Rakernas Muhammadiyah di Jogja, Ajang Konsolidasi Kekuatan Ekonomi Syarikat

Rakernas Muhammadiyah di Jogja, Ajang Konsolidasi Kekuatan Ekonomi Syarikat

Serly Putri Jumbadi - detikJogja
Kamis, 05 Feb 2026 12:26 WIB
Rakernas Muhammadiyah di Jogja, Ajang Konsolidasi Kekuatan Ekonomi Syarikat
Rakernas Muhammadiyah di Ngaglik, Sleman, Kamis (5/2/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja
Sleman -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) sebagai upaya mengonsolidasikan kekuatan ekonomi persyarikatan. Rakernas ini menjadi bagian dari langkah Muhammadiyah memperkuat pilar ekonomi sebagai pilar ketiga organisasi, selain pendidikan dan kesehatan.

Rakernas PP Muhammadiyah kali ini mengusung tema Indonesia Economic Outlook 2026 "Strategi Penguatan Ekonomi Nasional dan Ekonomi Umat yang Berkelanjutan".

Ketua PP Muhammadiyah Bidang Ekonomi, Bisnis, dan Industri Halal Muhadjir Effendy mengatakan penguatan pilar ekonomi merupakan amanat Muktamar Muhammadiyah ke-47 yang digelar di Makassar pada 2015. Sejak saat itu, Muhammadiyah terus mendorong agar pilar ekonomi dapat segera terbangun secara kokoh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau nanti tiga pilar pendidikan, kesehatan, dan ekonomi bisa kokoh, tentu Muhammadiyah ke depan akan semakin lebih baik dalam mengambil peran memajukan, mencerdaskan, dan menyejahterakan kehidupan berbangsa," kata Muhadjir usai membuka Rakernas Muhammadiyah di Ngaglik, Sleman, Kamis (5/2/2026).

Rakernas Muhammadiyah di Ngaglik, Sleman, Kamis (5/2/2026).Rakernas Muhammadiyah di Ngaglik, Sleman, Kamis (5/2/2026). Foto: Serly Putri Jumbadi/detikJogja

ADVERTISEMENT

Muhadjir menegaskan Muhammadiyah memiliki karakter sebagai social corporation atau korporasi sosial, bukan korporasi privat. Oleh karena itu, setiap keuntungan atau hasil usaha yang diperoleh akan dikembalikan untuk kepentingan masyarakat luas.

"Kalau ada manfaat, itu bukan hanya untuk warga Muhammadiyah atau umat Islam saja, tetapi untuk seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.

Ia juga menekankan Muhammadiyah bersifat inklusif dan tidak eksklusif dalam menjalankan aktivitas ekonominya. Rakernas ini pun dimanfaatkan untuk mengonsolidasikan potensi sumber daya manusia Muhammadiyah yang bergerak di bidang ekonomi dan bisnis.

"Karena itu kita terus mendorong dan mengonsolidasikan potensi-potensi SDM Muhammadiyah di bidang ekonomi dan bisnis, dan salah satunya melalui pertemuan ini," tutup Muhadjir.




(ams/afn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads