Tren Wisata Akhir Tahun, Ini Destinasi Jatim yang Wajib Masuk List

Tren Wisata Akhir Tahun, Ini Destinasi Jatim yang Wajib Masuk List

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Sabtu, 27 Des 2025 12:20 WIB
Daya Tarik Taman Nasional Baluran
Daya Tarik Taman Nasional Baluran. Foto: Website Resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo
Surabaya -

Menjelang libur akhir tahun, minat masyarakat untuk berwisata kembali meningkat. Di Jawa Timur (Jatim), sejumlah destinasi mulai ramai diburu wisatawan karena menawarkan pengalaman alam, kuliner, hingga wisata keluarga yang mudah diakses.

Beragam destinasi wisata di Jatim selalu menjadi jujukan wisatawan. Jatim memiliki kekayaan wisata yang lengkap, yang tidak hanya menyuguhkan panorama alam memukau, tetapi kuliner khas daerah serta fasilitas yang memadai.

Tren Wisata Akhir Tahun di Jatim

Tren pariwisata terus berkembang seiring perubahan perilaku wisatawan di era digital. Saat ini, arah pariwisata tidak hanya berfokus pada kunjungan, tetapi juga pada konsep berkelanjutan, pemanfaatan teknologi, serta pengalaman yang lebih autentik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip Kemenparekraf, perubahan ini didorong peran generasi Milenial dan Gen Z sebagai wisatawan digital native. Kehadiran teknologi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), hingga Augmented Reality dan Virtual Reality (AR/VR) turut menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih personal, efisien, dan imersi.

Visitors watch digital artwork at teamLab Biovortex in Kyoto, Japan, November 9, 2025. REUTERS/Kim Kyung-HoonMuseum seni digital di Jepang yang menanfaatkan perkembangan teknologi Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon

Penentuan tren pariwisata dalam Indonesia Tourism Outlook 2025/2026 dianalisis menggunakan metode komprehensif dan berlapis. Proses analisis dilakukan dengan menghimpun temuan perubahan dari tiga sumber utama, yakni tinjauan literatur yang relevan, pengamatan para ahli, serta diskusi kelompok terpumpun (FGD).

ADVERTISEMENT

Setiap perubahan, baik positif maupun negatif, dipertimbangkan secara objektif guna memastikan analisis yang tidak bias. Dalam hal ini, wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) memiliki preferensi jenis wisata yang serupa, meski dengan urutan prioritas yang berbeda.

Terdapat enam tren pariwisata unggulan menurut kedua segmen tersebut, yaitu Cultural Immersion, Eco-Friendly Tourism, Nature and Adventure-Based Tourism, Culinary and Gastronomy Tourism, Wellness Tourism, serta Bleisure.

Namun demikian, terdapat perbedaan orientasi antara wisnus dan wisman. Wisman cenderung memilih Cultural Immersion, Eco-Friendly Tourism, serta Nature-Based Adventure yang mencerminkan pencarian makna, koneksi lintas budaya, dan kepedulian terhadap keberlanjutan.

Sementara itu, wisnus lebih condong pada Culinary and Gastronomy Tourism serta Cultural Immersion yang berorientasi pada relaksasi, eksplorasi rasa, dan kenyamanan berwisata di dalam negeri. Meski berbeda, kedua segmen sama-sama berorientasi pada eksplorasi dan pengalaman langsung.

Menurut Wonderful Indonesia Outlook 2025/2026, prediksi tren pariwisata Indonesia selaras dengan tren pariwisata global. Enam tren pariwisata diperkirakan terus berkembang hingga 2026. Berikut tren wisata akhir tahun, dan destinasi di Jatim yang wajib masuk daftar liburan.

1. Cultural Immersion (Pendalaman Budaya)

Cultural Immersion menjadi salah satu tren pariwisata yang paling diminati wisatawan Indonesia. Tren ini menekankan berwisata tidak hanya sekadar mengunjungi destinasi populer, tetapi membangun koneksi budaya yang bermakna.

Desa Wisata KelingPemandangan di Desa Wisata Keling, Kediri, Jatim Foto: Instagram @dewatakeling

Wisatawan tidak hanya datang untuk berlibur, tetapi terlibat dalam kehidupan masyarakat setempat, memperluas wawasan, serta membangun empati lintas budaya. Mengutip Instagram @jatimpemprov, sejumlah destinasi cultural immersion di Jawa Timur antara lain sebagai berikut.

a. Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong

Desa Wisata Kampung Majapahit BejijongDesa Wisata Kampung Majapahit Bejijong Foto: Jadesta Kemenparekraf

Mengutip jadesta.kemenparekraf.go.id, Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong terletak di jantung bekas ibu kota Kerajaan Majapahit, tepatnya di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Desa ini dikelilingi puluhan candi peninggalan Majapahit yang berjaya sekitar tahun 1400 M, dan menguasai hampir dua pertiga wilayah dunia. Kampung Majapahit Bejijong menyandang dua predikat nasional dari Kemendikbud RI, yakni Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Beragam peninggalan sejarah menjadi daya tarik utama Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong, seperti Candi Brahu, Maha Vihara Majapahit, serta Petilasan Siti Inggil yang diyakini sebagai petilasan Raja Majapahit Raden Wijaya.

