SMAN 1 Rasau Jaya Tolak MBG, Kareg Kalbar Sisir SPPG dengan Menu Bermasalah

SMAN 1 Rasau Jaya Tolak MBG, Kareg Kalbar Sisir SPPG dengan Menu Bermasalah

Ocsya Ade CP - detikKalimantan
Rabu, 25 Feb 2026 13:00 WIB
Penolakan MBG di SMAN 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Penolakan MBG di SMAN 1 Rasau Jaya, Kubu Raya, Kalimantan Barat. Foto: Dok. Istimewa
Kubu Raya -

Penolakan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh ratusan siswa dan guru di SMA Negeri 1 Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat (Kalbar) mendapat tanggapan dari Kepala Program MBG Region (Kareg) Kalbar Agus Kurniawi. Agus menegaskan, penolakan tersebut merupakan sekolah dan tidak boleh ada intervensi untuk menerima program tersebut.

"Jika dirasa tidak sesuai, berhak dikembalikan dan tidak ada paksaan atau intervensi untuk menerima paket MBG," kata Agus saat dikonfirmasi detikKalimantan, Rabu (25/2/2026).

Sebelumnya, sebanyak 743 siswa dan 50 guru di SMAN 1 Rasau Jaya mengembalikan paket MBG edisi Ramadan karena menu yang diterima dinilai tidak sesuai dari sisi pemenuhan gizi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menu MBG yang dibagikan untuk jatah dua hari berisi setengah tongkol jagung, lima butir kurma, tiga buah kelengkeng, satu jeruk, satu kue piscok, dan satu bolu kukus. Menu tersebut dinilai tidak memenuhi ekspektasi penerima manfaat sehingga diputuskan untuk dikembalikan sebagai bentuk evaluasi.

Agus menegaskan, program MBG tidak bersifat memaksa dan tetap membuka ruang evaluasi apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya di lapangan. Menurutnya, pengawasan terhadap pelaksanaan MBG juga terbuka bagi masyarakat luas.

"Silakan masyarakat memberi kritik atau masukan demi kebaikan program MBG di tempat kita," katanya.

Sebagai langkah pencegahan, kata Agus, pihaknya sudah sering memberi arahan agar selelau berhati-hati dalam menentukan menu kering saat Ramadan ini. Pihaknya kini tengah menyisir SPPG-SPPG yang ada di Kalbar. SPPG yang bermasalah akan diberi efek jera.

"Jauh sebelum bulan puasa, saya sudah beritahu ke semua SPPG untuk berhati-hati dalam menentukan menu kering. Karena bisa dihitung secara nyata dan masyarakat kita sudah pintar. Ini masih saya sisir lagi untuk SPPG yang menu-menu bermasalah," tutup Agus.




(des/des)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads