70+ Tanda Kiamat yang Sudah Kejadian, Salah Satunya Sungai Eufrat Mengering?

70+ Tanda Kiamat yang Sudah Kejadian, Salah Satunya Sungai Eufrat Mengering?

Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy - detikJogja
Minggu, 15 Mar 2026 12:00 WIB
Tanda kiamat yang sudah kejadian.
Ilustrais kiamat (Foto: Lucas Pezeta/Pexels)
Daftar Isi
Jogja -

Dalam ajaran Islam, datangnya hari kiamat diyakini akan didahului berbagai tanda yang muncul bertahap. Tanda-tanda tersebut dikenal sebagai tanda kiamat kecil, yaitu peristiwa atau perubahan kondisi yang terjadi jauh sebelum kiamat benar-benar terjadi. Sebagian tanda berkaitan dengan perubahan perilaku manusia, sementara yang lain berkaitan dengan peristiwa sosial, konflik, maupun fenomena alam yang terjadi di berbagai wilayah dunia.

Berbagai tanda tersebut telah dijelaskan dalam sejumlah hadis Nabi dan dibahas oleh para ulama dalam berbagai karya keislaman. Salah satunya dipaparkan dalam buku Kiamat Sudah Dekat? karya Muhammad al-'Areifi yang menguraikan puluhan tanda kiamat kecil yang disebutkan dalam hadits. Beberapa di antaranya diyakini telah terjadi atau mulai terlihat dalam kehidupan manusia saat ini.

Salah satu tanda yang sering menjadi perhatian adalah kabar tentang mengeringnya Sungai Eufrat yang disebut dalam hadis akan menyingkapkan "gunung emas". Fenomena ini kerap dikaitkan dengan kondisi Sungai Eufrat saat ini yang mengalami penurunan debit air sehingga memunculkan berbagai diskusi mengenai hubungan antara fenomena alam tersebut dengan tanda-tanda kiamat yang disebutkan dalam hadis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jadi, apa saja tanda kiamat yang sudah kejadian? Simak selengkapnya via uraian berikut!

ADVERTISEMENT

Tanda Kiamat yang Sudah Terjadi

Berikut berbagai tanda kiamat kecil yang telah terjadi atau mulai tampak sebagaimana dijelaskan dalam buku Kiamat Sudah Dekat? karya Muhammad al-'Areifi. Di dalam buku tersebut memaparkan banyak tanda yang bersumber dari hadis Nabi serta penjelasan ulama mengenai perubahan kondisi manusia menjelang akhir zaman.

1. Diutusnya Nabi Muhammad SAW

Diutusnya Rasulullah sebagai nabi terakhir menandai dimulainya fase akhir sejarah umat manusia. Setelah beliau tidak ada lagi nabi yang datang membawa wahyu baru. Nabi sendiri menggambarkan jarak antara masa beliau dan hari kiamat sangat dekat seperti dua jari yang dirapatkan.

2. Terbelahnya bulan

Peristiwa ini merupakan mukjizat Nabi Muhammad ketika kaum Quraisy meminta bukti kerasulan beliau. Dengan izin Allah bulan terlihat terbelah sehingga disaksikan oleh banyak orang pada masa itu. Kejadian tersebut juga disebut dalam Al-Qur'an.

3. Wafatnya Nabi Muhammad SAW

Kematian Rasulullah menandai berakhirnya masa kenabian. Sejak saat itu umat Islam tidak lagi dipimpin oleh seorang nabi, melainkan oleh para khalifah dan ulama.

4. Penaklukan Baitul Maqdis

Rasulullah pernah mengabarkan bahwa Baitul Maqdis akan dikuasai oleh kaum Muslimin. Peristiwa ini terjadi pada masa Khalifah Umar bin Khattab ketika kota tersebut diserahkan secara damai kepada pemerintahan Islam.

5. Munculnya nabi-nabi Palsu

Setelah wafatnya Nabi Muhammad muncul sejumlah orang yang mengaku sebagai nabi. Fenomena ini telah diperingatkan oleh Rasulullah dalam hadis sebagai tanda menjelang kiamat.

6. Wafatnya generasi sahabat nabi

Para sahabat yang hidup bersama Nabi merupakan generasi terbaik umat Islam. Seiring waktu mereka wafat satu per satu hingga akhirnya tidak ada lagi sahabat yang tersisa.

7. Banyaknya fitnah

Fitnah dalam hadits sering dimaknai sebagai kekacauan sosial dan konflik yang melibatkan manusia. Peristiwa semacam ini telah banyak terjadi dalam sejarah.

8. Banyaknya pembunuhan

Rasulullah menyebutkan bahwa menjelang kiamat pembunuhan akan semakin banyak hingga manusia tidak memahami alasan mereka saling membunuh.

9. Munculnya wabah penyakit besar

Sepanjang sejarah manusia terjadi berbagai wabah penyakit yang menewaskan banyak orang. Hal ini juga disebut dalam hadis sebagai salah satu tanda kiamat kecil.

10. Waktu terasa semakin cepat

Banyak orang merasakan bahwa hari dan tahun berlalu sangat cepat. Para ulama menjelaskan bahwa hal ini berkaitan dengan berkurangnya keberkahan waktu.

11. Perzinaan menyebar luas

Perilaku zina semakin banyak terjadi dan bahkan dianggap biasa oleh sebagian masyarakat.

12. Minuman keras tersebar luas

Minuman memabukkan menjadi mudah ditemukan dan dikonsumsi oleh banyak orang.

13. Hiburan melalaikan semakin banyak

Banyak manusia lebih sibuk dengan hiburan dibandingkan dengan kegiatan yang bermanfaat.

14. Rasa malu semakin hilang

Perasaan malu yang dahulu menjadi bagian dari akhlak manusia semakin berkurang.

15. Kejujuran semakin langka

Orang yang jujur menjadi semakin sedikit dalam kehidupan sosial.

16. Kebohongan menjadi hal biasa

Banyak orang tidak lagi merasa bersalah ketika berbohong.

17. Orang khianat dipercaya

Sementara orang yang jujur sering diabaikan, orang yang tidak jujur justru dipercaya.

18. Amanah disia-siakan

Tanggung jawab sering diberikan kepada orang yang tidak memiliki kemampuan atau integritas.

19. Ilmu agama berkurang

Ilmu agama berkurang karena wafatnya para ulama yang menjadi penjaga ilmu.

20. Orang bodoh berbicara agama

Banyak orang yang tidak memiliki pengetahuan agama tetapi berani memberikan pendapat.

21. Fatwa diberikan tanpa ilmu

Pendapat agama sering disampaikan tanpa dasar ilmu yang kuat.

22. Riba menyebar luas

Praktik riba semakin sulit dihindari dalam kehidupan ekonomi modern.

23. Manusia berlomba meninggikan bangunan

Gedung-gedung tinggi dibangun sebagai simbol kekayaan dan kebanggaan.

24. Kemewahan dunia semakin dicari

Banyak manusia menjadikan kekayaan dan kemewahan sebagai tujuan hidup utama.

25. Anak durhaka kepada orang tua

Sebagian anak tidak lagi menghormati orang tuanya.

26. Hubungan keluarga terputus

Silaturahmi antar kerabat semakin jarang dijaga.

27. Tetangga tidak dihormati

Hubungan sosial dengan tetangga menjadi semakin renggang.

28. Banyak wanita dibanding pria

Dalam hadis disebutkan jumlah perempuan akan lebih banyak dibanding laki-laki.

29. Banyak kematian mendadak

Kematian yang datang secara tiba-tiba semakin sering terjadi.

30. Gempa bumi semakin banyak

Bencana gempa bumi disebut akan semakin sering terjadi menjelang kiamat.

31. Orang bodoh menjadi pemimpin

Sebagian pemimpin tidak dipilih berdasarkan ilmu atau kebijaksanaan.

32. Orang fasik memegang kekuasaan

Orang yang tidak memiliki integritas moral bisa menduduki jabatan penting.

33. Masjid dibangun megah tetapi jamaah sedikit

Bangunan masjid menjadi indah namun tidak selalu diikuti dengan meningkatnya ibadah.

34. Manusia sibuk mengejar dunia

Banyak orang lebih fokus pada kehidupan dunia dibandingkan kehidupan akhirat.

35. Orang baik semakin sedikit

Jumlah orang yang benar-benar menjaga kebaikan terasa semakin berkurang.

36. Orang jahat semakin berpengaruh

Sebaliknya orang yang melakukan keburukan dapat memiliki pengaruh besar.

37. Perselisihan antar manusia meningkat

Konflik antar kelompok dan antar manusia semakin sering terjadi.

38. Manusia tertipu oleh kehidupan dunia

Banyak orang terlena oleh kesenangan dunia sehingga melupakan kehidupan akhirat.

39. Banyak orang berharap kematian karena beratnya hidup

Sebagian manusia berharap mati karena tekanan hidup yang mereka rasakan.

40. Banyak manusia kehilangan rasa aman

Rasa aman dalam masyarakat berkurang akibat konflik dan kejahatan.

41. Banyak peperangan terjadi

Sejarah manusia menunjukkan banyak peperangan yang menyebabkan penderitaan besar.

42. Orang berlomba mencari popularitas

Banyak orang berusaha menjadi terkenal meskipun dengan cara yang tidak baik.

43. Manusia semakin materialistis

Kesuksesan sering diukur hanya dari kekayaan dan harta.

44. Kesenjangan sosial meningkat

Perbedaan antara orang kaya dan miskin menjadi semakin besar.

45. Banyak perdagangan berkembang

Aktivitas perdagangan semakin luas dan menjadi bagian besar dari kehidupan manusia.

46. Banyak orang berbicara tanpa pengetahuan

Informasi disampaikan tanpa memastikan kebenarannya.

47. Manusia lebih mengikuti hawa nafsu

Keinginan pribadi sering lebih diutamakan dibandingkan nilai agama.

48. Agama hanya dijadikan simbol

Sebagian orang hanya menampilkan agama secara lahiriah tanpa menjalankan isinya.

49. Kebaikan dianggap kelemahan

Orang yang bersikap baik sering dianggap lemah.

50. Kejahatan dianggap keberanian

Sebaliknya perilaku buruk kadang dianggap sebagai keberanian.

51. Banyak manusia lalai dari ibadah

Kesibukan dunia membuat banyak orang meninggalkan ibadah.

52. Persaingan dunia semakin kuat

Manusia berlomba-lomba dalam kekayaan dan status sosial.

53. Manusia semakin individualis

Banyak orang lebih mementingkan dirinya sendiri daripada kepentingan bersama.

54. Nilai moral melemah

Prinsip moral yang dahulu dijaga menjadi semakin longgar.

55. Banyak manusia tertipu oleh kemewahan dunia

Kehidupan mewah sering membuat manusia lupa akan tujuan hidup yang sebenarnya.

56. Banyak orang mengabaikan nasihat agama

Nasihat yang mengajak kepada kebaikan sering tidak diperhatikan.

57. Keburukan dianggap biasa

Perilaku yang dahulu dianggap salah kini sering dianggap wajar.

58. Orang saleh semakin sedikit

Jumlah orang yang benar-benar menjaga kesalehan terasa semakin berkurang.

59. Banyak manusia tidak peduli dengan halal dan haram

Sebagian orang tidak lagi memperhatikan apakah sesuatu diperoleh dengan cara yang benar atau tidak.

60. Manusia semakin jauh dari nilai spiritual

Kesibukan dunia membuat banyak orang kehilangan kedekatan dengan Tuhan.

61. Orang berlomba menunjukkan kekayaan

Pamer kekayaan menjadi bagian dari gaya hidup sebagian masyarakat.

62. Banyak manusia merasa hidupnya sempit meski kaya

Walaupun memiliki harta, banyak orang tetap merasa tidak puas.

63. Kehidupan dipenuhi ujian dan kesulitan

Manusia menghadapi berbagai tantangan yang menguji kesabaran dan iman.

64. Banyak manusia lupa akan kematian

Kesibukan dunia membuat sebagian orang jarang mengingat bahwa hidup di dunia bersifat sementara.

65. Manusia semakin jauh dari tujuan akhirat

Banyak orang lebih fokus pada kehidupan dunia dibandingkan persiapan menuju akhirat.

66. Manusia lebih mengikuti tren daripada nilai agama

Perilaku manusia sering ditentukan oleh tren sosial daripada ajaran agama.

67. Banyak orang menyebarkan berita tanpa memastikan kebenarannya

Informasi sering disebarkan tanpa verifikasi sehingga memicu kesalahpahaman.

68. Banyak orang mencari kekuasaan

Keinginan untuk memperoleh kekuasaan menjadi sangat kuat dalam masyarakat.

69. Orang berlomba-lomba dalam kemewahan

Kemewahan dijadikan simbol kesuksesan dalam kehidupan.

70. Manusia semakin lalai terhadap akhirat

Kesibukan dunia membuat banyak orang melupakan kehidupan setelah mati.

71. Manusia semakin terikat pada dunia

Harta, jabatan, dan popularitas menjadi pusat perhatian dalam kehidupan.

72. Manusia semakin lupa tujuan hidup sebenarnya

Tujuan hidup yang seharusnya berorientasi pada ibadah dan kebaikan sering tergantikan oleh kepentingan duniawi.

Apakah Sungai Eufrat Sudah Mengering?

Menurut keterangan di Universitas Gadjah Mada, terdapat hadits dari Abu Hurairah yang menyebutkan bahwa suatu saat Sungai Eufrat akan mengering dan menyingkapkan "gunung emas" yang kemudian diperebutkan manusia hingga menimbulkan peperangan. Hadits ini sering menjadi bahan pembahasan karena memunculkan pertanyaan apakah yang dimaksud dengan "gunung emas" benar-benar berupa emas secara fisik atau memiliki makna simbolis.

Sungai Eufrat merupakan sungai besar yang mengalir melalui wilayah Turki, Suriah, dan Irak. Bersama Sungai Tigris, sungai ini sejak lama menopang kehidupan masyarakat di kawasan Mesopotamia yang dikenal sebagai salah satu pusat peradaban awal dunia. Keberadaan kedua sungai tersebut membuat wilayah di sekitarnya subur dan mendukung kegiatan pertanian serta perekonomian masyarakat.

Kawasan Timur Tengah terbentuk akibat tumbukan lempeng Asia dan Afrika. Dosen Teknik Geologi UGM, Agus Hendratno, menjelaskan bahwa wilayah di sekitar Sungai Eufrat memiliki cadangan air tanah yang cukup besar sehingga tanahnya relatif subur. Namun dalam beberapa dekade terakhir debit air sungai ini mengalami penurunan. Lembaga antariksa NASA menyebutkan bahwa sejak sekitar tahun 2003 terjadi penyusutan debit air yang diduga dipengaruhi oleh faktor sedimentasi, perubahan iklim, serta aktivitas manusia seperti pembangunan bendungan.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak berarti Sungai Eufrat telah benar-benar kering. Air masih mengalir dan tetap dimanfaatkan oleh masyarakat di kawasan tersebut. Penyusutan debit lebih menggambarkan berkurangnya volume air dibandingkan kondisi normal sebelumnya sehingga fenomena ini belum dapat dikatakan sebagai pengeringan sungai secara total seperti yang sering dibayangkan.

Hadits tentang Sungai Eufrat dapat dipahami secara eksplisit maupun simbolis. Secara eksplisit, hadits tersebut menggambarkan kemungkinan sungai benar-benar mengering hingga dasar sungai terlihat. Namun secara simbolis, sebagian penafsiran mengaitkannya dengan perebutan sumber daya alam di kawasan Timur Tengah, seperti minyak dan gas bumi yang melimpah di wilayah tersebut. Dengan demikian, fenomena Sungai Eufrat tidak hanya dipahami dari sisi ilmiah, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mengingatkan manusia agar lebih bijak dalam memanfaatkan kekayaan alam.

Berbagai tanda kiamat kecil tersebut pada dasarnya menjadi pengingat bagi manusia bahwa kehidupan di dunia tidak bersifat abadi. Peristiwa-peristiwa yang disebut dalam hadis, baik yang berkaitan dengan perubahan perilaku manusia maupun fenomena alam, dipahami sebagai peringatan agar manusia lebih memperbaiki diri, menjaga akhlak, serta meningkatkan keimanan sebagai bekal menghadapi kehidupan setelah dunia berakhir.

Artikel ini ditulis oleh Shakti Brammaditto Widya Fachrezzy peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom




(num/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads