Mengenal 4 Geopark di Jawa Timur, Kawasan Alam yang Menyimpan Jejak Purba

Mengenal 4 Geopark di Jawa Timur, Kawasan Alam yang Menyimpan Jejak Purba

Anastasia Trifena - detikJatim
Sabtu, 23 Mei 2026 09:50 WIB
Kuda milik warga memakan rumput di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (25/4/2024). Balai Besar TNBTS memberlakukan penutupan sementara kegiatan wisata pada 25-26 April 2024 dalam rangka pembersihan kawasan wisata usai libur Lebaran. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/aww.
Kuda milik warga memakan rumput di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, Jawa Timur.. Foto: ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya
Surabaya -

Jawa Timur ternyata tidak hanya dikenal lewat wisata gunung dan pantainya saja. Di balik bentang alamnya, provinsi ini menyimpan kawasan geopark yang merekam sejarah bumi jutaan tahun lalu. Beberapa kawasan bahkan sudah diakui UNESCO sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp).

Keindahan bentang alam berpadu dengan warisan geologi menjadikan geopark di Jawa Timur, menarik untuk dijelajahi. Mulai dari kawasan pegunungan, situs fosil purba, hingga fenomena alam unik, setiap geopark menawarkan cerita berbeda yang sarat edukasi sekaligus memikat wisatawan.

Apa Itu Geopark?

Menurut informasi dari situs Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), geopark atau taman bumi merupakan kawasan dengan unsur geologi yang memiliki nilai tinggi serta kaya akan keragaman hayati dan budaya yang dikembangkan secara berkelanjutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Geopark tidak hanya berfokus melindungi situs geologi, tetapi juga mendorong edukasi, penelitian, hingga pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi daerah.

Secara sederhana, geopark adalah konsep pengelolaan kawasan yang menggabungkan tiga pilar utama, yaitu konservasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat. Karenanya, kawasan geopark menjadikan alam sebagai sarana belajar sekaligus membuka peluang ekonomi lewat pariwisata.

ADVERTISEMENT

Konsep geopark juga tidak selalu berarti kawasan yang tertutup dari aktivitas masyarakat. Dalam praktiknya, kawasan geopark tetap dapat dimanfaatkan untuk kegiatan ekonomi, wisata, hingga industri tertentu selama tidak merusak situs warisan geologi yang menjadi bagian penting kawasan tersebut.

Fungsi Geopark

Geopark memiliki fungsi menjaga warisan geologi, serta mendukung pendidikan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat. Karena itu, kawasan geopark dikembangkan agar memberi manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Berikut beberapa fungsi utama geopark, dirangkum dari Instagram @disbudprovjatim.

1. Menjaga Warisan Sejarah Bumi

Geopark berfungsi melindungi situs-situs geologi yang langka dan bernilai ilmiah tinggi agar tidak rusak akibat eksploitasi maupun aktivitas manusia yang tidak terkendali.

2. Menjadi Laboratorium Alam Terbuka

Kawasan geopark dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi dan penelitian tentang proses terbentuknya bumi, perubahan iklim purba, hingga sejarah evolusi manusia dan biodiversitas.

3. Menggerakkan Ekonomi Masyarakat Lokal

Pengembangan geowisata membuka peluang usaha bagi masyarakat seperti jasa pemandu wisata, penginapan, kuliner khas daerah, hingga produk kerajinan lokal.

4. Melestarikan Budaya dan Identitas Daerah

Tradisi, cerita rakyat, dan budaya masyarakat yang tumbuh bersama kondisi alam kawasan ikut dijaga sebagai bagian dari identitas daerah.

5. Mendukung Mitigasi Bencana

Pemahaman terhadap struktur geologi kawasan membantu masyarakat dan pemerintah mengenali potensi bencana sehingga langkah pencegahan dan kesiapsiagaan bisa dilakukan lebih baik

Daftar Geopark Nasional dan Aspiring Geopark di Jawa Timur

Jawa Timur menjadi salah satu provinsi dengan kekayaan geopark yang cukup lengkap di Indonesia. Selain memiliki dua kawasan UNESCO Global Geopark (UGGp) yakni Ijen (Banyuwangi) dan Gunung Sewu (Pacitan), Jawa Timur juga memiliki sejumlah geopark nasional dan aspiring geopark yang menyimpan sejarah geologi, budaya, hingga biodiversitas unik.

