Potret Demo Mahasiswa di DPRD Kalsel Ricuh-Robohkan Pagar

Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).
Krisis lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan serta masalah air bersih telah melanda Kalimantan Selatan selama hampir tiga bulan, memicu aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama berbagai elemen masyarakat di kantor DPRD Kalimantan Selatan. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).

Krisis lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan serta masalah air bersih telah melanda Kalimantan Selatan selama hampir tiga bulan, memicu aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama berbagai elemen masyarakat di kantor DPRD Kalimantan Selatan. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).
Massa aksi menyampaikan tuntutan agar pemerintah bertindak tegas menangani krisis dan secara khusus meminta Ketua DPRD Kalsel turun menemui demonstran. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).

Massa aksi menyampaikan tuntutan agar pemerintah bertindak tegas menangani krisis dan secara khusus meminta Ketua DPRD Kalsel turun menemui demonstran. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).
Mahasiswa meminta akses masuk ke dalam gedung untuk melakukan audiensi, tetapi terhalang oleh pagar yang ditutup rapat dan dijaga ketat oleh kepolisian. Kekecewaan massa membuat situasi memanas, ditandai dengan aksi beberapa mahasiswa yang mulai melompati pagar. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).

Mahasiswa meminta akses masuk ke dalam gedung untuk melakukan audiensi, tetapi terhalang oleh pagar yang ditutup rapat dan dijaga ketat oleh kepolisian. Kekecewaan massa membuat situasi memanas, ditandai dengan aksi beberapa mahasiswa yang mulai melompati pagar. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).
Kericuhan berlanjut dengan adanya pelemparan berbagai benda, mulai dari botol air mineral, bohlam, hingga sepatu ke arah halaman kantor. Aksi saling dorong membuat pagar di gedung DPRD Kalimantan Selatan roboh. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Aksi demonstrasi mahasiswa di gedung DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).

Kericuhan berlanjut dengan adanya pelemparan berbagai benda, mulai dari botol air mineral, bohlam, hingga sepatu ke arah halaman kantor. Aksi saling dorong membuat pagar di gedung DPRD Kalimantan Selatan roboh. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Aksi unjuk rasa di depan DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).
Dalam aksi itu, seorang IRT dengan nama Yaya turut menyampaikan keresahan, mulai dari asap karhutla, air PAM asin karena kekeringan, hingga kesulitan dalam bekerja. Ia berharap pemerintah serius menangani krisis tersebut. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Aksi unjuk rasa di depan DPRD Kalsel, Kamis (22/10/2026).

Dalam aksi itu, seorang IRT dengan nama Yaya turut menyampaikan keresahan, mulai dari asap karhutla, air PAM asin karena kekeringan, hingga kesulitan dalam bekerja. Ia berharap pemerintah serius menangani krisis tersebut. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan

Krisis lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan serta masalah air bersih telah melanda Kalimantan Selatan selama hampir tiga bulan, memicu aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama berbagai elemen masyarakat di kantor DPRD Kalimantan Selatan. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Krisis lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan serta masalah air bersih telah melanda Kalimantan Selatan selama hampir tiga bulan, memicu aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bersama berbagai elemen masyarakat di kantor DPRD Kalimantan Selatan. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Massa aksi menyampaikan tuntutan agar pemerintah bertindak tegas menangani krisis dan secara khusus meminta Ketua DPRD Kalsel turun menemui demonstran. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Massa aksi menyampaikan tuntutan agar pemerintah bertindak tegas menangani krisis dan secara khusus meminta Ketua DPRD Kalsel turun menemui demonstran. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Mahasiswa meminta akses masuk ke dalam gedung untuk melakukan audiensi, tetapi terhalang oleh pagar yang ditutup rapat dan dijaga ketat oleh kepolisian. Kekecewaan massa membuat situasi memanas, ditandai dengan aksi beberapa mahasiswa yang mulai melompati pagar. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Mahasiswa meminta akses masuk ke dalam gedung untuk melakukan audiensi, tetapi terhalang oleh pagar yang ditutup rapat dan dijaga ketat oleh kepolisian. Kekecewaan massa membuat situasi memanas, ditandai dengan aksi beberapa mahasiswa yang mulai melompati pagar. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Kericuhan berlanjut dengan adanya pelemparan berbagai benda, mulai dari botol air mineral, bohlam, hingga sepatu ke arah halaman kantor. Aksi saling dorong membuat pagar di gedung DPRD Kalimantan Selatan roboh. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Kericuhan berlanjut dengan adanya pelemparan berbagai benda, mulai dari botol air mineral, bohlam, hingga sepatu ke arah halaman kantor. Aksi saling dorong membuat pagar di gedung DPRD Kalimantan Selatan roboh. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Dalam aksi itu, seorang IRT dengan nama Yaya turut menyampaikan keresahan, mulai dari asap karhutla, air PAM asin karena kekeringan, hingga kesulitan dalam bekerja. Ia berharap pemerintah serius menangani krisis tersebut. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan
Dalam aksi itu, seorang IRT dengan nama Yaya turut menyampaikan keresahan, mulai dari asap karhutla, air PAM asin karena kekeringan, hingga kesulitan dalam bekerja. Ia berharap pemerintah serius menangani krisis tersebut. Foto: Khairun Nisa/detikKalimantan