Pelaksanaan haul Kiai Haji Ahmad Zuhdiannoor atau Guru Zuhdi akan digelar pada 14 Februari 2026 mendatang. Pelaksanaan ini lebih maju dari jadwal seharusnya pada 9 Ramadan demi mempermudah relawan yang bertugas serta para jemaah haul tak perlu berdesakan untuk menunggu berbuka puasa.
"Kasian ini para relawan nantinya (kalau bulan Ramadan), karena khawatirnya nanti yang sunnah dikerjakan yang wajib ditinggalkan," ujar Ketua Yayasan Majta Banjarmasin Nidauddin, Sabtu (7/2/2026).
Menurut Nida, dikhawatirkan jika haul dilaksanakan tepat di bulan Ramadan, para petugas tergoda untuk membatalkan puasa sebab kelelahan saat bertugas. Oleh sebab itu, pelaksanaan haul pun dimajukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tanggal 9 Ramadan itu nantinya ada haul hanya khusus keluarga saja," tuturnya.
Pelaksanaan haul digelar setelah salat magrib berjamaah, diawali dengan membaca sejumlah salawat, doa-doa dan ditutup dengan salat isya berjamaah. Jamaah yang hadir haul ke-6 Guru Zuhdi diperkirakan akan mencapai 1,5 juta orang. Pada tahun 2025 lalu, jumlah jamaah sudah mencapai hampir 1 juta orang.
"Prediksi tahun ini ada sekitar 1,5 juta jamaah. Jadi berbagai persiapan kita matangkan," sebut Nida.
Relawan disebar di 9 titik posko dan ada sembilan zona untuk jamaah haul. Mulai dari Bundaran Hassanudin Majedi, Jembatan Kembar, Simpang Empat Belitung, Banua Anyar, hingga Sultan Adam.
"Ada sekitar 10.500 relawan yang sudah terdata, itu akan tersebar di berbagai zona haul," beber Nida.
Pelaksanaan haul kali ini juga dibantu anggota kepolisian, Dinas Perhubungan, TNI, serta berbagai instansi lain untuk pengamanan, penjagaan, serta posko kesehatan. Nida berharap pelaksanaan haul berjalan dengan lancar.
"Semoga semua lancar sampai hari H pelaksanaan," harapnya.
Humas Yayasan Majta Banjarmasin Agus Ripani menambahkan, pelaksanaan haul ini akan terbuka bagi seluruh warga masyarakat. Persediaan makanan pun disebut-sebut sudah mulai dilakukan proses masak sejak Sabtu (7/2).
"Untuk makanan dipastikan tidak ada kekurangan, selain posko utama, di setiap posko mendirikan dapur umum juga," pungkasnya.
(des/des)
