Mengapa Borneo Bagian Indonesia Dinamakan Kalimantan

Mengapa Borneo Bagian Indonesia Dinamakan Kalimantan

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Sabtu, 29 Nov 2025 07:00 WIB
Pulau Kalimantan disebut sebagai salah satu paru-paru dunia karena luas hutannya yang mencapai hingga 40,8 juta hektar. Beginilah potret hijaunya hutan Kalimantan.
Hutan Kalimantan. Foto: Rachman Haryanto
Samarinda -

Pulau Kalimantan yang selama ini kita kenal memiliki nama lain yang lebih dikenal secara internasional, yakni Borneo. Ketika dibagi menjadi 3 negara pun, hanya wilayah Indonesia yang dinamai Kalimantan. Sedangkan dua negara lainnya, Malaysia dan Brunei Darussalam, tidak menggunakan kata Kalimantan. Sebenarnya dari mana nama "Kalimantan" berasal?

Ternyata, perjalanan penamaan pulau ini tidaklah bisa ditulis hanya dari satu cerita saja. Nama Kalimantan terbentuk dari berbagai bahasa, catatan peninggalan, tradisi lisan, sampai interpretasi para peneliti di zaman kerangan. Di sisi lain, dunia internasional justru lebih mengenalnya sebagai Borneo, sebuah nama yang berakar dari Kesultanan Brunei dan para penjelajah Eropa. Keragaman itulah yang membuat sejarah nama Kalimantan begitu menarik untuk ditelusuri.

Jejak Paling Tua: Kalamanthana dari Bahasa Sanskerta

Salah satu pendapat paling kuat menyebut bahwanama Kalimantan berasal dari bahasa Sanskerta Kalamanthana, yang berarti "pulau dengan udara yang sangat panas atau membakar". Dalam catatan perjalanan C. Hose dan Mac Dougall di tahun 1926 yang kemudian diterbitkan dengan judul "Natural Man, a Record from Borneo", kata kala bermakna musim, sementara manthana berarti membakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perkembangan pelafalan, huruf vokal "a" tidak lagi diucapkan sehingga berubah dari Kalamanthana menjadi Kalmantan, kemudian Klemantan, dan yang saat ini dikenal adalah Kalimantan.

Teori ini dianggap logis karena Nusantara memiliki jejak pengaruh India dalam perdagangan serta penyebaran agama Hindu-Buddha. Sangat mungkin nama itu melekat ketika wilayah pesisir Kalimantan menjadi bagian dari jalur dagang Asia Tenggara.

Versi Daerah: Nama dari Enam Kelompok Dayak Besar

Antropolog Charles Hose dan William McDougall dalam karya yang sama juga menemukan bahwa kata "Kalimantan" bisa berasal dari nama enam kelompok suku besar, yaitu Iban, Kayan, Kenyah, Klemantan (Dayak Darat), Murut, dan Punan.

Istilah "Klemantan" sendiri digunakan oleh orang Melayu untuk menyebut kelompok Dayak tertentu, kemudian meluas menjadi penyebutan wilayah yang mereka diami. Pendapat ini cukup menarik karena menunjukkan bahwa penamaan Kalimantan dapat berakar langsung dari kehidupan masyarakatnya sendiri, bukan dipengaruhi faktor eksternal.

Versi Legenda: Pulau Seribu Sungai

Dalam bahsa lokal, Kalimantan sering dimaknai dari dua suku kata yaitu kali (sungai) dan mantan atau pamantan (banyak/besar). Kalimantan pun dipahami sebagai "pulau dengan banyak sungai".

Penamaan ini juga masuk akal karena Kalimantan dikenal dengan sungainya yang membentang dari timur ke barat, dari Kapuas yang membentang 1.143 km hingga Mahakam, Barito, hingga Kayan. Sejak dahulu sungai menjadi jalur utama transportasi, perdagangan, dan mobilitas sosial.

Karena itu lah Kalimantan dijuluki Pulau Seribu Sungai, dengan sekitar 58 sungai yang tersebar di seluruh wilayahnya. Nama lain yang dikenal oleh masyarakat setempat adalah Bangawan Bawi Lewu Telo.

Narasi dari Tetek Tatum: Kalimantan sebagai Negeri Tempat Tiga Putri

Dalam tradisi Dayak Ngaju, ada kisah dalam Tetek Tatum yang menyebut istilah Bangawan Bawi Lewu Telo, atau "Negeri Tempat Tiga Putri".

Menurut buku Sejarah Daerah Kalimantan Tengah yang diterbitkan oleh Proyek Penelitian dan Pencatatan Kebudayaan Daerah (1977/1978), Tjilik Riwut menjelaskan bahwa nama Kalimantan berasal dari Tetek Tatum (bahasa Dayak Ngaju) terkait Pulau Goyang atau Bangawan Bawi Lewu Telo. Dari situ dapat disimpulkan bahwa Kalimantan berarti Negeri Tempat Tiga Putri.

Meski dalam Tetek Tatum terdapat istilah Bangawan Bawi Lewu Telo, para peneliti menilai bahwa istilah tersebut tidak merujuk pada lokasi nyata. Dari segi etimologi pun, istilah tersebut kurang tepat bila dikaitkan dengan asal nama Kalimantan.

Dari Bahasa Jawa dan Dayak: Sungai Besar atau Sungai Intan

Masih dari sumber yang sama, ada teori yang mengatakan bahwa nama Kalimantan terbentuk dari gabungan bahasa Jawa "kali" (sungai) dan kata dalam bahasa Ngaju atau Ma'anyan pamantan (besar). Teori versi ini mirip dengan versi legenda yang sudah dijelaskan di atas.

Penamaan ini juga cukup masuk akal mengingat saat Kerajaan Majapahit memasuki wilayah Kalimantan, bahasa Jawa digunakan di sana. Namun, dalam bahasa Jawa sendiri, kata mantan tidak memiliki makna. Karena itu, belum dapat dipastikan apakah nama Kalimantan merupakan gabungan bahasa Jawa dan Dayak.

Borneo: Nama dari Kerajaan Brunei

Selain Kalimantan, pulau ini juga dikenal sebagai Borneo, nama yang muncul dari bangsa Portugis pada abad ke-16. Mereka menyebut "Brunei" sebagai Borneo, kemudian istilah itu melebar untuk menyebut seluruh pulau. Hingga kini, nama Borneo digunakan untuk menyebut wilayah yang meliputi:

  • Kalimantan (Indonesia)
  • Sabah dan Sarawak (Malaysia)
  • Brunei Darussalam

Sementara di Indonesia, nama Kalimantan digunakan secara resmi untuk bagian selatan, tengah, timur, dan barat pulau tersebut.

Mana yang Benar?

Tidak ada satu jawaban yang bisa dikategorikan sebagai jawaban benar. Kalimantan adalah nama yang lahir dari beragam faktor, dari sejarah, bahasa, bahkan interaksi masyarakat terdahulu.

Justru dari keragaman versi ini kita bisa melihat betapa panjangnya perjalanan pulau Kalimantan dalam sejarah Asia Tenggara, dimulai dengan hubungan dagang Melayu, catatan sejarah di masa penjajahan Eropa, hingga cerita lokal Dayak yang hidup saat itu. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan detikers.

Halaman 2 dari 4


Simak Video "Melakukan Perjalanan Menuju Labuan Cermin dan Menikmati Keindahannya di Berau "
[Gambas:Video 20detik]
(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads