Uji coba Malioboro full jalur pedestrian Senin lalu lagi-lagi membuat pedagang gigit jari. Kondisi serupa juga dikeluhkan pedagang Malioboro saat uji coba full pedestrian pada Selasa (7/10) silam. Berikut respons Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY).
Uji coba full pedestrian itu dilakukan mulai pukul 08.00 hingga 24.00 WIB pada 1 dan 2 Desember 2025. Siang di hari pertama uji coba, Malioboro tampak lengang. Hanya ada pejalan kaki, andong, dan becak kayuh.
Padagang Takut Jualan
Pedagang lotek di Jalan Dagen, Sugiarti, saat itu mengeluhkan sepinya pengunjung. Terlihat di depan lapaknya untuk mangkal becak motor (bentor) yang biasa mangkal di Jalan Malioboro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Becak (mangkal) di depan warung, ya siapa yang mau beli? Kan mau masuk jadi sungkan. Jelas berkurang (omzet) ini baru Rp 200 ribu ndak ada. Biasanya Rp 350-400 ribu udah dapet. Parkir susah, akses susah, harus muter-muter," ujar Sugiarti kepada detikJogja, Senin (1/12/2025).
Pedagang kuliner lainnya, Lia, mengatakan meski uji coba dilakukan pada hari Senin, imbasnya pengunjung tetap anjlok dibanding hari biasa. Lia pun saat itu memilih tidak berjualan karena takut rugi seperti saat uji coba full pedestrian pada Oktober lalu.
"Biasanya meskipun hari Senin yang dari KRL itu masih banyak yang mampir lho. Tapi hari ini ya begini masih sepi," ujar Lia.
"Saya aja ini ndak jualan lho, lha gimana (saat uji coba pertama lalu) Modal aja nggak balik, Separuh dari modal aja nggak balik," sambung dia.
Suasana uji coba Malioboro full pedestrian, Jogja Senin (1/12/2025). Foto: Adji G Rinepta/detikJogja |
Ojol Kewalahan Ambil Order
Keluhan juga datang dari pengemudi ojek online (ojol) yang hendak mengambil orderan makanan di gerai-gerai kawasan Malioboro. Diketahui, di Jalan Malioboro banyak gerai-gerai makanan cepat saji, terutama di sisi utara.
Salah satu pengemudi ojol, Age, mengeluh harus jalan kaki cukup jauh untuk mengambil pesanan di gerai makanan. Ia mengaku harus memarkir motornya di Jalan Perwakilan, salah satu sirip jalan Malioboro, lalu berjalan kaki.
"Parkir di pos satpam mal, ini orderan yang kedua di area sini. Iya memang harus jalan (agak jauh)," ucap dia, Senin (1/12/2025).
Pengemudi ojol lainnya, Edwin, berharap ada solusi jika kelak ada uji coba lagi.
"Kantong-kantong parkir buat ojol belum ada, jadi ojol kan masalahnya di pengambilan food ya, sini kan area food semua. Kalau kita nggak punya kantong parkir pasti susah," paparnya.
"Lebih kalau 100 meter (jalan), ya harapannya dikasih kantong parkir di dekat foodnya, jadi ada jalur masuk khusus lah," sambung Edwin.
Tanggapan Pemda DIY
Merespons keluhan itu, Pemda DIY) menanggapi dengan menyatakan masyarakat belum terbiasa dengan kebiasaan baru.
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengatakan keluhan yang muncul akibat uji coba full pedestrian ini pasti terjadi. Pasalnya masyarakat dipaksa beradaptasi dengan kebiasaan baru.
"Kita sudah terbiasa dengan pedestrian itu jam 17.00 sampai jam 22.00, tiba-tiba kita (uji coba) 24 jam. Terjadi sesuatu nggak? Terjadi pasti. Terjadi chaos misalnya kemacetan," ungkap Made saat dihubungi, Selasa (2/12/2025).
"Tapi ketika ini berlanjut dari kurun waktu yang cukup panjang dan itu dilakukan penataan, saya yakin hal-hal yang kemudian diributkan oleh mungkin dari masyarakat, kemacetan, itu karena kekurangan kesiapan dari semuanya, dari masyarakatnya, dari kita yang memberikan informasi," sambungnya.
Made menyoroti soal sosialisasi diberlakukannya uji coba ini sebelumnya, yang menurutnya harusnya bisa membuat masyarakat atau siapa pun yang akan beraktivitas di Malioboro bisa bersiap.
"Tapi ini akan menjadi catatan juga. Bukan berarti bahwa ini gagal atau tidak bagus, tidak. Karena kita bicara cuma satu hari dan dua hari," ungkap Made.
"Nggak usah soal pedestrian, kita kalau melakukan apapun sekarang ya, kalau kita sudah terbiasa dengan sesuatu, kemudian tiba-tiba dirubah habitnya, pasti juga akan terjadi sesuatu lah. Mungkin eh kok ketidaknyamanan dan lain-lain. He eh. Tapi kalau itu sudah berjalan dalam kurun waktu tertentu, akhirnya juga nyaman," tambah Made.
Simak Video "Video: Viral Sejumlah Bus Dilempari Batu di Tol Jogja-Solo "
[Gambas:Video 20detik]
(dil/dil)













































Komentar Terbanyak
Profil Noe Letto, Anak Cak Nun yang Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN Kemhan RI
Kronologi Mahasiswa Papua Tewas Ditusuk Usai Duel di Bantul
Mahfud MD Ungkap Rekomendasi KPRP soal Rekrutmen Polri: Tak Ada Lagi Titipan