Jumlah lulusan SMAN 1 Jogja atau SMAN Teladan yang diterima sebagai mahasiswa baru (maba) Universitas Gadjah Mada (UGM) tahun ini berkurang dibandingkan tahun lalu. Meski begitu, lebih dari separuh lulusan SMAN 1 Jogja yang masuk ke UGM. Apa alasannya?
"Untuk tahun ini lulusan SMA Negeri 1 Yogyakarta memang persebarannya lebih beragam. Tidak hanya fokus di UGM. Kalau dulu kan memang anak-anak sama orang tua itu kan fokusnya di UGM. Nah, sekarang itu anak menyebar dan berbasis jurusan," ungkap Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kesiswaan, Sri Lestari, saat dihubungi detikJogja, Rabu (19/8/2026).
Sri mengungkap tahun ini ada 184 siswa yang diterima di UGM. Jumlah ini turun dibandingkan tahun lalu sebanyak 208 orang. Selain kampus negeri, ada pula lulusan SMAN Teladan yang masuk ke kampus luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi, sudah ada yang ke ITB, UI, Undip, Brawijaya. Yang dikejar sekarang jurusan, bukan kampus lagi, termasuk yang ke luar negeri itu kan ada sekitar tujuh. Bahkan ada beberapa yang sudah dinyatakan diterima di IUP UGM itu memilih mandiri di UI atau mandiri di universitas yang lain karena memang sesuai jurusan yang diampu," jelasnya.
Sri menyebut siswa lulusan SMAN 1 Jogja pada tahun ini lebih mempertimbangkan program studi yang diambil daripada nama perguruan tinggi. Selain itu, ada peningkatan siswa lulusan SMAN 1 Jogja yang memilih ke Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (Unair), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS).
"Pergeseran dari UGM itu untuk UI sama ITB itu hampir sama dengan tahun kemarin, paling tambahnya hanya satu dan dua dibandingkan dengan kemarin," ucapnya.
"Nah, yang signifikan bertambah itu yang mengambil di ITS, UB sama Unair itu sudah mulai banyak. Jadi, bergesernya sekarang cenderung ke kampus-kampus itu," pungkasnya.
