Kebiasaan Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan motoran setiap ngantor, tengah disorot publik. Krisantus menegaskan utak-atik dan menggunakan motor memang jadi hobinya, bukan pencitraan politik.
Ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/3/2026), Krisantus bercerita sejak muda terbiasa menggunakan kendaraan roda dua. Ia memiliki kecintaan terhadap dunia otomotif.
"Jangan dibilang pencitraan. Saya memang biasa pakai motor. Ini hobi," katanya pada detikKalimantan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Krisantus bercerita, saat masih kuliah ia menggunakan Honda Prima. Motor itu menjadi saksi masa-masa mudanya, mulai berangkat kuliah, berkegiatan, hingga berproses sebagai mahasiswa.
"Motor ini mengingatkan saya masa kuliah dulu, pakai Prima. Jadi saya cari lagi motor itu lagi. Saya memang biasa pakai motor," kata Krisantus.
Motor itu direkondisi total. Mesin diperiksa ulang. Suku cadang diganti dengan komponen asli. Hasilnya, menurutnya, seperti mengambil unit baru dari dealer-hanya saja dengan usia hampir empat dekade.
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan, sehari-hari pakai motor ke kantor. Foto: Istimewa |
Kini motor itu sudah sekitar dua tahun menemaninya kembali. Krisantus bahkan mengaku memahami mesin secara otodidak dan kerap memperbaiki kendaraannya sendiri.
Kecintaannya pada motor ternyata bagian dari hobi otomotif yang sudah lama digeluti. Krisantus mengaku memahami mesin secara otodidak. Ia bahkan sempat bercita-cita masuk fakultas teknik mesin saat muda, meski akhirnya menempuh jalur berbeda.
"Saya belajar sendiri. Memang suka mesin. Walau kuliah ambil Fisip," katanya.
Ia bercerita pernah mengerjakan sendiri perbaikan mobil Nissan Terrano miliknya. Mulai dari mengganti karburator, water pump, alternator hingga membenahi kabel-kabel. Baginya, jabatan bukan batas untuk tetap menjadi diri sendiri.
"Masa wakil gubernur nggak boleh jadi mekanik mobilnya sendiri?" ujarnya sambil tersenyum.
Ia pun menegaskan keputusannya menggunakan motor bukanlah pencitraan. Menurutnya, jabatan tidak boleh mengubah kepribadian seseorang.
"Kalau orang bilang pencitraan, kecuali saya ini anak konglomerat tiba-tiba pakai motor. Saya memang biasa pakai motor. Jabatan ini tidak bisa mengubah pribadi saya," tegasnya.
Prinsip Bersyukur
Wagub Kalbar Ngantor Pakai Motor Foto: Istimewa |
Lebih jauh, Krisantus memandang kesederhanaan sebagai bagian dari prinsip hidup. Ia mengaku tidak ingin terjebak pada pola pikir selalu membandingkan diri dengan yang lebih tinggi.
"Kalau kita lihat ke atas terus, ingin mengejar yang lebih, bisa saja orang menghalalkan segala cara. Akhirnya kita melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum," katanya.
Baginya, bersyukur adalah cara menjaga diri agar tidak tergelincir pada ambisi berlebihan. Bermotor menjalani aktivitas sehari-hari menurutnya adalah bentuk rasa syukur.
"Saya prinsipnya bersyukur saja. Jutaan orang lebih susah daripada kita. Jadi saya tidak pernah mau lihat ke atas terus," tuturnya.
Dengan begitu, bagi Krisantus motor bukan simbol perlawanan terhadap kemewahan. Bukan pula strategi komunikasi politik. Ia hanya menjalani kebiasaan lama yang kini, tanpa ia rencanakan, menjadi sorotan publik.
Sorotan itu menyoal motor jadul itu melaju pelan di antara kemacetan Pontianak. Tanpa sirene, tanpa kemewahan. Hanya deru mesin lama yang masih setia menyala di tengah perdebatan soal fasilitas pejabat dan standar gaya hidup aparatur negara.
(aau/aau)


