Alasan Wagub Kalbar Pakai Motor, Bisa Sapa Warga di Lampu Merah Salah Satunya

Alasan Wagub Kalbar Pakai Motor, Bisa Sapa Warga di Lampu Merah Salah Satunya

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Selasa, 03 Mar 2026 14:30 WIB
Wagub Kalbar Ngantor Pakai Motor
Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan menyapa warga sambil menunggu lampu hijau menyala/Foto: Istimewa
Pontianak -

Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Krisantus Kurniawan punya alasan kuat memilih bersepeda motor saat pergi ke kantor. Menurutnya, motor lebih efektif digunakan di tengah padatnya Kota Pontianak, dan bisa lebih dekat dengan masyarakat.

"Saya rasakan memang pakai motor jauh lebih efektif ketimbang pakai mobil. Apalagi kota semakin padat," ujar Krisantus saat berbincang dengan detikKalimantan di ruangannya, Senin (2/3/2026).

Ia mengatakan bagi sebagian orang, pejabat daerah identik dengan mobil dinas berpelat merah, pengawalan ketat, dan sirene yang membelah jalan. Namun ia justru merasa motor lebih masuk akal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apalagi untuk urusan kerjaan. Ia mengaku dalam sehari bisa menghadiri tiga hingga empat agenda di titik berbeda dalam kota. Dengan kondisi lalu lintas yang semakin padat, motor membuatnya lebih fleksibel.

Ia mencontohkan satu momen ketika harus menghadiri acara pada pukul 15.00 WIB, jam sibuk di Pontianak. "Jam tiga itu macet. Saya pakai motor dan alhamdulillah malah sampai sebelum acara mulai," ujarnya.

Baginya, ketepatan waktu bukan sekadar soal disiplin pribadi, tetapi bentuk penghargaan kepada masyarakat yang menunggu. Meski demikian, ia menegaskan penggunaan motor lebih banyak untuk mobilitas dalam kota. Untuk perjalanan luar kota jarak jauh, ia tetap mempertimbangkan faktor keamanan dan kebutuhan protokoler.

Soal pengawalan, ia mengaku tetap mengikuti aturan. "Itu protap pemerintah. Nggak bisa saya tolak," ujarnya.

Ia pun mengaku ada mobil dinas yang menggunakan uang negara. Jenis dan harganya sangat jauh dari Rp 8,5 miliar. "Bukan Lexus, Toyota saja. Tapi itu jarang dipakai di kota, macet. Lebih efektif bermotor," katanya.

Menyapa di Lampu Merah

Ada hal lain yang menurutnya tak tergantikan ketika menggunakan motor, yakni interaksi langsung. Masyarakat bisa kenal lebih dekat setelah ada kesempatan untuk bertutur sapa sambil menunggu lampu hijau.

"Di lampu merah kita berhenti, bisa menyapa masyarakat. Orang bisa kenal lebih dekat. Itu yang tidak bisa kita dapat kalau di dalam mobil," katanya.

Di atas motor, sekat antara pejabat dan warga terasa menipis. Tidak ada kaca gelap. Tidak ada pintu tertutup. Hanya helm dan jaket sederhana serta jas hujan di bawah joknya.

Krisantus menyadari, sorotan publik atas pilihannya menggunakan motor cukup besar. Ada yang memuji, ada pula yang menyindir sebagai pencitraan. Ia menanggapinya santai.

"Kalau orang bilang pencitraan, kecuali saya ini anak konglomerat lalu tiba-tiba pakai motor. Saya memang biasa pakai motor," tegasnya.

Menurutnya, jabatan tidak boleh mengubah karakter dasar seseorang. "Jabatan ini tidak bisa mengubah pribadi saya," tutupnya.




(sun/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads