Kapan Puasa Dzulhijjah 2026? Catat Waktunya Jangan Sampai Terlewat

Kapan Puasa Dzulhijjah 2026? Catat Waktunya Jangan Sampai Terlewat

Nadhifa Aurellia Wirawan - detikKalimantan
Kamis, 07 Mei 2026 07:01 WIB
Ilustrasi Puasa Syawal 6 Hari
Ilustrasi Puasa. Foto: Khats Cassim/Pexels
Samarinda -

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan dilaksanakannya ibadah haji. Umat Islam yang mampu akan melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji selama 10 hari di tanah suci.

Bukan hanya ibadah haji, tetapi Dzulhijjah juga istimewa karena pada bulan ini dianjurkan memperbanyak amalan, sehingga disebut sebagai hari-hari terbaik untuk beribadah.

Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa Dzulhijjah, khususnya pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Dengan menjalankan puasa sunnah ini, umat Islam dapat meraih pahala besar, memperbaiki diri, serta mendekatkan hati kepada Allah SWT.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk memulai puasa Dzulhijjah di tahun ini, simak informasi jadwal pelaksanaan beserta niat puasa Dzulhijjah berikut ini.

Jadwal Puasa Dzulhijjah 2026 (1447 H)

Puasa Dzulhijjah dilaksanakan pada tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah, di mana pada tanggal 8 disebut Puasa Tarwiyah dan tanggal 9 disebut Puasa Arafah.

Bagi yang memiliki utang puasa Ramadhan, diperbolehkan mengqadha sekaligus bertepatan dengan puasa sunnah ini. Dikutip dari NU Online, menurut Sayyid Bakri Syatha, jika hanya berniat qadha, tetap mendapatkan pahala puasa sunnah Dzulhijjah.

Berdasarkan perhitungan kalender Hijriah, 1 Dzulhijjah 1447 H diperkirakan jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Sejak tanggal tersebut, umat Islam sudah dapat mulai menjalankan puasa sunnah hingga tanggal 9 Dzulhijjah.

Berikut jadwal lengkapnya:

1 Dzulhijjah: Senin, 18 Mei 2026
2 Dzulhijjah: Selasa, 19 Mei 2026
3 Dzulhijjah: Rabu, 20 Mei 2026
4 Dzulhijjah: Kamis, 21 Mei 2026
5 Dzulhijjah: Jumat, 22 Mei 2026
6 Dzulhijjah: Sabtu, 23 Mei 2026
7 Dzulhijjah: Minggu, 24 Mei 2026
8 Dzulhijjah (Puasa Tarwiyah): Senin, 25 Mei 2026
9 Dzulhijjah (Puasa Arafah): Selasa, 26 Mei 2026

Dalil Anjuran Puasa Dzulhijjah

Anjuran memperbanyak amal saleh, termasuk puasa di awal Dzulhijjah, berlandaskan pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas:

Ω‚Ψ§Ω„ Ψ±Ψ³ΩˆΩ„ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω…: Ω…Ψ§ Ω…Ω† Ψ£ΩŠΨ§Ω… Ψ§Ω„ΨΉΩ…Ω„ Ψ§Ω„Ψ΅Ψ§Ω„Ψ­ ΩΩŠΩ‡Ω† Ψ£Ψ­Ψ¨ Ψ₯Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ Ω…Ω† Ω‡Ψ°Ω‡ Ψ§Ω„Ψ£ΩŠΨ§Ω… Ψ§Ω„ΨΉΨ΄Ψ±

Artinya: "Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini." (HR At-Tirmidzi)

Hadits ini menjadi dasar utama keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Yang perlu dipahami, Rasulullah tidak menyebut satu jenis ibadah tertentu, melainkan menggunakan istilah umum yaitu al-'amal ash-shalih (amal saleh).

Hal tersebut berarti seluruh bentuk ibadah, seperti shalat, sedekah, dzikir, termasuk puasa, memiliki keutamaan yang luar biasa jika dilakukan pada waktu tersebut.

Walaupun dalam hadits tidak disebutkan secara spesifik tentang puasa, para ulama memahami bahwa puasa termasuk dalam amal saleh tersebut.

Dalam hadits disebutkan sepuluh hari, tapi pada kenyataannya puasa hanya dilakukan sampai tanggal 9 Dzulhijjah. Hal ini dikarenakan pada tanggal 10 Dzulhijjah adalah Hari Raya Idul Adha yang merupakan waktu diharamkan berpuasa.

Lafal Niat Puasa Dzulhijjah

Berikut niat berpuasa dzulhijjah.

1. Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah (Malam Hari)

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ°ΩΩŠΩ’ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩΨ¬ΩŽΩ‘Ψ©Ω Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta'ala."

2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ ΨͺΩŽΨ±Ω’ΩˆΩΩŠΩŽΨ©ΩŽ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ عَرَفَةَ Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

4. Niat Puasa Dzulhijjah (Siang Hari)

Jika lupa berniat di malam hari, diperbolehkan niat di siang hari sebelum waktu zuhur, selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.

Ω†ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺُ Ψ΅ΩŽΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‡Ω°Ψ°ΩŽΨ§ Ψ§Ω„ΩŠΩŽΩˆΩ’Ω…Ω ΨΉΩŽΩ†Ω’ أَدَاِؑ Ψ΄ΩŽΩ‡Ω’Ψ±Ω Ψ°ΩΩŠΩ’ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩΨ¬ΩŽΩ‘Ψ©Ω Ψ³ΩΩ†ΩŽΩ‘Ψ©Ω‹ لِلّٰهِ ΨͺΩŽΨΉΩŽΨ§Ω„ΩŽΩ‰

Nawaitu shauma hΓ’dzal yaumi 'an adΓ’'i syahri dzil hijjah sunnatan lillΓ’hi ta'Γ’lΓ’.

Artinya: "Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah hari ini karena Allah Ta'ala."

Demikian, jangan sampai momen istimewa ini terlewat begitu saja. Catat waktunya, siapkan niatnya, dan maksimalkan ibadah di bulan penuh kemuliaan ini. Selamat berpuasa!




(aau/aau)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads