Malam Nisfu Syaban 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Dianjurkan

Malam Nisfu Syaban 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Dianjurkan

Nur Umar Akashi - detikJogja
Rabu, 07 Jan 2026 23:00 WIB
Malam Nisfu Syaban 2026 Tanggal Berapa? Ini Jadwal dan Amalan yang Dianjurkan
Ilustrasi malam Nisfu Syaban. Foto: Tim Infografis/Mindra
Jogja -

Malam Nisfu Syaban adalah momen penuh kemuliaan menurut sebagian ulama. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan mengisinya dengan berbagai jenis amalan shalih.

Dikutip dari laman resmi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), secara bahasa, 'nisfu' artinya setengah atau separuh. Di sisi lain, Syaban adalah nama bulan kalender Hijriah yang terletak di urutan kedelapan, diapit Rajab dan Ramadhan.

Berdasar definisi tersebut, Nisfu Syaban merujuk pada malam ke-15 bulan Syaban. Pertanyaannya, kapan malam Nisfu Syaban 2026? Artikel berikut di bawah ini mengulas jadwal dan amalan malam Nisfu Syaban secara lengkap!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Poin Utamanya:

  • Malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026.
  • Ulama berlainan pendapat tentang kemuliaan malam Nisfu Syaban karena perbedaan pendapat mengenai derajat hadits yang menyebutkannya.
  • Menurut para ulama yang menyebut malam Nisfu Syaban punya kemuliaan, tidak ada amal yang dikhususkan. Artinya, malam Nisfu Syaban boleh diisi segala macam bentuk amal shalih.

ADVERTISEMENT

Jadwal Malam Nisfu Syaban 2026

Untuk mengetahui jadwal malam Nisfu Syaban 2026, detikers harus tahu hari pertamanya terlebih dahulu. Menurut pemerintah, 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.

Prediksi dengan tanggal sama juga dikeluarkan Nahdlatul Ulama (NU) di Almanak 2026 yang dirilis Lembaga Falakiyah PCNU Kabupaten Bojonegoro. Muhammadiyah melalui Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) juga menyebut 1 Syaban 1447 H jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026.

Berdasar patokan itu, dapat diketahui bahwa hari ke-15 Syaban 2026 bertepatan dengan Selasa, 3 Februari 2026. Berhubung kalender Hijriah berganti hari saat Matahari terbenam, maka malam Nisfu Syaban alias malam ke-15 Syaban dimulai pada Senin, 2 Februari 2026 waktu maghrib.

Akhir kata, malam Nisfu Syaban 2026 jatuh pada Senin malam, 2 Februari 2026.

Benarkah Malam Nisfu Syaban Memiliki Keutamaan?

Sebelum membahas amalannya, detikers perlu sekilas menelaah benar tidaknya malam Nisfu Syaban punya keutamaan. Dikutip dari buku Kumpulan Artikel Sya'ban dan Ramadhan oleh Ammi Nur Baits ST BA, ada beberapa hadits yang menerangkan malam ini. Hanya saja, derajatnya berbeda-beda.

Salah satu hadits yang dianggap kuat karena diriwayatkan beberapa sahabat, seperti Abu Musa, Muadz bin Jabal, Abu Hurairah dan Abdullah bin Amr, datang dari Abu Musa al-Asy'ari. Hadits itu berbunyi:

إن الله ليطلع ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن

Artinya: "Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka Dia mengampuni semua makhluk-Nya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan."

Syaikh al-Albani menganggap hadits ini shahih dan memasukkannya ke kitab Silsilah Ahadits Shahihah. Sementara itu, ada pula ulama yang menilai hadits di atas lemah. Bahkan, bukan hanya hadits di atas saja, melainkan semua hadits tentang keutamaan Nisfu Syaban.

Contohnya, dikutip dari buku Ensiklopedi Amalan Sunnah di Bulan Hijriyah tulisan Abu Ubaidah Yusuf dan Abu Abdillah Syahrul Fatwa, Imam Qurthubi berkata:

"Tentang malam Nisfu Syaban tidak terdapat satu hadits pun yang dapat dijadikan sandaran, baik mengenai keutamaannya atau tentang pembatalan ajal seseorang, maka janganlah kalian mengacuhkannya." (Tafsir Imam Qurthubi, 16/128)

Perbedaan penafsiran kualitas hadits menjadi sebab terbaginya para ulama ke dalam dua kelompok besar. Wallahu a'lam bish-shawab.

