Komunitas Aliansi Pelajar di Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) menyampaikan aspirasinya soal Polri. Mereka tergerak usai meninggalnya Arianto Tawakal, pelajar MTS di Tual, Maluku yang meninggal pada Februari 2026.
Mereka juga menyinggung soal pemuda di Desa Bangkal, Kabupaten Seruyan, Kalteng bernama Gijik, yang meninggal pada 2023. Gijik meninggal ditembak aparat polisi saat masyarakat Bangkal berunjuk rasa tentang hak plasma sawit kepada perusahaan setempat.
Refleksi itu diungkapkan dalam agenda aksi di DPRD Kalteng pada Senin (2/3/2026). Massa tergabung dalam Aliansi Reformasi Polri (AROMI). Massa lalu audiensi bersama jajaran DPRD Kalteng dan aparat kepolisian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Naila, perwakilan dari Aliansi Pelajar Kalteng mengingatkan bahwa kematian pelajar di Tual bukan yang pertama dan satu-satunya. Ia menyinggung soal peristiwa kematian Gijik.
"Arianto Tawakal bukan satu-satunya pelajar yang gugur di tangan polisi! Masih ingatkah dengan Gijik, pemuda yang gugur ditembak saat mempertahankan haknya atas hidup? Orang tuanya pedih melihat anaknya berdarah-darah. Katanya 'anak saya digotong seperti babi! Gijik digotong seperti bangkai hewan'. Di mana kemanusiaan kalian?" ujar Naila saat audiensi di DPRD Kalteng pada Senin (2/3/2026).
Naila juga sempat menyinggung kematian Afif Maulana yang meninggal dengan kondisi lebam-lebam di tubuh pada 2024. Pihaknya meminta agar kepolisian segera melakukan evaluasi dan mempercepat reformasi Polri.
"Kemarin ada juga kawan kita Afif, Pandu Brata, Gama semuanya gugur di tangan polisi," ujar Naila.
Sementara itu, Wakapolda Kalteng Yosi Muhamartha menyampaikan tanggapannya atas peristiwa tersebut. Menurutnya, pelanggaran oknum kepolisian merupakan persoalan kultural di tubuh kepolisian.
"Kami memahami hingga sekarang ini yang belum selesai persoalan Polri dalam reformasi kultural. Karna hal itu menyangkut perorangan yang ada di instansi kepolisian yang melakukan penyimpangan-penyimpangan," ujar Yosi.
Namun pihaknya menegaskan kepolisian juga berupaya agar tak ada pelanggaran-pelanggaran Polri khususnya di Kalteng. Ia menyampaikan pihak kepolisian juga diawasi baik secara internal maupun eksternal.
"Tapi pada dasarnya Polri khususnya Polda Kalteng berupaya dapat melaksanakan tupoksi-tupoksi sesuai ketentuan yang ada. Dan kita tidak ingin ada pelanggaran-pelanggaran Polri di Kalteng," pungkasnya.
(sun/des)
