Penampilan tak biasa mewarnai ujian proposal tesis di Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja. Seorang mahasiswa, Yogi Fajar Darmawan, datang ke ruang ujian mengenakan kostum lengkap Kamen Rider Black.
Aksi Yogi pun menarik perhatian dan menjadi viral di media sosial. Namun, di balik penampilannya itu, ada alasan akademis yang berkaitan langsung dengan penelitian yang ia angkat.
"Awal mulanya saya menulis itu berangkat dari pengalaman pribadi saya sebagai pelaku cosplayer. Saya sering dibilang anak yang kekanak-kanakan, belum dewasa, kebanyakan menghayal. Bahkan, pernah dianggap pengamen di jalan saat cosplay jadi Kamen Rider," ujar Yogi saat dihubungi detikJogja, Jumat (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya itu, pengalaman serupa juga dialaminya ketika memerankan karakter Kiryu Kazuma dari serial game Yakuza. Dalam penampilannya, ia mengikuti koreografi karakter dengan membuka baju untuk memperlihatkan tato naga di punggung.
"Kalau di kalangan cosplayer itu memang bagian dari karakter. Tapi orang yang belum paham cosplay menganggap itu tidak senonoh karena buka baju di tempat umum," katanya.
Berangkat dari pengalaman tersebut, Yogi memutuskan mengangkat stigma terhadap cosplayer sebagai topik tesisnya. Ia juga menemukan banyak anggota komunitas cosplay di Bandar Lampung mengalami perlakuan serupa.
"Teman-teman komunitas juga mengalami hal yang sama. Mau cosplay anime, tokusatsu, atau crossplay, tetap mendapat stigma dari masyarakat," ucapnya.
Mahasiswa Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma (USD) Jogja, Yogi Fajar Darmawan mengenakan kostum Kamen Rider saat ujian proposal. Foto: dok. istimewa |
Lewat penelitiannya, Yogi berharap masyarakat bisa lebih memahami jika cosplay merupakan bentuk ekspresi diri, bukan sekadar mengenakan kostum.
"Harapannya tentu mengedukasi masyarakat bahwa cosplay itu bentuk ekspresi diri. Berawal dari hobi, suka karakter tertentu, lalu diwujudkan lewat cosplay. Jadi jangan langsung diberi stigma negatif," jelasnya.
Yogi mengungkapkan, ide mengenakan kostum Kamen Rider saat ujian proposal justru berawal dari candaan dosen pembimbingnya ketika ia mengajukan topik penelitian.
"Waktu saya mengajukan judul, dosen bilang, 'Ini penelitiannya menarik. Nanti kalau ke kelas cosplay saja ya.' Saya tanya, 'Boleh, Pak?' Beliau bilang, 'Boleh kalau memang mau'," ungkapnya.
"Terus juga kan ya dapat bisikan dari temen-temen, dapat dukungan dari temen-temen yang nyuruh, 'Udah, cosplay aja nggak apa-apa.' Ya. Dari situ akhirnya ngide lah, 'Nanti aku ujian cosplay juga lah, cosplay aja,' gitu," sambungnya.
Ia pun memilih kostum Kamen Rider Black saat ujian berlangsung pada Senin (20/7) lalu. Bukan hanya iseng, ia sengaja memilih Kamen Rider Black karena memiliki nilai nostalgia.
"Kamen Rider Black itu serial tokusatsu pertama yang tayang di Indonesia. Sangat membekas buat anak-anak 90-an. Selain itu juga serial era Showa pertama yang saya tonton," katanya.
Kehadirannya dengan kostum lengkap di ruang ujian sempat membuat dosen penguji terkejut. Namun, respons yang diterimanya justru positif.
"Pas dosen keluar mereka kaget, terus bilang, 'Wah keren, ayo foto bareng.' Mereka juga nostalgia karena pernah nonton Kamen Rider Black waktu dulu," tutup Yogi.

