasis data," kata Retno.

"Kita perlu melihat komponen lain seperti tagihan internet, dampaknya terhadap pelayanan masyarakat, hingga penurunan emisi. Apakah murni penghematan, atau justru terjadi shifting cost? Efisiensi operasional perkantoran, tapi cost individu ASN-nya yang meningkat."

Bike to Work

Kebijakan WFA tersebut, menurutnya akan lebih lengkap jika seluruh ASN dan masyarakat turut menerapkan kebiasaan bike to work atau bekerja dengan naik sepeda. Penghematan energi akan terasa semakin besar.

"WFA itu bagian dari solusi, tapi bukan solusi utama. Bila ingin signifikan, penghematan BBM harus didorong lewat perubahan sistem mobilitas, seperti penguatan transportasi publik dan mobilitas non-BBM. Di sinilah bike to work menjadi kebijakan pelengkap yang strategis," paparnya.

Retno Sawitri Listyabratarini (44), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bappeda & Litbang Pemprov KaltaraRetno Sawitri Listyabratarini (44), seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bappeda & Litbang Pemprov Kaltara Foto: Istimewa

Retno bukan sekadar berteori, di hari kerja biasa, ia rutin mengayuh sepedanya sejauh 9,5 kilometer dari rumah menuju kantor. Sementara saat Jumat WFA, ia mengalihkan waktu untuk lari pagi atau bersepeda ke lokasi lain sebelum jam kerja dimulai.

Ia membandingkan Tanjung Selor dengan kota-kota di Jawa yang sudah lebih dulu membangun ekosistem pesepeda.

"Di Kaltara, potensinya besar. Tanjung Selor relatif tidak padat, lalu lintas tidak ruwet, dan medannya sangat pancal-able (datar dan enak untuk dikayuh). Tapi kita butuh infrastruktur yang lebih aman, ruang berbagi jalan yang tertib, dan dukungan kebijakan. Ini peluang, bukan keterbatasan," sebutnya.

Perubahan gaya hidup ini membuat Retno berani bermimpi lebih jauh untuk provinsinya. Ia membayangkan Tanjung Selor dan kota-kota lain di Kaltara berevolusi menjadi kota hijau yang inklusif, ramah anak, dan bersahabat bagi penyandang disabilitas.

"Mimpi saya, tata ruang hijaunya berkembang, transportasi publik terintegrasi dengan jalur sepeda, pejalan kaki nyaman, air bersih bisa langsung diminum, dan bangunan-bangunannya ramah lingkungan. Ini pengaruhnya besar ke kesehatan masyarakat secara holistik," urai Retno.

Kini, ia mulai melihat satu dua rekan ASN yang mengikuti jejaknya bersepeda ke kantor. Meski belum masif, Retno paham bahwa perubahan butuh proses dan keteladanan.

"Tidak perlu masif dan ekstrem di awal," pesan Retno menutup perbincangan.

"Lantas bagaimana merubah pola mobilitas itu? Mulai dari jarak dekat tanpa motor. Ke warung jalan kaki, ke minimarket pakai sepeda. Seminggu sekali dua kali bike to work. Kita mulai dari diri sendiri, secara konsisten." tutupnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pemerintah Berlakukan WFA 25-27 Maret Urai Arus Balik"
[Gambas:Video 20detik]
(bai/bai)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads