Kata GAPKI Kalteng Soal 4 Warga Diduga Ditembak Usai Curi Buah Sawit

Kata GAPKI Kalteng Soal 4 Warga Diduga Ditembak Usai Curi Buah Sawit

Ayuningtias Puji Lestari - detikKalimantan
Jumat, 26 Des 2025 21:29 WIB
Sekretaris GAPKI Cabang Kalteng Rawing Rambang.
Sekretaris GAPKI Cabang Kalteng Rawing Rambang. Foto: Dok. Istimewa
Kotawaringin Timur -

Peristiwa dugaan pencurian buah kelapa sawit dan penembakan di area perkebunan sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah (Kalteng) disorot oleh Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalteng.

Sekretaris GAPKI Kalteng Rawing Rambang menuturkan tentang peristiwa tindak pidana di areal perkebunan sawit agar prosesnya diserahkan kepada aparat penegak hukum. Termasuk dugaan pencurian Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit.

"Menurut saya, terkait pada pencurian buah sawit kita serahkan kepada APH (aparat penegak hukum). Tentunya mereka lebih mengerti dalam penanganan kasus-kasus pencurian sawit atau tindak pidana," ujarnya kepada detikKalimantan, dikutip Jumat (26/12/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rawing juga menanggapi tentang dugaan penembakan oleh oknum aparat kepada empat warga yang disinyalir mencuri buah sawit di kawasan perusahaan kelapa sawit di Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotim. Pihaknya menekankan agar seluruh proses kejadian diserahkan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) juga Tengah melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.

"Demikian juga terkait penembakan, oleh (karena) sudah ada pak Kapolda yang akan mempelajarinya, apakah sudah sesuai prosedur atau belum. Kita tunggu saja hasilnya," pungkasnya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Erlan Munaji menerangkan pihaknya telah menurunkan tim gabungan untuk menyelidiki kasus tersebut. Ia menjelaskan tim gabungan terdiri dari Ditreskrimum, Bidpropam, serta Polres Kotim.

"Kini sedang dilakukan penyelidikan oleh tim dari Polda baik itu dari Ditreskrimum, Bidpropram dan Polres. Kita akan memastikan nanti di lapangan kejadian faktanya seperti apa," ujarnya kepada awak media, Selasa (23/12/2025) lalu.

Erlan menerangkan tim gabungan masih menyelediki penyebab luka yang dialami empat warga terduga pencuri buah sawit tersebut. Pihaknya masih menunggu hasil visum oleh rumah sakit yang menangani empat warga itu.

"Informasi dari rumah sakit ada empat orang, nanti kita pastikan, kita cek hasil dari visumnya," ungkap Erlan.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Kenyala Sahewan mengkonfirmasi adanya peristiwa pencurian buah kelapa sawit di kawasan perusahaan sawit yang terjadi pada Senin (22/12). Berdasarkan keterangan yang ia peroleh dari warga setempat, sebanyak 4 orang mengalami luka tembak. Satu orang dilarikan ke RS Dr. Murjani, Sampit.

"Kronologisnya mereka mau mencuri buah. Tapi kan tidak seperti itu penanganannya. Jadi mereka berpapasan dengan sekuriti yang patroli. Jadi tidak ada penembakan peringatan dan sebagainya. Langsung ditembak. Nah itu informasi yang saya dapat dari warga Desa Kenyala yang melapor ke saya," pungkas Sahewan.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads