Hari kedua Jogja Financial Festival 2026 di Jogja Expo Center dipenuhi antusiasme anak muda yang ingin belajar mengelola keuangan dan investasi sejak dini. Salah satu kelas yang ramai diserbu pengunjung yakni sesi bertajuk 'Cuan Sebelum 25: Level Up Finansial dan Investasi Bareng Livin' by Mandiri'.
Kelas edukasi itu dipandu pembawa acara Shania dan menghadirkan narasumber dari Bank Mandiri. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya menabung, investasi, hingga pengelolaan keuangan pribadi bagi generasi muda.
Pantauan detikJogja, kelas diikuti oleh peserta dari berbagai kalangan. Terutama anak muda, Gen Z, seperti pelajar dan mahasiswa yang ingin melek produk perbankan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana kelas dibuat santai dengan kuis dan hadiah sehingga menarik perhatian peserta. Salah satu peserta, Angga, mengaku datang ke kelas tersebut untuk memperdalam pengetahuan soal pengelolaan uang dan produk perbankan.
Ia bercerita awalnya belajar memutar uang pemberian orang tua hingga akhirnya bisa membuka usaha penyewaan kamera. Saat ini, Angga mengaku masih berstatus mahasiswa tingkat awal.
"Dari THR juga ditabung untuk buka bisnis tadi," ujar Angga saat menjawab pertanyaan pembawa acara soal seberapa frugal ia mengelola keuangan di sela acara, Sabtu (23/5/2026).
Angga mengatakan saat ini dirinya sudah memiliki tiga tabungan bank untuk mengatur keuangan dan kebutuhan usaha. Dia juga tertarik mempelajari layanan digital dari Bank Mandiri yang dipaparkan dalam kelas tersebut.
"Saya lihat produknya menarik juga," katanya.
Dalam sesi itu, AVP Retail Deposit Product & Solution Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Risdianto, menjelaskan tren menabung generasi muda kini lebih mengutamakan kemudahan dan kecepatan layanan digital.
"Tren menabung anak muda sekarang itu nggak mau ribet, easy and everywhere," ujarnya.
Menurutnya, layanan digital seperti Livin' by Mandiri membuat generasi muda lebih mudah membuka rekening maupun melakukan transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.
Sementara itu, VP Wealth Management Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Pratomo Setiaji Kendarto, mengingatkan anak muda agar tidak asal ikut tren investasi berisiko tinggi tanpa memahami produknya terlebih dahulu.
Ia menilai saat ini banyak anak muda terdorong fenomena fear of missing out (FOMO). termasuk saat melihat tren saham hingga aset kripto yang menjanjikan keuntungan besar.
"Pahami dulu produknya baru berinvestasi," ujarnya.
Pratomo juga menekankan pentingnya dana darurat sebelum mulai berinvestasi. Selain itu, generasi muda juga perlu memahami tantangan keuangan seperti inflasi hingga fenomena sandwich generation.
Jogja Financial Festival 2026 sendiri digelar oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bekerja sama dengan Transmedia pada 22-24 Mei 2026. Selain educational class, festival ini juga menghadirkan business talks hingga hiburan musik dan komedi.

Komentar Terbanyak
Saran Pakar UGM soal Polemik Jogja Last Friday Ride
Daftar Negara Lolos Semi Final Piala Dunia 2026: Isinya Rank 1-4 FIFA!
Pekerja Tewas Tertimpa Tembok Saat Bongkar Rumah di Sleman