Jurnalis-Relawan di Samarinda Salat Istisqa, Bagikan 2.000 Masker ke Pelajar

Kalimantan Timur

Jurnalis-Relawan di Samarinda Salat Istisqa, Bagikan 2.000 Masker ke Pelajar

Riani Rahayu - detikKalimantan
Senin, 07 Sep 2026 16:40 WIB
Jurnalis dan relawan bagikan masker di Kantor PWI Kaltim, Samarinda.
Jurnalis dan relawan bagikan masker di Kantor PWI Kaltim, Samarinda. Foto: Riani Rahayu/detikKalimantan
Samarinda -

Jurnalis dan relawan di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), menggelar salat Istisqa di tengah kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tak hanya meminta hujan, sebanyak 2.000 masker juga dibagikan kepada pelajar yang masih harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

Salat Istisqa digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim bersama Info Taruna Samarinda (ITS) di halaman Kantor PWI Kaltim, Jalan Biola, Senin (7/9/2026). Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin menyebut doa meminta hujan menjadi salah satu ikhtiar di samping upaya penanganan kemarau melalui pendekatan sains.

"Ini bagian dari ikhtiar kita sebagai organisasi. Kalau bicara kemarau, ini kan salah satu bagian dari bencana," ujar Abdurrahman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rahman, sapaan karibnya, mengatakan kemarau panjang telah memberikan dampak terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat. Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan yakni meningkatnya ancaman karhutla di sejumlah wilayah Kaltim.

"Kemarau ini cukup berdampak ke semua sendi-sendi masyarakat. Karena kita tahu dampak yang paling berbahaya itu adalah kebakaran hutan," jelasnya.

PWI Kaltim mengimbau jurnalis tetap menjalankan peran jurnalistik melalui edukasi kepada masyarakat hingga menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan dampak kemarau dan karhutla.

"Selain pendekatan spiritual, tentu peran kita sebagai jurnalis tetap berjalan. Edukasi kepada masyarakat dan kritik terhadap kebijakan pemerintah berkaitan dengan penanganan kemarau dan karhutla tetap kita lakukan," tuturnya.

PWI Kaltim bersama ITS juga membagikan sebanyak 2.000 masker kepada pelajar di Samarinda. Ketua ITS Joko Iswanto mengatakan pembagian masker menyasar siswa yang masih harus menjalani aktivitas sekolah di tengah kabut asap.

"Jadi totalnya ada seribu, bekerja sama dengan teman-teman PWI dan sekaligus teman-teman wartawan juga," ujar Joko.

Masing-masing PWI Kaltim dan ITS menyiapkan sekitar 1.000 masker sehingga total yang dibagikan mencapai 2.000 masker. Aksi tersebut dilakukan lantaran kabut asap masih terlihat di Samarinda akibat kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah titik.

"Kondisi di Kota Samarinda saat ini kabut asap masih terjadi karena beberapa titik lokasi, khususnya di Sambutan dan Samarinda Utara, masih terjadi kebakaran lahan," jelasnya.

Joko menyebut pembagian masker ditargetkan menjangkau empat sekolah di Samarinda. Di salah satu sekolah yang disambangi, terdapat sekitar 586 siswa dan 48 guru yang menjadi sasaran pembagian masker.

"Masker ini kita bagikan untuk digunakan selama mereka beraktivitas, terutama ketika berada di luar ruangan," terang dia.

Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri yang turut menghadiri salat Istisqa mengajak masyarakat ikut berdoa agar hujan segera turun. Dia berharap hujan dapat membantu mengurangi dampak kemarau yang kini dirasakan masyarakat.

"Dengan adanya permohonan kepada Allah SWT, kita sebagai hambanya, kita sebagai manusia yang banyak dosa tentunya memohon kepada Allah SWT segera dikasih hujan dan diberikan barokah yang sebesar-besarnya," ujar Saefuddin.

Kemarau panjang juga mulai berdampak terhadap ketersediaan air di Samarinda. Saefuddin menyinggung kondisi air baku hingga produksi air bersih yang perlu mendapat perhatian selama kemarau berlangsung.

"Untuk pemakaian air juga kita harus menerima permasalahan karena banyak orang yang memerlukan, banyak orang yang memanfaatkan," ungkapnya.

Salah satu yang terdampak yakni Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas yang sempat menerapkan operasional secara on-off. Kondisi tersebut terjadi seiring intrusi air laut yang masuk ke Sungai Mahakam saat debit air sungai menyusut.

"Makanya kita berharap hujan segera turun dan kondisi ini bisa kembali membaik," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Perjuangan Warga Menembus Asap, Jarak Pandang Terbatas Bahayakan Lalu Lintas"
[Gambas:Video 20detik] (des/des)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads