Kalsel Siaga Karhutla, Warga Banjarmasin Diimbau Kurangi Aktivitas Luar

Kalsel Siaga Karhutla, Warga Banjarmasin Diimbau Kurangi Aktivitas Luar

Khairun Nisa - detikKalimantan
Rabu, 08 Jul 2026 19:09 WIB
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel berupaya memadamkan api yang membakar lahan gambut di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (19/6/2023). Tim gabungan BPBD, Manggala Agni dan damkar swasta masih terus melakukan upaya untuk memadamkan api kebakaran lahan gambut yang terus meluas di area ring satu kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom.
Karhutla di Kalsel. Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Banjarmasin -

Kalimantan Selatan memasuki status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memasuki puncak musim kemarau ini. Gubernur Kalimantan Selatan Muhidin mengatakan status siaga darurat ditetapkan mengingat peningkatan titik api. Beberapa kabupaten/kota di Kalsel juga telah menetapkan status siaga darurat.

"Maka Provinsi juga menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla," ujar Muhidin.

Berdasarkan data dari BPBD Kalsel tercatat sudah ada 1.777 titik api di sebagian wilayah Kalsel selama 2026. Ia terus mengingatkan daerah agar persiapan menghadapi puncak kemarau semakin diperketat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk kabupaten/kota bisa mempersiapkan personel dan peralatan pemadaman api untuk menangani titik api sedini mungkin agar tidak meluas," harapnya.

Muhidin menyebut, daerah yang rawan terhadap karhutla yakni Tapin, Tanah Laut, dan Hulu Sungai Selatan. Namun, Muhidin mengatakan titik api yang banyak terdeteksi merupakan titik api batu bara.

Sementara itu, Banjarmasin menjadi salah satu daerah terdampak asap dari karhutla. Dari data yang diungkapkan BPBD Banjarmasin, kualitas udara di Banjarmasin pada Rabu (8/7) berada di angka 57 atau kategori sedang. Kendati demikian, Wali Kota Banjarmasin HM Yamin HR tetap mengimbau agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah terkhusus bagi yang memiliki penyakit pernafasan.

"Meski sumber asap bukan dari Banjarmasin, namun dampaknya bisa memengaruhi kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Gunakan masker saat beraktivitas di luar, dan perbanyak minum air putih," ujarnya, Rabu (8/7/2026).

Yamin juga melarang masyarakat Banjarmasin membakar sampah guna tidak memperparah kualitas udara di Banjarmasin. Sehingga, ia mengingatkan apabila masyarakat mengalami sesak nafas, batuk berkepanjangan, atau iritasi mata agar mendatangi pusat layanan kesehatan terdekat.

"Warga Banjarmasin jangan melakukan pembakaran sampah atau lahan. Mari bersama jaga kesehatan dan tetap waspada," pungkasnya.



(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads