Kocak! Pemotor Ini Pura-pura Beli Kembang Usai Keciduk Lawan Arah

Kocak! Pemotor Ini Pura-pura Beli Kembang Usai Keciduk Lawan Arah

Septian Farhan Nurhuda - detikJogja
Kamis, 08 Jan 2026 11:59 WIB
Pemotor lawan arah berujung beli kembang.
Pemotor lawan arah berujung beli kembang. Foto: Doc. Polantas Indonesia.
Jogja -

Aksi pemotor yang satu ini bikin geleng-geleng kepala. Bagaimana tidak, gegara keciduk oleh polisi saat lawan arah, pemotor pura-pura belok ke penjual tanaman dan membeli kembang.

Dikutip dari detikOto, Kamis (8/1/2026) kejadian kocak ini pun viral usai diunggah oleh akun Instagram @robimalianzani38 dan @polantasindonesia, Rabu (7/1). Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat seorang pemotor yang melawan arah berpapasan dengan perekam video yang merupakan petugas kepolisian. Melihat adanya petugas, pemotor itu langsung satset menghentikan motornya di toko bunga yang ada di pinggir jalan.

"Kenapa, Pak? Mau beli kembang? Pakdhe ada yang mau beli kembang, nih, pakdhe," demikian respons polisi usai melihat pelawan arah itu berbelok ke toko tanaman, dikutip Kamis (8/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam video tersebut, pemotor itu berdalih sejak awal memang berniat ingin ke toko tanaman. Petugas pun tidak begitu saja mempercayai sang pemotor. Pasalnya, gerak-geriknya benar-benar spontan. Dia tampak sangat terpaksa berbelok ke toko tersebut.

"Kau melawan arus kau ini, ada videonya kau ini, masih aja kau ngeyel. Kutunggu, beli kembang, rezeki pakdhenya ini," ucap polisi.

ADVERTISEMENT

Pemotor lawan arah berujung beli kembang.Pemotor lawan arah berujung beli kembang. Foto: Doc. Polantas Indonesia

Untuk memastikan pemotor membeli bunga, polisi pun menunggunya sampai benar-benar membeli kembang. Benar saja, pelanggar lalu lintas tersebut hanya membeli kembang kecil yang masih berbentuk bonggol.

Usai membeli kembang, pemotor itu kemudian kembali ke kendaraannya dan berputar arah. Dia masih beralasan, tujuan utamanya lawan arah memang untuk ke toko tanaman.

Menanggapi kejadian tersebut, pakar keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan perilaku melawan arah makin sering terlihat di jalan raya Indonesia. Menurutnya, terjadinya pelanggaran karena lemahnya penegakan hukum.

"Benar, banyak kendaraan lawan arah dan sekarang mulai masif atau berjamaah karena rendahnya penegakan hukum," ujar Sony Susmana kepada detikOto.

Selain itu, Sony menambahkan, pengendara di Indonesia juga punya karakter nekat dan tak sabaran. Mereka, kerap mencari cara untuk memangkas waktu di jalan raya. Salah satunya, tentu saja, dengan melawan arah.

"Nggak bisa dipungkiri, banyak juga yang pengemudi yang berpikir simpel atau pendek, sekalipun harus melawan arah, bahkan imbauan atau teguran polisi dianggap angin lalu. Menurut saya, ini salah satu yang membuat hilangnya wibawa petugas," tuturnya.

"Bayangkan, bagaimana kondisi lalu lintas di Indonesia lima tahun lagi? Jadi, lima tahun lagi itu implementasi hukumnya harus tegas yang diterapkan oleh kepolisian," kata Sony menambahkan.




(apl/dil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads