Apa Penyebab Demo di Iran yang Menewaskan Ratusan Orang? Ini Pemicu Konfliknya

Apa Penyebab Demo di Iran yang Menewaskan Ratusan Orang? Ini Pemicu Konfliknya

Anindya Milagsita - detikJogja
Selasa, 13 Jan 2026 18:34 WIB
Apa Penyebab Demo di Iran yang Menewaskan Ratusan Orang? Ini Pemicu Konfliknya
Demo Iran. (Foto: via REUTERS/Stringer)
Jogja -

Gelombang aksi unjuk rasa kini tengah melanda di Iran sejak akhir tahun 2025 kemarin. Tak hanya demo besar-besaran saja, tapi kondisi ini juga telah menelan korban jiwa. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di Iran saat ini?

Berdasarkan laporan Al Jazeera, aksi protes dan juga pemogokan di hampir seluruh wilayah Iran telah berlangsung sejak 28 Desember 2025 kemarin. Tak hanya melibatkan kelompok hak asasi manusia saja, tapi juga para pelaku bisnis. Dilaporkan ada banyak pemilik toko yang memilih menutup bisnisnya untuk ikut turun ke jalan, salah satunya ke pusat Kota Teheran, Iran.

Bahkan aksi protes tercatat telah terjadi pada setidaknya 31 provinsi yang ada di Iran. Kejadian ini mungkin saja mengingatkan publik akan aksi serupa yang pernah terjadi di tahun 2022-2023 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada saat itu, ada begitu banyak jutaan orang di Iran yang menunjukkan kemarahannya dan juga keinginan agar Iran berubah. Aksi unjuk rasa besar-besaran di Iran tahun 2022-2023 dipicu oleh kemarahan atas meninggalnya seorang mahasiswa bernama Mahsa Amini di dalam tahanan kepolisian. Diduga Mahsa Amini ditangkap karena tidak mematuhi aturan yang diwajibkan di Iran.

Namun, pihak keluarga menduga Mahsa Amini tewas karena dipukuli. Setelah aksi tersebut mereda, rupanya di tahun 2025-2026 ini masyarakat Iran kembali dihadapkan pada situasi sama yang mana mereka kembali harus turun ke jalan demi menyuarakan aspirasinya.

ADVERTISEMENT

Namun, pada demo besar-besaran di Iran kali ini dipicu oleh penyebab yang berbeda. Apa itu? Simak ulasannya berikut ini.

Poin Utamanya:

  • Demo di Iran disebabkan oleh anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar AS, inflasi tinggi hingga sekitar 40%, serta melonjaknya harga kebutuhan pokok yang semakin menekan kehidupan warga.
  • Kenaikan harga bensin bersubsidi dan penghapusan nilai tukar dolar-rial bersubsidi oleh Bank Sentral Iran memicu kemarahan masyarakat karena dinilai semakin memberatkan rakyat.
  • Aksi demo di Iran memicu adanya ratusan demonstran dilaporkan tewas, ribuan ditangkap, internet dibatasi, sementara Presiden Iran menuding pihak asing sebagai dalang memaksa dan mengambil sikap keras terhadap para demonstran.

Apa Penyebab Demo di Iran?

Kondisi Ibu Kota Iran saat ini dipenuhi dengan kerusakan infrastruktur dan juga protes yang tak berkesudahan oleh warganya. Ternyata aksi unjuk rasa ini dipicu oleh keinginan warga Iran agar rezim yang menuntut adanya perubahan.

Dilansir Independent, penyebab demo di Iran adalah masalah ekonomi. Bukan sekadar hal yang remeh, tapi menyangkut kehidupan warganya yang belakangan ini mengalami kesulitan. Tercatat, mata uang Iran (rial) tengah dalam kondisi anjlok terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi ini membuatnya memecah rekor ke dalam tingkatan yang rendah.

Dengan anjloknya nilai tukar rial terhadap dolar AS, maka dapat memicu krisis ekonomi yang dikhawatirkan bakal semakin meluas di wilayah-wilayah yang ada di Iran. Bukan hanya itu saja, warga juga semakin kesulitan hidup di tengah inflasi tahunan yang mencapai sekitar 40%.

Dengan adanya krisis ekonomi yang mengancam Iran saat ini, harga-harga kebutuhan pokok semakin melonjak. Bahkan ada kebijakan yang diambil Iran yang membuat warganya semakin murka.

Kebijakan yang dimaksud salah satunya menetapkan harga baru untuk bensin bersubsidi. Sebelumnya masih ada bensin termurah yang bisa digunakan oleh masyarakat. Namun, kebijakan yang diambil justru menaikkan harga dari bensin tersebut.

Keputusan tersebut membuat warga Iran semakin 'tercekik', mengingat kebutuhan pokok saja mereka sudah mengalami kenaikan. Ditambah lagi bensin yang tak kalah menjadi kebutuhan primer juga ikut dinaikkan harganya. Terlebih Pemerintah Iran umumnya akan meninjau harga bensin setiap tiga bulan sekali, sehingga ada kekhawatiran di kalangan masyarakat soal harganya yang lebih tajam dibandingkan saat ini.

Penyebab lainnya juga berasal dari kebijakan yang diambil oleh Bank Sentral Iran. Dikatakan Bank Sentral Iran memutuskan untuk mengakhiri nilai tukar preferensial bersubsidi dolar dan rial. Tindakan ini berlaku untuk seluruh produk yang ada, dengan obat-obatan dan gandum termasuk pengecualian.

Kemarahan warga Iran semakin memuncak setelah adanya korban dalam aksi unjuk rasa. Tak hanya beberapa demonstran yang diduga telah diculik, tapi juga ada yang kehilangan nyawanya dalam upaya demo ini.

Berapa Jumlah Korban Tewas di Iran?

Menurut Iran Human Rights, per Senin (12/1/2026) kemarin, tercatat ada 648 demonstran yang tewas pada setidaknya 31 provinsi dan 120 kota di Iran. Para korban termasuk anak-anak dengan usia di bawah 18 tahun.

Namun, jumlah tersebut berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Iran Human Rights. Sebaliknya, laporan kematian yang belum diverifikasi bisa diperkirakan mencapai ribuan orang yang mungkin telah kehilangan nyawanya.

Selain dihadapkan pada korban-korban yang berjatuhan, aksi demo di Iran juga diperparah dengan pemadaman internet sejak Senin (8/1). Situasi ini bisa dibilang membuat adanya pembatasan yang cukup ketat dalam mengakses informasi terkait jumlah korban dalam aksi unjuk rasa Iran.

Selain adanya korban tewas, terdapat juga para demonstran yang telah ditangkap. Berdasarkan laporan dari The Guardian, diperkirakan ada lebih dari 10.000 orang ditangkap. Bahkan mengacu dari sumber yang sama, tak hanya warga sipil saja yang kehilangan nyawanya, tapi juga anggota polisi maupun pasukan keamanan tidak luput sebagai korban.

Lantas, bagaimana tanggapan dari Presiden Iran? Menurut The Guardian, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, justru mengambil sikap yang cukup keras terhadap demo yang dilakukan oleh warganya. Dalam sebuah wawancara, Masoud Pezeshkian meminta agar warganya tidak bergabung ke dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Sebab, Masoud Pezeshkian justru menuding Israel dan Amerika Serikat sebagai dalang di balik kerusuhan yang terjadi di negaranya. Tak tanggung-tanggung, pemimpin Iran tersebut menyebut adanya 'teroris yang menyerang properti publik.

"Keluarga, saya meminta Anda: jangan biarkan anak-anak kecil Anda bergabung dengan perusuh dan teroris yang memenggal kepala orang dan membunuh orang lain," ujar Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.

Itulah tadi rangkuman penjelasan tentang situasi yang kini tengah terjadi di Iran buntut aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh warganya sendiri. Semoga memberikan gambaran yang jelas, ya.




(sto/ams)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads