Dua pelajar asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yakni Anggita Ayu Mahanani Hanifah dan Ahmad Raditya berhasil lolos sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) nasional pada 17 Agustus mendatang.
Keduanya akan mewakili DIY setelah melewati rangkaian seleksi berjenjang dari tingkat sekolah hingga nasional. Anggita merupakan pelajar SMAN 1 Bantul, sementara Raditya mengenyam pendidikan di SMK Penerbangan AAG Adisucipto.
Anggita menceritakan perjalanan yang dilaluinya untuk bisa menembus seleksi Paskibraka nasional tidaklah singkat. Awalnya, ia mengikuti seleksi di sekolah yang diikuti seluruh anggota pasukan inti (tonti).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dari sekolah itu diseleksi dulu dari seluruh anggota tonti, kemudian dipilih 10 orang untuk melanjutkan seleksi di kabupaten. Alhamdulillah saya terpilih untuk maju seleksi ke provinsi, dan alhamdulillah lagi saya terpilih maju ke seleksi tingkat pusat," kata Anggita saat ditemui di Kompleks Kepatihan Jogja, Kamis (9/7/2026).
Seleksi tersebut berlangsung selama beberapa bulan. Anggita mengatakan seleksi tingkat kabupaten dimulai sekitar Maret, kemudian berlanjut ke tingkat provinsi pada Mei, hingga akhirnya mengikuti seleksi nasional pada Juni.
"Dari kabupaten itu sekitar bulan Maret, terus dari provinsi itu Mei. Terus kemudian nasional itu Juni," ujar dia.
Sementara itu Raditya menjelaskan, sebelum mengikuti seleksi nasional, para calon Paskibraka yang akan berangkat ke Jakarta terlebih dahulu mengikuti pembekalan.
"Persiapan seleksinya dimulai dengan melakukan pembekalan BPIP selama tiga hari. Terus ditambah juga materi-materi yang sudah disampaikan kita persiapkan secara mandiri juga, lalu kita bawa saat menuju seleksi nasional," ujar Raditya.
Dari tiga pasang calon Paskibraka yang mewakili DIY, hanya satu pasang yang akhirnya terpilih untuk melaju ke tingkat nasional, yakni Anggita dan Raditya. Bagi Anggita, keberhasilannya menjadi wakil DIY di tingkat nasional merupakan impian yang telah ia tanamkan sejak kecil.
"Memang cita-cita saya dari kecil," ucap Anggita.
Ia mengaku menyukai kegiatan baris-berbaris sejak kecil. Keinginan menjadi Paskibraka juga didorong tekad untuk membanggakan kedua orang tuanya.
"Alasannya karena saya ingin membanggakan kedua orang tua saya dan juga memang saya dari kecil suka dengan baris-berbaris. Jadi saya ingin mentok yang tinggi sekalian saja, yaitu menjadi anggota Paskibraka," ungkapnya.
Anggita dan Raditya dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada 14 Juli 2026 untuk mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan. Selama di ibu kota, keduanya akan menjalani karantina.
Meski belum mengetahui posisi yang akan ditempati saat bertugas dalam Upacara Peringatan HUT ke-81 RI, Anggita mengaku siap menjalankan tugas apa pun yang diberikan.
"Apa pun posisinya, intinya saya ingin membawa nama baik Daerah Istimewa Yogyakarta," tegasnya.
Kepala Kesbangpol DIY, Lilik Andi Aryanto, menjelaskan seleksi diawali dari tingkat kabupaten/kota. Sebelum itu, pemerintah melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk menjaring calon peserta.
"Seleksi dimulai dari tingkat kabupaten/kota. Sekolah-sekolah mengikuti sosialisasi, kemudian kabupaten/kota melaksanakan seleksi Paskibraka," kata Lilik.
Dari setiap kabupaten/kota, Lilik mengungkapkan, masing-masing mengirimkan 16 peserta atau delapan pasang. Masing-masing terdiri atas delapan putra dan delapan putri untuk mengikuti seleksi tingkat DIY.
"Seleksi tingkat DIY kami laksanakan tanggal 5 sampai 8 Mei. Dari waktu itu ada 79 yang daftar. Kemudian kami seleksi, kami ambil 40 orang, terdiri dari 20 putra dan 20 putri," ujarnya.
"Dari 20 pasang tersebut kemudian kami seleksi lagi untuk dikirim ke tingkat nasional, ada tiga pasang," jelasnya.
Lilik menjelaskan, hasil verifikasi di tingkat nasional kemudian menetapkan satu putra dan satu putri sebagai wakil utama DIY, serta satu putra dan satu putri sebagai cadangan.
"Setelah diverifikasi tingkat nasional, ditetapkan satu putra, satu putri, dan cadangan satu putra, satu putri," ungkap Lilik.
Lilik mengatakan calon Paskibraka nasional asal DIY dijadwalkan berangkat mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan pada 14 Juli. Mereka akan menjalani karantina bersama peserta dari seluruh Indonesia hingga menjelang pelaksanaan Upacara Peringatan HUT Ke-81 RI.
"Mereka akan mengikuti pelatihan bersama peserta dari provinsi-provinsi lain dan nantinya bertugas di Istana pada 17 Agustus," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
John Wick Anjing di Bantul Mati Diracun, Pemilik Pasang Spanduk Sumpahi Pelaku
Kuliah Tak Kunjung Lulus Bikin Mahasiswa Sleman Ngamuk Rusak Sana-sini
Bisa-bisanya Pria Sleman Ketiduran di Pinggir Jalan Usai Begal Motor