Karhutla di Tumbang Nusa Belum Padam, 31,5 Hektare Lahan Hangus

Karhutla di Tumbang Nusa Belum Padam, 31,5 Hektare Lahan Hangus

Sigit Pamungkas - detikKalimantan
Kamis, 09 Jul 2026 09:30 WIB
β€ŽPetugas melakukan pemadaman karhutla di Tumbang Nusa. (BPBD Pulang Pisau)
Foto: Petugas melakukan pemadaman karhutla di Tumbang Nusa. (BPBD Pulang Pisau)
Pulang Pisau -

Asap masih membumbung di langit Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Setelah lebih dari sepekan berjibaku melawan kobaran api, tim gabungan masih terus berusaha menjinakkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang hingga kini belum sepenuhnya padam.

Kebakaran yang mulai terjadi sejak 2 Juli 2026 itu telah menghanguskan sekitar 31,5 hektare lahan gambut, menjadikannya lokasi karhutla terluas di Kabupaten Pulang Pisau sepanjang tahun ini. Pada Rabu (8/7), api kembali muncul di sejumlah titik sehingga petugas harus kembali turun melakukan pemadaman.

"Rabu kemarin api kembali menyala dan tim gabungan kembali melakukan pemadaman di lokasi. Kamis pagi ini kita masih melanjutkan pemadaman," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulang Pisau, Herman Wibowo, Kamis (9/7/2026) pagi.

Ratusan personel dari berbagai instansi telah dikerahkan dalam operasi pemadaman. Mereka berasal dari BPBD Provinsi Kalimantan Tengah, BPBD Pulang Pisau, Dalkarhutla Dinas Kehutanan Kalteng, Manggala Agni, TNI-Polri, UPT KPHP Kahayan Hilir, KPSHK, pemerintah Kecamatan Jabiren Raya, hingga Pemerintah Desa Tumbang Nusa.

Namun api masih belum juga padam. Menurut Herman, karakteristik lahan gambut menjadi tantangan terbesar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski sebagian besar api telah berhasil dipadamkan, bara yang tersimpan di bawah permukaan tanah dapat kembali menyala ketika cuaca panas dan angin bertiup kencang. Maka, patroli dan pemantauan terus dilakukan agar titik api baru tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.

"Kawasan lain tetap harus dipantau agar tidak muncul titik asap maupun api yang bisa memperluas kebakaran," kata Herman.

Data BPBD mencatat, sepanjang 1 Januari hingga 6 Juli 2026 terdapat 50 titik panas di Kabupaten Pulang Pisau dengan total luas lahan terbakar mencapai 46,82 hektare. Dari angka tersebut, sekitar 31,5 hektare berada di Desa Tumbang Nusa, menjadikannya wilayah paling terdampak.

Upaya pemadaman juga dihadapkan pada berbagai hambatan di lapangan. Vegetasi semak belukar yang rapat, suhu udara yang tinggi, terbatasnya sumber air, hingga medan yang sulit dijangkau membuat proses pemadaman berlangsung tidak mudah.

"Semoga segera turun hujan di wilayah Tumbang Nusa sehingga dapat membantu proses pemadaman karhutla," harap Herman.

Selain terus memusatkan operasi di Tumbang Nusa, BPBD Pulang Pisau juga meningkatkan kesiapsiagaan di delapan kecamatan lain yang masuk kategori rawan karhutla. Masyarakat, termasuk kelompok Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD), diajak aktif melakukan pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas.



(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads