Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Mulyono Purwo Wijoyo, namanya mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkapnya dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 4 Februari 2026.
OTT ini juga menjerat dua rekannya yang merupakan seorang ASN dan pihak swasta. Ketiganya diboyong ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.
Dalam OTT tersebut, tim KPK menyita uang tunai lebih dari Rp1 miliar yang diduga terkait dengan proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sektor perkebunan yang nilai totalnya mencapai puluhan miliar rupiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jejak Karir Mulyono Purwo Wijoyo
Mulyono Purwo Wijoyo merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Mulyono dilantik sebagai Kepala KPP Madya Banjarmasin pada Juni 2025 oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan menduduki jabatan Eselon III.a sebagai Administrator di bawah Kanwil DJP Kalimantan Selatan dan Tengah.
Sebelum bertugas di Banjarmasin, Mulyono pernah memimpin KPP Pratama Tanjung di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, pada tahun 2023. Sebelumnya lagi, Mulyono juga pernah menjabat sebagai Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi II di KPP Pratama Klaten, Jawa Tengah.
Kiprah Mulyono sebagai Dalang
Selain dikenal sebagai pejabat pajak, Mulyono memiliki sisi lain yang menarik, yaitu seorang pegiat budaya tradisional wayang kulit. Berdasarkan penelusuran, ia dikenal dalam komunitasnya dengan sebutan "Ki Mulyono Purwo Wijoyo". Ki sendiri merupakan gelar atau nama yang biasa dipakai para dalang. Mulyono sendiri aktif membagikan kegiatannya di akun Instagram @ki_mulyono.pw.
Dalam profil media sosialnya, Mulyono menyebut dirinya sebagai dalang dan juga Founder Sanggar Cemara, komunitas yang menggeluti wayang kulit serta seni tradisional lainnya. Dia kerap memadukan perannya sebagai pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dengan aktivitas budaya, mulai dari pagelaran wayang hingga berbagi keseharian di kanal YouTube yang dimilikinya.
Berdasarkan penelusuran, Mulyono pernah tampil sebagai dalang pada Sabtu, 7 Juni 2014 silam, dalam Pagelaran Wayang Kulit bertajuk "Banjaran Harjuno" yang digelar di Pelataran RRI Stasiun Pusat Jakarta. Acara ini merupakan kolaborasi antara Kantor Wilayah DJP Jakarta Barat, Radio Republik Indonesia (RRI), dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI). Mulyono tampil bersama dua sinden internasional, Megan O'Donoghue (USA) dan Hiromi Kano (Jepang).
Dalam kesempatan itu, Mulyono membawakan cerita Banjaran Harjuno yang menceritakan kisah perjalanan hidup Arjuna, tokoh Pandawa yang dikenal karena budi pekerti luhur, ketangguhan, serta ketaatan pada dharma. Lakon ini bertema membangun budaya sadar pajak.
Dugaan dan Fakta OTT KPK
OTT yang menjerat Mulyono merupakan bagian dari operasi penindakan KPK di lingkungan kantor pelayanan pajak. Dilansir detikNews, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa Mulyono adalah salah satu dari tiga orang yang diamankan, dan ketiganya segera diperiksa intensif sesuai dengan ketentuan hukum acara pidana.
Uang tunai yang diamankan sekitar lebih dari Rp1 miliar diduga berkaitan dengan pengurusan restitusi pajak di sektor perkebunan. Ini menjadi pembuktian awal penyelidikan, dan tim KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan.
(des/des)