1. Geopark Bojonegoro

Melansir laman resmi Pemkab Bojonegoro, Geopark Bojonegoro berstatus aspiring UNESCO Global Geopark (aUGGp) dan berada di bagian barat Jawa Timur. Kawasan ini dikenal memiliki rekaman geologi penting dari wilayah utara Cekungan Jawa Timur yang terbentuk dari proses sedimentasi laut purba hingga deformasi tektonik selama jutaan tahun.

Geopark Bojonegoro mengusung tema "Unique Petroleum System on Land" atau sistem perminyakan unik di daratan. Keunikan tersebut terlihat dari adanya singkapan alami elemen sistem minyak bumi seperti batuan induk, jalur migrasi, reservoir, hingga rembesan minyak yang dapat diamati langsung di permukaan.

Keberadaan Sungai Bengawan Solo juga menjadi bagian penting dalam pembentukan bentang alam kawasan ini. Kondisi geologi tersebut memengaruhi ekosistem, sumber air, penggunaan lahan, hingga aktivitas masyarakat sekitar. Karena itu, Geopark Bojonegoro dikembangkan sebagai laboratorium alam untuk edukasi, konservasi, dan pembangunan berkelanjutan berbasis masyarakat.

2. Geopark Tulungagung

Berdasarkan informasi dari Tulungagung.go.id, kawasan selatan Tulungagung memiliki bentang alam karst yang didominasi gunung marmer dan gua-gua kapur yang menyimpan jejak kehidupan purba. Kawasan ini semakin dikenal karena menjadi lokasi penemuan fosil Homo Wajakensis atau Manusia Wajak.

Fosil tersebut ditemukan di kawasan Wajak pada tahun 1888 oleh B.D. van Rietschoten dan kemudian diteliti Eugene Dubois. Homo Wajakensis diperkirakan hidup pada akhir masa Pleistosen sekitar 28.000 hingga 37.000 tahun lalu dan menjadi salah satu bukti penting keberadaan manusia purba di Asia Tenggara.

Selain memiliki nilai paleoantropologi, kawasan ini juga menyimpan potensi wisata edukasi geologi dan budaya. Melalui pengembangan Geopark Wadjakensis, potensi alam dan sejarah tersebut diharapkan dapat terus dilestarikan sekaligus dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

4. Pulau Bawean Gresik

Pulau Bawean di Kabupaten Gresik juga menjadi salah satu kawasan aspiring geopark yang menarik perhatian. Melansir informasi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Bawean merupakan gugusan pulau di Laut Jawa yang berada sekitar 120 kilometer di utara Surabaya.

Secara geologis, Pulau Bawean merupakan bekas gunung api purba dengan aktivitas vulkanisme yang membentuk karakter bentang alamnya saat ini. Pulau ini memiliki ekosistem pesisir dan laut yang masih cukup asri karena letaknya yang terpisah dari Pulau Jawa.

Namun, perkembangan wilayah dan aktivitas penangkapan ikan yang kurang ramah lingkungan membuat beberapa ekosistem di Bawean mulai menghadapi ancaman kerusakan.

Karena itu, kawasan ini terus didorong menjadi kawasan konservasi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam sekaligus mendukung wisata berbasis lingkungan dan budaya lokal.

5. Kawasan Bromo Tengger Semeru

Kawasan Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu bentang alam vulkanik paling terkenal di Jawa Timur. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru berada di wilayah Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo dengan luas lebih dari 50 ribu hektare.

Melansir portal resmi Kabupaten Malang, kawasan ini ditetapkan sebagai taman nasional sejak tahun 1982 dan dikenal sebagai salah satu destinasi wisata utama di Jawa Timur. Gunung Bromo dengan lautan pasirnya menjadi daya tarik utama, sementara Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa menjadi magnet bagi para pendaki.

Selain panorama vulkanik, kawasan ini juga memiliki kekayaan flora dan fauna langka seperti edelweis, cemara gunung, macan tutul jawa, hingga ajag. Kehidupan masyarakat Suku Tengger yang masih menjaga tradisi adat di kawasan pegunungan juga menjadi bagian penting dari nilai budaya yang dimiliki kawasan ini.

Itulah Geopark di Jawa Timur yang menyimpan kekayaan alam, sejarah bumi, hingga budaya lokal yang tersebar di berbagai daerah. Keberadaan kawasan ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga warisan alam agar tetap lestari sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.




(irb/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads