Seorang warga negara Malaysia berinisial MA ditangkap di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, karena kedapatan membawa 1 kg sabu. Barang haram tersebut diselundupkan dengan cara direkatkan di paha depan dan belakang.
Dilansir detikSulsel, Kepala Bea Cukai Makassar Krisna Wardhana mengatakan WN Malaysia tersebut datang ke Makassar bersama istrinya pada Selasa (24/6) lalu. Penyelundupan ini sendiri terendus berkat analisis intelijen dari tim Bea Cukai Makassar.
"Kami melakukan penindakan terhadap pembawa narkoba jenis sabu yang kita kenal sabu metafetahmine oleh satu orang tersangka WNA asal Malaysia berangkat berdua dari Malaysia bersama istrinya," jelasnya, Rabu (8/7/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat digeledah, WN Malaysia tersebut diketahui membawa sabu dengan cara merekatkannya ke bagian paha. Total sabu yang dibawa seberat 1 kg.
"(Penyelundupan sabu) menggunakan modus strapping itu ditempel di paha depan kemudian paha belakang. Kurang lebih ada 1.000 gram yakni 2 paket di paha depan dan 2 paket di paha belakang," sambungnya.
Krisna menuturkan, pemeriksaan terhadap para penumpang sangat singkat sehingga penumpang mencurigakan yang membawa barang terlarang bisa saja lolos. Namun, dalam waktu singkat tersebut, petugas berhasil mendeteksi sabu yang dibawa pelaku.
"Waktu yang sempit menjadi satu titik krusial karena dari pesawat mendarat sampai diperiksa itu tidak sampai 15 menit," lanjutnya.
Pelaku langsung diamankan. Pihak Bea Cukai Makassar berkoordinasi dengan Imigrasi sebelum menyerahkan penanganan kasus ke Polda Sulsel.
"Setelah dianalisis ada beberapa hal yang harus kami kembangkan sehingga kami minta bantuan teman-teman Imigrasi. Selanjutnya kami serahkan ke teman-teman Polda Sulawesi Selatan untuk pengembangan lebih lanjut," jelas Krisna.
Dari hasil pengembangan yang dilakukan Polda Sulsel, terungkap jaringan penerima sabu di Makassar. Sabu tersebut rencananya akan diedarkan ke daerah sekitarnya. Selain MA, aparat juga berhasil mengamankan dua pelaku lain dari pengembangan ini, yakni P dan MT.
"Kemungkinan besar sabu ini akan dijual di Kota Makassar dan sekitarnya. Jaringannya di Makassar berhasil diungkap oleh teman-teman Polda, ada dua orang yang ditangkap," pungkas Krisna.
Baca selengkapnya di sini.
