Ramai di media sosial seekor mamalia air yang disebut-sebut sebagai pesut mahakam ditangkap dan dimainkan oleh seorang wanita. Terlihat wanita tersebut menggerakkan ikan seperti berjoget dengan menggerakkan sirip dadanya.
Namun rupanya mamalia itu bukanlah pesut mahakam yang hampir punah. Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Ahli Muda di Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Andrian Saputra mengungkapkan mamalia laut itu merupakan lumba-lumba tanpa sirip punggung atau finless porpoise (Neophocaena phocaenoides).
"Ini sedang kami bahas, itu bukan pesut tetapi finless porpoise, lumba-lumba tanpa sirip punggung," ungkapnya kepada detikKalimantan, Senin (12/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrian mengatakan, saat ini pihaknya tengah menelusuri di mana video itu diambil. Namun perkiraan sementara video itu dari wilayah Provinsi Jambi.
"Kami sedang menelusuri, dari penelusuran terakhir akun tersebut ada di Merangin, Jambi," jelasnya.
Meski berbeda dengan pesut, Andrian menegaskan bahwa finless porpoise juga masuk sebagai hewan dilindungi. Bedanya lagi, finless porpoise hidup di laut dan perairan pesisir.
"Finless porpoise ini merupakan mamalia laut yang tentunya dilindungi penuh berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 66 Tahun 2025," ucapnya.
Selain di pesisir Sumatera, finless porpoise juga beberapa kali muncul di perairan Kalimantan. Salah satunya di Teluk Balikpapan.
"Berdasarkan data keterdamparan yang ada tercatat di kami, (pernah) terdampar di pesisir Kabupaten Ketapang pada bulan Oktober 2022 dan di pesisir Singkawang - Kalimantan Barat pada Juni 2025, dan pernah juga ditemukan mati di perairan Teluk Balikpapan," pungkasnya.
