Ridho Menantu Amien Rais Mundur dari Ketum Partai Ummat, Apa Alasannya?

Ridho Menantu Amien Rais Mundur dari Ketum Partai Ummat, Apa Alasannya?

Dwi Rahmawati - detikJogja
Rabu, 02 Sep 2026 14:18 WIB
Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Apa alasan penunjukan pria yang akrab disapa Edo itu?
Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi. Foto: Pius Erlangga/Detikcom
Jogja -

Menantu Amien Rais, Ridho Rahmadi, mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Ummat. Apa alasannya?

Plt Ketua Umum Partai Ummat, Ansufri ID Sambo, menyebut Ridho kesulitan membagi waktu dan kondisinya sering sakit selama masa kepengurusan.

"Alasan utama Mas Ridho Rahmadi mundur adalah karena beliau kesulitan untuk membagi waktu, pikiran dan tenaga antara Partai Ummat dan posisi beliau sebagai Direktur politeknik AI di Jogja yang baru berumur setahun. Yang kedua-keduanya membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran yang full," kata Sambo kepada wartawan, Rabu (2/9/2026), dilansir detikNews.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ridho disebut telah menjalankan tugas itu secara bersamaan selama satu tahun. Tetapi, hal itu dinilai berdampak ke kesehatan.

ADVERTISEMENT

"Beliau sudah mencoba selama 1 tahun ini bolak balik Jogja-Jakarta untuk menjalankan kedua tugas tersebut bersamaan, tapi akhirnya fisik beliau tidak kuat juga," ungkap Sambo.

Sambo juga menyebut Ridho telah melakukan perenungan sebelum mengundurkan diri. Pengunduran diri tersebut juga disebut dilakukan setelah konsultasi dengan Amien Rais.

"Alasan kedua, karena dua tanggung jawab yang besar itu akhirnya berdampak pada kesehatan beliau menjadi sering sakit. Alasan Ketiga juga hasil renungan beliau dan juga hasil konsultasi beliau dengan Pak Amien dan keluarga dan juga konsultasi dengan Sekretaris Majelis Syuro," tambahnya.

Meski begitu, Ridho berkomitmen tetap aktif sebagai anggota majelis syuro.

"Akhirnya beliau dengan bulat hati memutuskan untuk mundur dari Ketum Partai Ummat tapi tetap berkiprah di partai sebagai anggota majelis syuro. Adapun alasan Pak Taufik mundur adalah solidaritas dengan Mas Ketum dan juga ingin agar ada penyegaran di pimpinan DPP, dan Pak Taufik tetap aktif membantu partai Ummat dengan penugasan yg baru, Insyaallah," tuturnya.

Sambo berharap kepemimpinan Partai Ummat mendatang akan lebih baik. Sambo ingin partai tetap solid dan senantiasa bekerja sama.

"Mari kita menatap ke depan dengan bekerja dan berjuang dengan lebih baik, lebih solid dan lebih bekerja sama diantara kita. Semoga Allah senantiasa memberikan pertolongan, bimbingan dan Rahmatnya kepada kita semua," kata Sambo.

"Mas Ridho tetap sebagai kader dan anggota majelis syuro. Mas Taufik tetap aktif di partai DPP membantu sekjen yang baru, sebagai sekretaris eksekutif," imbuhnya.



(afn/dil)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads