Ammar Zoni ditahan di Lapas Nusakambangan. Ibu angkatnya, Titiek Haryanti, menyampaikan kegelisahan soal kondisi psikologis aktor berusia 32 tahun itu.
Dikutip detikHot, Titiek menyebut pemindahan Ammar ke Lapas Nusakambangan sangat berat bagi kesehatan mentalnya. Menurutnya, Ammar memiliki kecenderungan mengalami kecemasan.
Ia menilai memasukkan Ammar ke lapas high risk bukanlah langkah yang tepat. Sebab, sel penjara tidak bisa menggantikan fungsi rehabilitasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hukumannya (yang tepat) apa? Ya hukumannya rehabilitasi. Tetapi rehabilitasi yang diberikan itu ada proses penyembuhan, healing-nya, dari fungsi saraf otaknya itu," jelasnya.
Oleh karena itu, ia menilai pembinaan umum di lapas tidak dapat memenuhi kebutuhan pemulihan bintang sinetron 7 Manusia Harimau tersebut. Ia berharap majelis hakim mempertimbangkan aspek kesehatan mental dan kebutuhan rehabilitasi Ammar dalam putusan nanti.
"Kalau di Lapas kan gak ada rehabilitasi, adanya pembinaan. Dia hanya dibina sebagai warga, dibina untuk bangkit, terus kuat, produksi, bikin anyam-anyam. Itu beda," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, Ammar diduga terlibat dalam peredaran narkoba di dalam Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Karena hal ini, ia akhirnya kembali tersangkut kasus narkoba untuk keempat kalinya.
Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melalui pernyataan resmi pada Rabu (8/10/2025) menyebutkan tersangka Ammar diduga berperan dalam jaringan pengedaran sabu serta ganja sintetis di dalam rutan tersebut. Kemudian pada Kamis (16/10/2025) dini hari, Ammar dipindahkan ke Lapas Super Maksimal Karanganyar, Nusakambangan. Ia kini ditempatkan dalam sel isolasi dengan sistem one man one cell karena statusnya sebagai narapidana dengan risiko tinggi.
Baca selengkapnya di sini.
(sun/aau)
