Seorang ibu di China selatan harus duduk sebagai pesakitan di kursi pengadilan. Ia menyebabkan putrinya tewas saat melakukan 'ritual pengusiran setan'.
Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Biro Hukum Rakyat Shenzhen, pengadilan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, memvonis perempuan bermarga Li dengan hukuman tiga tahun penjara dengan masa percobaan selama empat tahun Juli lalu.
Dilansir South China Morning Post via Wolipop Rabu (31/12/2025), Li dan dua anaknya begitu tergila-gila dengan praktik supranatural yang melibatkan telepati maupun meditasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka selama ini percaya, mereka diserang dan dirasuki oleh iblis. Bahkan, mereka juga yakin bahwa 'jiwa mereka sudah dijual' kepada sosok tertentu.
Puncaknya pada Desember 2024, putri bungsu Li, Xie, tiba-tiba mengaku bahwa dia dirasuki iblis, dan meminta ibu serta kakak perempuannya untuk melakukan ritual pengusiran setan.
Dalam ritual itu, dada Li akan ditekan sedemikian keras. Ia juga akan dicekoki dengan air untuk membuatnya muntah.
Li dan putri sulungnya, juga bermarga Xie, saat itu tanpa ragu langsung melangsungkan ritual. Di tengah upaya eksorsisme, Xie mengaku cara tersebut efektif, dan meminta ibu serta kakaknya untuk meneruskannya.
Namun pagi harinya, salah satu keluarga yang berkunjung menemukan Xie sudah dalam kondisi mulutnya mengeluarkan darah, dan menelepon polisi. Paramedis yang tiba kemudian menyatakan Xie tewas di lokasi kejadian.
Dalam putusannya, pengadilan menyatakan Li terbukti melakukan kelalaian yang menyebabkan kematian. Pasalnya, dia dan anaknya hanya berusaha membantu Xie.
Selain Li, putri sulungnya juga menerima vonis yang sama seperti ibunya. Kasus tersebut lantas jadi perbincangan netizen setempat.
"Ini adalah kasus yang konyol namun menyeramkan," ungkap salah satu warganet. "Kultus apa ini? Kita masih berada di 2025, kan?" timpal lainnya seraya terkejut.
"Para pemuja takhayul biasanya sangat keras kepala. Mereka membayangkan bisa menuding kematian mereka akibat 'iblis yang sangat kuat'," lanjut netizen lainnya.
(apu/afn)












































Komentar Terbanyak
Adik Pasang Badan buat Denada, Pertanyakan Tanggung Jawab Ayah Ressa
5 Hal Tentang Mahasiswa Unisa Jogja Aniaya Pacar Terancam DO
Kata Menko Airlangga soal Iuran Board of Peace: Kita Bayar kalau Sudah Damai