Jenazah salah satu pramugari pesawat ATR 42-500 tiba di Posko Operasi SAR, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jenazah itu merupakan korban kedua yang ditemukan tim SAR setelah empat hari proses pencarian.
Dilansir detikSulsel, Danrem 142/Toddopuli Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, pada Selasa (20/1) pukul 18.10 Wita menyatakan jasad korban masih ditarik ke puncak Gunung Bulusaraung atau Bulsar. Berselang satu jam, informasi terbaru menyebutkan jenazah pramugari itu sudah dievakuasi dari puncak gunung menuju Pos 5 pendakian Gunung Bulusaraung.
Selanjutnya, jenazah pramugari benar-benar tiba di pintu masuk jalur pendakian Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep, sekitar pukul 20.05 Wita. Jenazah kemudian dibawa ke Posko DVI yang berdampingan dengan Posko Operasi SAR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jenazah tampak dibawa regu penyelamat menggunakan tandu. Jenazah korban dibungkus menggunakan kain hijau army.
Kedatangan jenazah tersebut langsung dikerumuni oleh warga setempat dan seluruh petugas SAR. Kondisi ini membuat proses evakuasi sempat melambat.
"Minggir, minggir. Kasih jalan, kasih jalan," ujar seorang prajurit TNI di lokasi.
Sebagai informasi, jenazah pramugari pesawat ATR ditemukan pada Senin (19/1) sekitar pukul 14.00 Wita. Proses evakuasi jenazah korban sempat tertahan di lereng gunung karena cuaca ekstrem, hingga akhirnya tiba di Posko Operasi SAR, malam ini.
Sementara itu, satu jenazah korban lainnya dilaporkan telah tiba di Kampung Lampesu, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Maros, hari ini. Jenazah berjenis kelamin laki-laki tersebut selanjutnya akan segera dibawa ke RS Bhayangkara, Kota Makassar.
"Korban pertama sudah sampai di Lampesu," ujar Kasi Ops Basarnas Makassar Andi Sultan kepada wartawan di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Selasa (20/1).
Andi Sultan menjelaskan, jenazah korban pertama ditemukan di lereng Gunung Bulusaraung, Minggu (18/1). Jenazah tersebut ditarik ke atas puncak gunung dengan ketinggian 200 meter, lalu dievakuasi jalur darat ke Kabupaten Maros.
Andi Sultan mengatakan evakuasi udara terhadap jenazah dari Maros ke Makassar masih bersifat rencana. Pihaknya akan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca.
"Rencananya kalau cuaca baik (jenazah) akan dievakuasi (lewat) udara dari sana. Kalau tidak maka akan dibawa ke jalan poros dekat hutan pendidikan Unhas lalu dibawa pakai ambulans ke Makassar," jelasnya.
(apu/dil)












































Komentar Terbanyak
Kasus Hogi Vs Jambret Disetop, Kapolres-Kasat Lantas Sleman Dicopot
Adik Pasang Badan buat Denada, Pertanyakan Tanggung Jawab Ayah Ressa
Kata Menko Airlangga soal Iuran Board of Peace: Kita Bayar kalau Sudah Damai