Iran Klaim Radar Pelacak Rudal Balistik Terbesar AS di Qatar Hancur Total

Internasional

Iran Klaim Radar Pelacak Rudal Balistik Terbesar AS di Qatar Hancur Total

Novi Christiastuti - detikJogja
Selasa, 03 Mar 2026 19:51 WIB
Radar militer terbesar AS di Qatar diklaim hancur total karena serangan Iran.
Radar militer terbesar AS di Qatar diklaim hancur total karena serangan Iran. (Foto: AFP)
Jogja -

Garda Revolusioner Iran mengklaim telah menghancurkan sistem radar peringatan dini milik Amerika Serikat (AS) yang berada di Qatar. Radar militer yang disebut sebagai AN/FPS-132 itu disebut radar AS terbesar yang berada di kawasan Teluk.

Korps Garda Revolusioner Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya mengatakan mereka telah menghancurkan sistem radar AN/FPS-132 milik AS yang bisa menjangkau hingga 5.000 km dan dirancang khusus untuk melacak rudal balistik.

"Radar FP-132 Amerika yang ditempatkan di Qatar, dilengkapi dengan kemampuan khusus untuk melacak rudal balistik dan dengan jangkauan 5.000 kilometer, telah hancur total," kata IRGC dalam pernyataannya, dilansir Turkiye Today dan NDTV via detikNews, Selasa (3/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Meski begitu, pihak Komando Pusat AS (CENTCOM) yang mengawasi operasi militer di kawasan Timur Tengah belum memberikan tanggapan terkait klaim Iran ini.

Sementara itu, pejabat Kementerian Pertahanan Qatar, yang tak disebut namanya, mengatakan kepada media Al Jazeera jika radar peringatan dini yang ada di wilayah utara negara itu kena serangan. Namun, pejabat itu tidak menyebutkan adanya korban jiwa atau korban luka akibat serangan itu.

Pejabat Qatar ini menyebut pihaknya sedang menaksir kerusakan pada radar tersebut.

Kementerian Pertahanan Qatar, dalam pernyataan resminya, mengumumkan pasukan negara itu telah mencegat sejumlah rudal Iran menggunakan sistem pertahanan udara Patriot. Namun fasilitas radar itu tampaknya terkena serangan terpisah.

Sistem radar AN/FPS-132 disebut sebagai radar peringatan dini yang sangat penting untuk sistem pertahanan udara modern, karena memungkinkan pendeteksian, pelacakan, dan pencegatan tepat waktu. Radar ini dirancang untuk mendeteksi dan melacak peluncuran rudal balistik pada jarak ekstrem.

AS memasang sistem radar canggih ini di pangkalan udara Al Udeid di Qatar -- pangkalan militer terbesar AS di Timur Tengah -- pada tahun 2013, dengan biaya sekitar USD 1,1 miliar.

Jika terkonfirmasi, maka hancurnya sistem radar canggih itu mengindikasikan penurunan signifikan kemampuan peringatan dini rudal AS di kawasan Teluk Persia.

Iran melancarkan serangan serentak terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di sedikitnya enam negara Teluk, seperti Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Kuwait, Yordania, dan Arab Saudi, sebagai pembalasan atas gelombang serangan AS dan Israel sejak Sabtu (28/2) waktu setempat.

IRGC mengungkap empat pangkalan utama AS di kawasan tersebut menjadi target "serangan rudal intensif". Pihak Iran mengklaim setidaknya 560 tentara AS tewas dan luka-luka akibat rentetan serangan pembalasan mereka. Namun, AS sejauh ini mengkonfirmasi sedikitnya empat tentaranya tewas dalam serangan balasan Iran ini.




(ams/alg)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads