Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Seorang bocah sekolah dasar (SD) di Kcamatan Jerebuu, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas tergantung diduga bunuh diri. Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan bocah berusia 10 tahun itu.
Surat itu ditulis bocah kelas IV SD dalam bahasa daerah Bajawa. Satu baris surat itu berisi ungkapan kekecewaan korban dan juga pesan perpisahan kepada ibunya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut isi surat YBR kepada ibunya:
Kertas Tii Mama Reti (Surat untuk mama Reti)
Mama Galo Zee (Mama pelit sekali)
Mama molo Ja'o Galo mata Mae Rita ee Mama (Mama baik sudah. Kalau saya meninggal mama jangan menangis)
Mama jao Galo Mata Mae woe Rita ne'e gae ngao ee (Mama saya meninggal, jangan menangis juga jangan cari saya ee)
Molo Mama (Selamat tinggal mama)
Saat dimintai konfirmasi, Humas Polres Ngada, Ipda Benediktus R Pissort, membenarkan peristiwa itu. Dia juga membenarkan perihal surat tersebut.
"Surat itu betul, petugas turun ke TKP temukan surat itu, anak itu yang tulis," kata Benediktus melalui sambungan telepon, dilansir detikBali, Selasa (3/2/2026).
Polisi masih mendalami motif korban diduga bunuh diri. Sempat beredar kabar jika bocah itu kecewa tak dibelikan buku tulis oleh ibunya.
"Masih pendalaman," jawab Benediktus soal kabar tersebut.
Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 29 Januari 2026 lalu. Bocah itu ditemukan tewas tergantung di pohon cengkih dalam kebun milik neneknya.
"Pohon cengkih tinggi sekitar 15 meter. Ikat tali sekitar lima meter," kata Camat Jerebuu, Bernardus H. Tage.
Bocah itu sehari-hari hidup bersama neneknya di pondok, sedangkan orang tuanya tinggal di desa tetangga. Sebelum kejadian, Rabu (28/1), korban sempat menginap di rumah orang tuanya. Namun, keesokan paginya bocah itu tidak pergi sekolah justru ditemukan tewas tergantung.
Saat peristiwa itu terjadi, sang nenek tidak berada di pondok. Sang nenek berada di rumah tetangganya untuk membantu memecahkan kemiri sejak Rabu (28/1) malam.
"Omanya bantu pecah kemiri di rumah tetangga. Nginap di rumah tetangga. Korban ini malamya tidur di rumah orang tuanya," jelas Bernardus.
Jasad bocah itu pun ditemukan tetangganya yang hendak mengikat ternaknya di kebun sang nenek. Peristiwa itu langsung dikabarkan ke nenek korban.
(ams/apl)












































Komentar Terbanyak
Kata Gerindra soal Juri Lomba Cerdas Cermat MPR: Harusnya Minta Maaf ke Ocha
Desil 5 DTSEN Dapat Bantuan Apa Saja? Ini Penjelasan dan Cara Ceknya
Kepsek SMAN 1 Pontianak Dipanggil Disdikbud Buntut Viral Cerdas Cermat MPR