Momen Pelepasan Armada Karhutla Kalteng Banjir Kritikan di Medsos

Kalimantan Tengah

Momen Pelepasan Armada Karhutla Kalteng Banjir Kritikan di Medsos

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Rabu, 02 Sep 2026 10:15 WIB
Momen pelepasan armada penanganan karhutla oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Senin (31/8/2026). (dok MMC Kalteng)
Foto: Momen pelepasan armada penanganan karhutla oleh Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Senin (31/8/2026). (dok MMC Kalteng)
Palangka Raya -

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendapat sorotan publik setelah menggelar apel personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Video momen seremonial pelepasan armada gabungan pun viral dan dibanjiri kritikan oleh warganet.

Video pelepasan itu telah diunggah ulang berbagai akun medsos sejak 31 Agustus 2026. Tampak dalam video, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran didampingi sejumlah pejabat mengangkat bendera kotak-kotak hitam putih seperti yang biasa digunakan dalam ajang balapan.

Banyak warganet mempertanyakan urgensi acara pelepasan tersebut, mengingat karhutla sudah meluas dan perlu segera ditangani. Setiap menit dirasa sangat penting dalam menangani karhutla.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Merespons kritikan warga, Pemerintah Provinsi Kalteng menegaskan komitmennya untuk memperkuat penanganan karhutla dengan melibatkan berbagai unsur.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar) Kalteng, Ahmad Toyib, menyebut pemerintah akan memperbaiki kesalahan. Dia juga mengajak masyarakat turut membantu melaporkan keberadaan titik api.

"Semakin cepat titik api diketahui, semakin besar peluang petugas melakukan penanganan sebelum api menjalar dan menyebabkan kebakaran semakin luas. Kritik itu biasa dan akan kita perbaiki jika salah," katanya singkat Rabu (2/9/2026).

Di tengah kritik yang berkembang di media sosial, tantangan utama pemerintah kini adalah memastikan pengerahan armada dan personel tersebut benar-benar berujung pada tindakan cepat di lapangan.

"Sebab, bagi masyarakat yang terdampak karhutla, keberhasilan penanganan bukan sekadar terlihat dari seremoni pelepasan pasukan, tetapi seberapa cepat api dapat dikendalikan dan dampak asap dapat diminimalkan," ungkap dia.

Dalam Apel Pasukan Karhutla 2026 yang digelar di Halaman Istana Isen Mulang, Palangka Raya, Senin (31/8/2026) itu, Gubernur Agustiar sempat memberikan amanatnya. Dia meminta seluruh pihak mengedepankan kolaborasi dalam menghadapi ancaman karhutla.

Menurutnya, kondisi yang terjadi bukan waktunya bagi berbagai pihak untuk saling menyalahkan. Penanganan kebakaran membutuhkan kerja bersama agar api dapat segera dikendalikan.

"Mengingat api tidak akan padam dengan tuduhan dan asap tidak akan hilang dengan perdebatan, melainkan membutuhkan semangat kerja sama dan gotong royong," ujar Agustiar.



(bai/bai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads