Dosen FH UGM Kena Doxing Usai Kritik Rotasi Jabatan di Kementerian PU

Dosen FH UGM Kena Doxing Usai Kritik Rotasi Jabatan di Kementerian PU

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Jumat, 17 Jul 2026 17:59 WIB
A magnifying glass is held in front of a computer screen in this file picture illustration taken in Berlin May 21, 2013. Hackers broke into U.S. government computers, possibly compromising the personal data of 4 million current and former federal employees, and investigators were probing whether the culprits were based in China, U.S. officials said on June 4, 2015. REUTERS/Pawel Kopczynski/Files
Ilustrasi doxing. Foto: Pawel Kopczynski/REUTERS
Sleman -

Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, kena doxing usai mengkritik polemik mutasi pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ia pun melayangkan somasi ke pemilik nomor telepon yang mengancamnya.

Lewat akun X pribadinya, Nabiyla mendapatkan ancaman dari nomor tak dikenal. Isinya memuat sejumlah data pribadi miliknya, seperti alamat, nomor induk kependudukan, tanggal lahir, data keluarga, dan lokasi terakhir perangkat.

Nabiyla menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Ia mengatakan menerima pesan WhatsApp bernada ancaman pada Kamis (16/7) siang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya mendapatkan pesan WhatsApp dari satu nomor ponsel pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 14.23 WIB," kata Nabiyla saat dihubungi detikJogja, Jumat (17/7/2026).

ADVERTISEMENT

Menurutnya, pesan tersebut tidak hanya berisi ancaman dan intimidasi, tetapi juga memuat data pribadi dirinya beserta keluarganya hingga titik koordinat lokasinya di Google Maps.

"Isinya bernada ancaman dan intimidasi disertai dengan doxing data pribadi dan keluarga saya serta koordinat lokasi/posisi saya di Google Maps," ujarnya.

Nabiyla mengatakan, si pengirim pesan meminta dirinya menghapus unggahan di media sosial X yang berisi kritik terhadap polemik mutasi pegawai di Kementerian PU.

"Pengirim pesan tersebut meminta saya menghapus postingan di media sosial X tersebut karena dianggap telah menimbulkan kegaduhan," katanya.

Merespons hal itu, Nabiyla mengaku langsung menunjuk firma hukum untuk mengirimkan somasi kepada pemilik atau pengguna nomor telepon tersebut.

"Terhadap tindakan pengancaman dan doxing ini, saya telah melayangkan somasi kepada pemilik/pengguna nomor ponsel tersebut melalui sebuah firma hukum. Somasi sudah terkirim ke nomor ponsel tersebut dan belum ada tanggapan lebih lanjut dari yang bersangkutan," pungkasnya.



(dil/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads