Seorang perempuan asal Kendal viral karena diusir oleh warga di Sewon, Bantul. Pengusiran terjadi setelah perempuan itu melaporkan pemerkosaan yang dialami anaknya.
Dalam unggahan viral di Instagram @jogja_admin, dinarasikan pengusiran yang terjadi pada Selasa (20/1) malam terjadi karena warga menganggap si wanita meresahkan. Diketahui, perempuan itu menikah dengan warga setempat.
Unggahan itu juga menyebutkan polisi sempat melakukan mediasi. Namun, warga bersikukuh untuk mengusir perempuan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Warga ******* **** Sewon Bantul dibuat geram dengan tingkah salah satu warganya yang kerap berselisih paham dan keras kepala kepada beberapa warga sekitar. Puncaknya Selasa Malam 20/1/2026 warga melakukan protes dan pengusiran kepada warga tersebut, setelah mediasi yang dilakukan ketua RT, tokoh setempat, Dukuh dan Babinkamtibmas gagal," kata akun Instagram @jogja_admin seperti dilihat detikJogja.
1. Didatangi Ratusan Orang
Salah satu warga, Maryono, menerangkan kejadian berlangsung pada Selasa malam sekitar pukul 19.00 WIB.
"Kejadiannya sehabis waktu salah isya, yang datang ada ratusan orang," ungkap Maryono, Rabu (21/1/2026).
2. Diusir Warga karena Dinilai Meresahkan
Maryono melanjutkan, perempuan tersebut diusir karena sudah membuat warga setempat resah. Ia mengungkap wanita itu sering melontarkan kata-kata kasar.
"Perempuannya itu suka meresahkan, dan suka mengatai yang jelek-jelek ke warga, mengamuk gitu. Nah, mengamuk itu kalau ditantang malah semakin berani dia," tuturnya.
Maryono menduga, wanita itu tengah stres. Sebab, kelakuannya seperti orang normal jika tidak sedang mengamuk.
"Tapi kalau tidak kumat yang komunikasinya seperti biasa. Intinya yang bersangkutan sepertinya stres," ujarnya.
Karena itu, warga menginginkan wanita itu segera angkat kaki dari Sewon. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia beserta suami dan anaknya diamankan ke Polsek Sewon.
"Setelah isya sampai jam 22.00 WIB tadi malam itu, intinya masyarakat itu hanya menginginkan dia itu baik. Terus tadi malam baik yang perempuan, suaminya dan anaknya diamankan di Polsek Sewon," ucapnya.
Senada dengan Maryono, istri Ketua RT setempat, Endang, mengatakan perempuan tersebut memang kerap mengatai warga dengan kata-kata kasar. Bahkan, beberapa kali kerap mengganggu ketentraman warga.
"Yang bersangkutan suka mengatai tetangganya dan omongannya keras, kasar, terus pernah juga keliling kampung dan mengetuk pintu-pintu. Pernah juga mencabuti serai milik warga," kata Endang.
3. Diusir Usai Laporkan Kasus Pemerkosaan Anak
Endang menjelaskan, perempuan itu diusir setelah membuat laporan ke polisi bahwa anaknya diperkosa. Akibat laporannya, ada empat orang yang ditangkap.
"Informasinya itu dia (perempuan yang diusir) melaporkan ke polisi karena anaknya jadi korban dugaan pelecehan. Tapi setelah ditanyai ternyata suaminya ikut serta, dan kenapa empat orang itu yang ditangkap, karena itu warga minta laporannya dicabut," papar Endang.
Kapolsek Sewon, AKP Sutrisno, menuturkan laporan itu tengah ditangani Polresta Jogja karena TKP-nya di sana. Ia berkata korban masih berusia 9 tahun, dengan dugaan diperkosa usai dicekoki minuman keras (miras).
"Berawal dari laporan perkosaan dan TKP-nya di Kota Jogja dengan terduga pelaku warga dan korbannya anak dari perempuan itu. Informasinya, anak itu dibawa ke hotel di Kota, dicekoki dan itu tadi (diperkosa)," ucap Sutrisno.
4. Diminta Warga Cabut Laporan
Begitu menerima laporan, Polresta Jogja menyelidiki dan mengamankan empat orang. Rupanya, warga memertanyakan soal penangkapan tersebut.
Pasalnya, bapak tiri korban, yakni suami perempuan yang diusir, terungkap ikut serta memerkosa korban. Karena itu, warga meminta supaya perempuan itu mencabut laporannya.
"Lalu Polresta mengamankan empat orang dan warga tidak terima. Warga lalu mendatangi perempuan itu, intinya minta dicabut laporannya karena ternyata bapak tiri korban ikut serta juga," ujarnya.
Namun, perempuan tersebut tidak ingin mencabut laporannya. Di sisi lain, warga juga tidak menoleransi tabiat wanita itu.
"Jadi memang ibu dan bapaknya tidak disukai warga karena tabiatnya yang jelek, ditambah itu tadi (melaporkan warga terkait kasus dugaan perkosaan tapi bapak tiri korban ternyata ikut serta)," ucapnya.
5. 1 Orang Ditahan Terkait Pemerkosaan Anak Si Wanita
Kasi Humas Polresta Jogja, Iptu Gandung Harjunadi, mengatakan laporan kasus itu masuk sekitar empat hari lalu. Satu orang terduga pelaku telah diamankan.
"Ya betul ada laporan masuk (kasus pemerkosaan), TKP-nya sekitar Kotagede. Kalau warganya (alamat korban) Bantul, bukan Kota (Jogja)," kata Gandung.
Namun Gandung belum menjelaskan secara detail kasus dugaan pemerkosaan itu. Dia bilang kasus ini masih dalam proses penyelidikan.
"Laporan sudah sekitar 4 hari yang lalu, satu (orang) sudah ditahan, yang menyusul dimintai keterangannya ada tiga (orang)," ungkap Gandung.
"Saat ini masih proses penyelidikan," sambungnya.
6. Polresta Jogja Sempat Digeruduk Warga
Iptu Gandung melanjutkan, Polresta Jogja sempat didatangi warga yang hendak mengusir perempuan itu usai melapor anaknya jadi korban pemerkosaan. Pihak Polresta juga sempat melakukan mediasi.
Dikatakan Gandung, kedatangan warga itu terjadi setelah satu terduga pelaku ditahan dalam kasus tersebut, dengan tiga orang lainnya masih dimintai keterangan.
"Warga datang ke Polresta Jogja minta kejelasan tentang tiga orang yang dimintai keterangannya oleh petugas," paparnya.
"Ada acara mediasi, (dihadiri) dari berbagai pihak. (Hasil mediasi) Belum, belum," sambung Gandung.
Adapun saat dimintai konfirmasi soal sekeluarga yang diusir warga disebut diamankan di Polresta Jogja, Gandung mengaku belum mendapat informasi dari jajaran Polresta Jogja.
"(Soal ibu dan korban dievakuasi) belum tahu. Saya tanyakan belum dibalas," ungkap Gandung.
Simak Video "Begini Euforia di Jogja Financial Festival & Run D-City 2026"
[Gambas:Video 20detik] (apu/apu)

Komentar Terbanyak
Mahasiswa UGM Terancam Sanksi Buntut Hina Pasien BPJS Yurizal
Kuliah Tak Kunjung Lulus Bikin Mahasiswa Sleman Ngamuk Rusak Sana-sini
Ulah Pemotor Mabuk lalu Ngamuk Rusak Palang KA di Sleman