Amalan Malam Nisfu Syaban yang Dianjurkan

Keutamaan malam Nisfu Syaban memang masih diperdebatkan. Namun, bila pun ternyata malam ini punya keutamaan, tidak ada amalan yang dikhususkan padanya sebagaimana penjelasan Syaikh al-Albani:

"Seandainya mengkhususkan ibadah pada malam tersebut disyariatkan, tentunya malam Jumat lebih utama daripada selainnya. Sebab hari Jumat adalah hari yang paling utama berdasarkan dalil-dalil yang shahih. Nah, tatkala Nabi SAW memperingatkan kepada umatnya dari mengkhususkannya dengan sholat malam, maka hal itu menunjukkan bahwa malam selainnya lebih utama untuk tidak boleh, kecuali bila ada dalil yang mengkhususkannya..." (at-Tahdzir minal Bida' hal 15-16)

Dilihat dari buku Mana Dalil Malam Nishfu Sya'ban? yang ditulis Ustadz Ma'ruf Khozin, Syaikh al-Mubarakfuri memberi keterangan serupa. Ia mengatakan bahwasanya malam Nisfu Syaban punya keutamaan dan dianjurkan untuk mengisinya dengan ibadah secara umum.

وَهَذِهِ الْأَحَادِيْثُ كُلُّهَا تَدُلُّ عَلَى عَظِيمٍ خَطَرٍ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ وَجَلَالَةِ شَأْتِهَا وَقَدْرِهَا وَأَنَّهَا لَيْسَتْ كَاللَّيَالِي الأُخرِ فَلَا يَنْبَغِي أَنْ يُغْفَلَ عَنْهَا بَلْ يُسْتَحَبُّ إِحْيَاءُهَا بِالْعِبَادَةِ وَالدُّعَاءِ وَالذِّكْرِ وَالْفِكْر

Artinya: "Hadits-hadits ini secara keseluruhan menunjukkan keagungan malam Nisfu Syaban, dan malam tersebut tidak sama dengan malam-malam yang lain. Dan dianjurkan untuk tidak melupakannya, bahkan dianjurkan untuk menghidupinya dengan ibadah, doa, dzikir dan tafakkur." (Syarah Misykat al-Mashabih 4/341)

Juga Ibnu Rajab al-Hambali mengabarkan bahwasanya penduduk Syam biasa memuliakan malam Nisfu Syaban. Ia berkata:

"Terkait malam Nisfu Syaban, dahulu para tabi'in penduduk Syam, seperti Khalid bin Ma'dan, Mak-hul, Luqman bin Amir, dan beberapa tabi'in lainnya memuliakannya dan bersungguh-sungguh dalam beribadah di malam itu..." (Lathaiful Ma'arif, hal 247)

Berdasar keterangan ulama-ulama di atas, malam Nisfu Syaban dapat diisi pelbagai amal shahih secara umum. Di antaranya adalah sholat sunnah Mutlak, sholat Tahajud, dzikir, doa, dan membaca Al-Quran.

Buya Yahya dalam bukunya, Hujjah Ilmiah Amalan di Bulan Sya'ban, menulis:

"Jumhur ulama berpendapat bahwa menghidupkan malam nishfu Sya'ban hukumnya adalah sunnah, baik dengan cara beribadah secara bersama-sama atau sendiri-sendiri, dan kita boleh mengisinya dengan bermacam-macam ibadah seperti puasa, shalat, dan lain sebagainya. Itulah yang dilakukan para ulama dalam menghidupkan malam nishfu Sya'ban."

Bagaimana Hukum Sholat Nisfu Syaban?

Salah satu amalan terkenal untuk mengisi malam Nisfu Syaban adalah sholat Nisfu Syaban. Apakah sholat ini dianjurkan?

Dilansir laman NU Jawa Timur, sholat Nisfu Syaban dikemukakan oleh Imam al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumiddin. Melalui kitab itu, sang imam menjelaskan bahwa sholat Nisfu Syaban berjumlah seratus rakaat.

Sholat ini dikerjakan dengan metode 2 rakaat salam berulang. Setiap rakaatnya diisi bacaan surat al-Ikhlas sebanyak 11 kali. Bisa juga dikerjakan sebanyak 10 rakaat dengan bacaan al-Ikhlas 100 kali per rakaatnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah diketahui menolak amalan ini. Alih-alih, ia menyebut sholat sunnah Mutlak sebagai ganti untuk mengisi malam Nisfu Syaban:

إِذَا صَلَّى الْإِنْسَانُ لَيْلَةَ النِّصْفِ وَحْدَهُ أَوْ فِي جَمَاعَةٍ خَاصَّةٍ كَمَا كَانَ يَفْعَلُ طَوَائِفُ مِنْ السَّلَفِ فَهُوَ أَحْسَنُ. وَأَمَّا الاجْتِمَاعُ فِي الْمَسَاجِدِ عَلَى صَلَاةَ مُقَدَّرَةٍ كَالْاجْتِمَاعِ عَلَى مِائَةِ رَكْعَةٍ بِقِرَاءَةِ أَلْفِ: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ دَائِمًا، فَهَذَا بِدْعَةٌ لَمْ يَسْتَحِبَّهَا أَحَدٌ مِنَ الْأَئِمَّةِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ

Artinya: "Apabila seseorang sholat sunnah Mutlak pada malam Nisfu Syaban sendirian atau berjamaah, sebagaimana dilakukan oleh segolongan ulama salaf, maka hukumnya adalah baik. Adapun kumpul-kumpul di masjid dengan sholat yang ditentukan, seperti sholat seratus rakaat dengan membaca surat al-Ikhlas sebanyak seribu kali, maka ini adalah perbuatan bid'ah yang sama sekali tidak dianjurkan oleh para ulama." (Majmu' Fatawa Ibnu Taimiyyah, II/469)

Pendapat sama juga dikeluarkan oleh Imam an-Nawawi, ulama kondang mazhab Syafi'iyyah. Ia menyebut sholat Nisfu Syaban sebanyak 100 rakaat adalah bid'ah yang buruk lagi mungkar.

الصَّلَاةُ الْمَعْرُوفَةُ بِصَلَاةِ الرَّغَائِبِ وَهِيَ ثِنْتَى عَشْرَةَ رَكْعَةً تُصَلَّي بَيْنَ الْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ لَيْلَةَ أَوَّلِ جُمْعَةٍ فِي رَجَبَ وَصَلَاةُ لَيْلَةِ نِصْفِ شَعْبَانَ مِائَةَ رَكْعَةٍ وَهَاتَانِ الصَّلَاتَانِ بِدْعَتَانِ وَمُنْكَرَتَانِ فَبِيْحَتَانِ وَلَا يَغْتَرْ بِذِكْرِهِمَا فِي كِتَابِ قُوْتِ الْقُلُوْبِ وَإِحْيَاءِ عُلُومِ الدِّيْنِ وَلَا بِالْحَدِيْثِ الْمَذْكُورِ فِيْهِمَا فَإِنَّ كُلَّ ذَلِكَ بَاطِلٌ

Artinya: "Sholat yang dikenal dengan nama sholat Raghaib, sebanyak 12 rakaat yang dilakukan antara maghrib dan isya di Jumat pertama bulan Rajab. Dan sholat di malam Nisfu Syaban sebanyak 100 rakaat. Dua sholat ini adalah bid'ah yang buruk dan mungkar. Jangan tertipu dengan pencantumkan kedua sholat ini di kitab Qut al-Qulub dan Ihya Ulumiddin, dan jangan terpedaya dengan hadits keduanya. Sebab semua haditsnya adalah palsu." (Al-Majmu', 4/56)

Wallahu a'lam bish-shawab.

Demikian informasi lengkap mengenai tanggal malam Nisfu Syaban 2026 beserta amalannya. Semoga bermanfaat!




(par/aku)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads