Potret Samarinda Tergenang Usai Diguyur Hujan Sejak Dini Hari

Kondisi banjir di Perumahan Rapak Binuang, Sempaja Selatan, Samarinda, Sabtu (21/2/2026).
Hujan mengguyur kawasan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Sabtu (21/2) dini hari tadi. Akibatnya, tercatat ada 19 titik genangan dengan kedalaman bervariasi hingga 1 meter. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Kondisi banjir di Perumahan Rapak Binuang, Sempaja Selatan, Samarinda, Sabtu (21/2/2026).
Hujan mulai mengguyur sekitar pukul 03.00 Wita hingga membuat banjir di beberapa kecamatan yang tersebar di Samarinda Utara, Samarinda Ulu, serta sebagian kawasan Samarinda Ilir. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Kondisi banjir di Perumahan Rapak Binuang, Sempaja Selatan, Samarinda, Sabtu (21/2/2026).
Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Kondisi banjir di Perumahan Rapak Binuang, Sempaja Selatan, Samarinda, Sabtu (21/2/2026).
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau kondisi serta melakukan pendataan di titik-titik terdampak. Ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi antara 20 sentimeter hingga hampir 1 meter. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso memantau banjir di Samarinda, Sabtu (21/2/2026).
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso mengatakan perubahan fungsi lahan yang sebelumnya merupakan area resapan air serta sistem drainase di Jalan PM Noor yang belum berfungsi optimal turut memperparah kondisi. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Hujan mengguyur kawasan Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) sejak Sabtu (21/2) dini hari tadi. Akibatnya, tercatat ada 19 titik genangan dengan kedalaman bervariasi hingga 1 meter. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Hujan mulai mengguyur sekitar pukul 03.00 Wita hingga membuat banjir di beberapa kecamatan yang tersebar di Samarinda Utara, Samarinda Ulu, serta sebagian kawasan Samarinda Ilir. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Samarinda telah diterjunkan ke lapangan untuk memantau kondisi serta melakukan pendataan di titik-titik terdampak. Ketinggian air di sejumlah lokasi bervariasi antara 20 sentimeter hingga hampir 1 meter. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, Suwarso mengatakan perubahan fungsi lahan yang sebelumnya merupakan area resapan air serta sistem drainase di Jalan PM Noor yang belum berfungsi optimal turut memperparah kondisi. Foto: Muhammad Budi Kurniawan/detikKalimantan