Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan AS akan bekerja sama dengan Iran untuk menggali dan menghilangkan uranium yang terkubur di Iran.
Dilansir detikNews, Trump mengatakan hal tersebut dalam unggahan di media sosial pada saat dimulainya gencatan senjata dua minggu.
"Amerika Serikat akan bekerja sama erat dengan Iran, yang telah kami tentukan telah melalui apa yang akan menjadi Perubahan Rezim yang sangat produktif! Tidak akan ada pengayaan Uranium, dan Amerika Serikat, bekerja sama dengan Iran, akan menggali dan menghilangkan semua 'Debu' Nuklir (Pesawat Pengebom B-2) yang terkubur dalam-dalam," tulis Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social dilansir CNN, Rabu (8/4/2026), dikutip dari detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Trump juga mengatakan bahwa keringanan sanksi untuk Iran akan dibahas dan bahwa banyak aspek dari rencana 15 poin telah disepakati.
Sebelumnya, Trump dan Teheran mengatakan bahwa rencana 10 poin yang diajukan oleh Iran akan menjadi dasar pembicaraan.
"Kami sedang, dan akan, membicarakan keringanan Tarif dan Sanksi dengan Iran. Banyak dari 15 poin telah disepakati," tulis Trump.
Trump, dalam unggahan media sosial kedua pagi waktu AS, memperingatkan negara mana pun yang memasok senjata ke Iran bakal menghadapi tarif.
"Negara yang memasok Senjata Militer ke Iran akan segera dikenakan tarif, untuk semua barang yang dijual ke Amerika Serikat, 50%, berlaku segera. Tidak akan ada pengecualian atau pembebasan!" ucap dia.
Trump juga mempertimbangkan Amerika Serikat mungkin terlibat dalam pengamanan Selat Hormuz dalam 'usaha patungan' dengan Iran.
"Kami sedang mempertimbangkan untuk melakukannya sebagai usaha patungan," kata Trump kepada ABC News ketika ditanya tentang Teheran yang mengenakan biaya tol untuk melewati selat tersebut.
"Ini adalah cara untuk mengamankannya--juga mengamankannya dari banyak orang lain," sambungnya.
Belum jelas apakah Iran akan terbuka terhadap rencana ini karena pembicaraan diperkirakan akan berlanjut selama gencatan senjata. Awal pekan ini, Trump mengatakan ia lebih memilih AS, bukan Iran, yang mengenakan bea masuk pada kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz.
(dil/apl)

Komentar Terbanyak
Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak di Kendaraannya Usai Demo Gejayan
Misteri Alat Pelacak di Kendaraan Tiyo Eks Ketua BEM UGM Usai Demo Gejayan
Kronologi Lengkap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Klaim Temukan 2 Alat Pelacak di Mobil