Dosen Fakultas Hukum (FH) Universitas Gadjah Mada (UGM), Nabiyla Risfa Izzati, kena doxing usai mengkritik polemik mutasi pegawai di Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Ia pun melayangkan somasi ke pemilik nomor telepon yang mengancamnya.
Lewat akun X pribadinya, Nabiyla mendapatkan ancaman dari nomor tak dikenal. Isinya memuat sejumlah data pribadi miliknya, seperti alamat, nomor induk kependudukan, tanggal lahir, data keluarga, dan lokasi terakhir perangkat.
Nabiyla menceritakan kronologi peristiwa tersebut. Ia mengatakan menerima pesan WhatsApp bernada ancaman pada Kamis (16/7) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mendapatkan pesan WhatsApp dari satu nomor ponsel pada Kamis, 16 Juli 2026, pukul 14.23 WIB," kata Nabiyla saat dihubungi detikJogja, Jumat (17/7/2026).
Menurutnya, pesan tersebut tidak hanya berisi ancaman dan intimidasi, tetapi juga memuat data pribadi dirinya beserta keluarganya hingga titik koordinat lokasinya di Google Maps.
"Isinya bernada ancaman dan intimidasi disertai dengan doxing data pribadi dan keluarga saya serta koordinat lokasi/posisi saya di Google Maps," ujarnya.
Nabiyla mengatakan, si pengirim pesan meminta dirinya menghapus unggahan di media sosial X yang berisi kritik terhadap polemik mutasi pegawai di Kementerian PU.
"Pengirim pesan tersebut meminta saya menghapus postingan di media sosial X tersebut karena dianggap telah menimbulkan kegaduhan," katanya.
Merespons hal itu, Nabiyla mengaku langsung menunjuk firma hukum untuk mengirimkan somasi kepada pemilik atau pengguna nomor telepon tersebut.
"Terhadap tindakan pengancaman dan doxing ini, saya telah melayangkan somasi kepada pemilik/pengguna nomor ponsel tersebut melalui sebuah firma hukum. Somasi sudah terkirim ke nomor ponsel tersebut dan belum ada tanggapan lebih lanjut dari yang bersangkutan," pungkasnya.

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Ancaman Sanksi Pemasang Pelang Jalan Malioboro Ilegal
Curhat Pedagang di Jogja Malah Sepi Pembeli Usai Pasar Direnovasi