Tim mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil melampaui inovasi terkini dengan membuat pembayaran digital berbasis sidik jari. Dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC), tim UGM mengusung ide tersebut yang diberi nama PolPay (Jempol Payment).
Dikutip detikEdu dari laman UGM, dengan PolPay, pengguna bisa melakukan transaksi tanpa kartu atau HP dengan memanfaatkan autentikasi biometrik.
Inovasi ini dikembangkan oleh lima mahasiswa UGM, yaitu Tiara Ramadhani (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA) selaku ketua tim, Al Farabi Obiansyah (Teknik Mesin 2025/FT), Marcelino Budi Prakasya (Ilmu Komputer 2025/FMIPA), Muhammad Fakhri Ghonim Setyanda (Elektronika dan Instrumentasi 2025/FMIPA), dan M. Rakhma Aifil Indira (Ilmu Aktuaria 2025/FMIPA), dengan Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng. sebagai dosen pembimbing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disebutkan bahwa PolPay mengintegrasikan sensor sidik jari dengan perangkat Electronic Data Capture (EDC). Dengan demikian, pengguna dapat melakukan autentikasi menggunakan sidik jari, sementara proses verifikasi dilakukan melalui sistembiometrik yang dikembangkan oleh tim.
PolPay memanfaatkan teknologi edge computing untuk memproses data biometrik. Data kemudian dikirimkan ke server dalam bentuk terenkripsi menggunakan Advanced Encryption Standard 256-bit (AES-256) serta diamankan melalui protokol SSL/TLS.
PolPay dirancang untuk mengutamakan keamanan dan sebagai alternatif sistem pembayaran biometrik yang lebih terjangkau dibandingkan teknologi serupa yang membutuhkan infrastruktur dengan biaya tinggi.
Dengan konsep ini, tim mengembangkan teknologi pembayaran yang tidak bergantung pada kepemilikan kartu maupun ponsel dalam proses transaksi.
Salah satu anggota tim, Marcelino mengatakan Tim Polpay terus menemukan berbagai hal yang dapat disempurnakan selama proses perancangan.
Dia menjelaskan, penerapan privacy-preserved architecture dan edge computing architecture menjadi bagian penting dalam memastikan keamanan pengguna.
"Pengembangan sistem ini membutuhkan riset yang mendalam dan waktu yang cukup panjang. Setiap hari, kami masih menemukan berbagai celah yang dapat diinovasikan, baik melalui pembaruan cara kerja software maupun penggunaan komponen yang lebih optimal," kata Marcelino dalam laman UGM, Sabtu (15/8/2026).
Pengembangan Polpay telah memperoleh pendanaan dalam PKM bidang Karsa Cipta. Tim Polpay akan mempersiapkan perjalanan mereka ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) pada November 2026.