Mengutip detikJatim, fasilitas di desa wisata ini cukup lengkap, mulai dari area parkir, balai pertemuan, kafetaria, kamar mandi umum, kios suvenir, kuliner, musala, area swafoto, spot foto, hingga jaringan wifi.

Jam operasional Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong mulai pukul 07.30 WIB hingga 17.00 WIB. Sementara harga tiket masuk wisata sejarah satu ini cukup terjangkau, yaitu sekitar Rp 3.000-Rp 5.000.

b. Kampung Budaya Pujon Kidul

Desa Wisata Pujon KidulDesa Wisata Pujon Kidul Foto: Jadesta Kemenparekraf

Desa Wisata Pujon Kidul terletak di kawasan Cafe Sawah, Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Destinasi ini menawarkan pengalaman berbeda dengan memadukan keindahan alam dan nuansa pedesaan yang asri.

Salah satu daya tarik utama adalah Kampung Budaya, yang melestarikan kesenian tradisional, upacara adat, rumah adat, bahasa dan dialek lokal, hingga pakaian adat. Dengan harga tiket Rp 12.500, pengunjung bisa menikmati kekayaan budaya setempat secara lengkap.

c. Museum Trowulan

Museum Trowulan.Museum Trowulan. Foto: Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Timur

Museum Trowulan atau Museum Majapahit berlokasi di Jalan Simpang Trowulan, Mojokerto. Museum ini dibuka sejak 1926 untuk menyimpan dan memamerkan benda purbakala hasil penelitian Oudheidkundige Vereeneging Majapahit (OVM) yang didirikan pada 1924.

Koleksi unggulan Museum Trowulan, antara lain Patung Hariti, Pantheon Hindu, Sumur Kuno, Samuderamanthana, Arca Wisnu, Gajasura Samhara, prasasti, hingga buah maja.

d. Candi Tikus

Petugas Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim melakukan kegiatan evaluasi pemugaran di situs Candi Tikus di Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Rabu (1/7/2020). Kegiatan ini sebagai upaya untuk mengumpulkan data yang meliputi data teknis keterawatan atau konservasi, lingkungan, dan aspek pemanfaatan sehingga mengetahui perkembangan yang terjadi pada Candi Tikus setelah pemugaran terakhir pada 1984-1985. ANTARA FOTO/Syaiful Arif/aww.Candi Tikus Foto: ANTARA FOTO/SYAIFUL ARIF

Candi Tikus terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Candi Tikus diperkirakan dibangun pada abad ke-13 hingga ke-14. Harga tiket masuknya sekitar Rp 3.000 per orang.

Sementara itu, jam operasional Candi Tikus pukul 08.00-16.00 WIB. Fasilitas yang tersedia di destinasi ini meliputi area parkir, pusat informasi, toilet, rumah makan, gazebo, serta pusat cenderamata.

2. Eco-Friendly Tourism

Tren Eco-Friendly Tourism muncul dari meningkatnya kesadaran kolektif wisatawan terhadap kelestarian lingkungan. Wisata tidak hanya dinikmati, tetapi dilakukan dengan prinsip menjaga keberlanjutan alam. Beberapa destinasi eco-friendly di Jawa Timur antara lain sebagai berikut.

a. Taman Nasional Baluran

Daya Tarik Taman Nasional BaluranTaman Nasional Baluran Foto: Website Resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Situbondo

Berada di Kabupaten Situbondo dan berbatasan dengan Kabupaten Banyuwangi, Taman Nasional Baluran kerap dijuluki Africa van Java. Destinasi ini menawarkan Pantai Bama, Savana Bekol, serta keanekaragaman flora dan fauna.

Harga tiket masuk Taman Nasional Baluran bagi wisatawan domestik berkisar Rp 16.500-Rp 18.500. Sedangkan, untuk wisawatan mancanegara lebih tinggi, yaitu sekitar Rp 150.000-Rp 220.000.

b. Pantai Tiga Warna Malang

pantaiPantai Tiga Warna Malang Foto: (Majawati/d'Traveler)

Pantai Tiga Warna terletak di terletak di Desa Tambakrejo, Malang Selatan, dekat Sendang Biru. Pantai ini memiliki gradasi tiga warna yang khas, yakni biru, hijau, dan cokelat kemerahan. Harga tiket masuknya Rp 10.000 per orang, sekaligus memberikan edukasi konservasi lingkungan.

3. Nature & Adventure-Based Tourism

Tren wisata ini menawarkan pengalaman wisata yang menantang sekaligus bermakna, dengan tetap memperhatikan kelestarian alam dan pemberdayaan masyarakat lokal. Destinasi wisata di Jatim yang menawarkan tren wisata nature & adventure-based tourism adalah sebagai berikut.

a. Kawah Ijen

Taman Wisata Kawah Ijen.Taman Wisata Kawah Ijen. Foto: Istimewa

Terletak di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, Kawah Ijen menjadi destinasi unggulan Jawa Timur. Harga tiket masuk bagi wisnus mulai Rp 5.000-Rp 7.500, sedangkan wisman Rp 100.000-Rp 150.000.

b. Air Terjun Tumpak Sewu

Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang.Air Terjun Tumpak Sewu Lumajang. Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim

Air terjun yang dikenal sebagai Tebing Nirwana ini terletak di lereng Gunung Semeru dan menawarkan panorama alam eksotis. Harga tiket masuk Rp 20.000 untuk wisnus dan Rp 120.000 untuk wisman.

c. Rafting Probolinggo

Rafting di Sungai Pekalen, Kabupaten Probolinggo, menawarkan pengalaman arung jeram menantang dengan pemandangan alam yang memukau, termasuk tebing alami, hutan, air terjun, dan gua kelelawar.

Sungai ini menyediakan berbagai tingkat jeram, mulai jalur pemula hingga yang lebih ekstrem, dengan durasi pengarungan sekitar 2,5-3 jam. Wisatawan akan didampingi pemandu profesional dan mendapatkan perlengkapan keselamatan standar, sehingga pengalaman petualangan tetap aman dan menyenangkan.

4. Culinary & Gastronomy Tourism

Lontong Balap Pak Budi Garuda di Surabaya.Lontong Balap Pak Budi Garuda di Surabaya. Foto: Anastasia Trifena/detikJatim

Culinary & gastronomy tourism tidak sekadar soal menikmati rasa makanan, tetapi juga merasakan pengalaman budaya dan tradisi yang melekat pada setiap hidangan. Wisata kuliner memungkinkan pengunjung untuk memahami cara hidup, kearifan lokal, dan cerita di balik resep turun-temurun.

Di Jawa Timur, ragam kuliner khas menawarkan pengalaman yang begitu kaya, mulai dari rawon dengan kuah hitamnya yang pekat, sate Madura yang gurih, pecel dengan sambal kacang khas, lontong balap dan tahu campur yang melegenda, hingga bakso Malang, nasi krawu, wedang angsle, dan ronde.

Setiap hidangan tidak hanya memanjakan lidah, tetapi mencerminkan budaya setempat melalui bahan baku lokal, teknik memasak tradisional, dan cara penyajian yang khas. Dengan begitu, perjalanan kuliner di Jatim menjadi kombinasi antara petualangan rasa dan penelusuran budaya.

5. Wellness Tourism

Fasilitas baru Pemandian Air Panas Cangar di Kota BatuFasilitas baru Pemandian Air Panas Cangar di Kota Batu Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim

Wellness tourism menitikberatkan pada pemulihan tubuh dan pikiran secara holistik, dengan fokus pada relaksasi, kesehatan, dan kebugaran. Di Jawa Timur, salah satu destinasi unggulan adalah Pemandian Air Panas Cangar di kaki Gunung Welirang, yang buka setiap hari pukul 08.00-15.00 WIB.

Pemandian ini menawarkan pengalaman menyegarkan di tengah alam pegunungan, dengan air panas alami yang kaya mineral untuk meredakan pegal, meningkatkan sirkulasi darah, dan menenangkan pikiran.

Selain mandi air panas, pengunjung juga bisa menikmati suasana asri pegunungan, udara segar, serta spot foto yang menenangkan, menjadikan kunjungan ke Cangar sebagai kombinasi relaksasi fisik dan mental.

6. Bleisure

Bleisure adalah konsep perjalanan yang memadukan urusan bisnis dengan rekreasi, memungkinkan wisatawan menikmati waktu senggang tanpa mengganggu agenda pekerjaan. Wisatawan disarankan memilih aktivitas atau destinasi yang berdekatan dengan lokasi kerja atau tempat pertemuan bisnis.

Misalnya, setelah rapat atau konferensi, wisatawan bisa menjelajahi destinasi lokal, mencicipi kuliner khas, atau mengunjungi tempat wisata terdekat. Dengan pendekatan ini, perjalanan bisnis tidak hanya produktif secara profesional, tetapi memberi pengalaman wisata yang menyenangkan dan berkesan.

Artikel ini ditulis Eka Fitria Lusiana, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.



(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads