Kisah inspiratif datang dari Slamet Santoso (28), pemuda asal Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Berangkat ke Polandia sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), nasib justru membawanya mencicipi karier sebagai pesepak bola profesional di Eropa.
Berikut adalah sejumlah fakta menarik di balik keberhasilan Slamet menembus kompetisi sepak bola Polandia.
Fakta-fakta Kisah Slamet Santoso TKI Banyuwangi
1. Bergabung dengan Klub Sokol Pyrzyce
Slamet Santoso kini resmi dikontrak oleh klub sepak bola bernama Sokol Pyrzyce. Klub tersebut merupakan tim yang berbasis di Kota Pyrzyce, Provinsi Pomerania Barat, Polandia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
2. Berawal dari Iseng Ikut Main di Stadion
Kesempatan emas ini datang tanpa melibatkan agen pemain profesional. Slamet, yang memiliki hobi menonton sepak bola, sering menghabiskan waktu di stadion dekat tempat tinggalnya di Polandia untuk melihat klub lokal bertanding dan latihan.
"Awalnya saya menonton bola di daerah tempat saya tinggal sehabis liat pertandingan saya ikut bermain bola bersama anak-anak yang ada di stadion, setalah itu ada official tim kota ini meminta kontak saya untuk ikut latihan bersama timnya untuk melakukan trial kalau pelatih cocok kamu akan masuk tim kita kata dia begitu," kenang Slamet menceritakan awal mulanya kepada detikJatim, Kamis (4/6/2026).
3. Melalui Masa Trial Selama Dua Bulan
Tawaran dari ofisial tim tersebut langsung diambil oleh Slamet. Ia harus berjuang membuktikan kemampuannya dengan mengikuti program latihan dan trial selama hampir dua bulan sebelum akhirnya meluluhkan hati jajaran pelatih.
"Selama hampir dua bulan saya ikut latihan baru saya bisa resmi ikut tim di sini dan melalui administrasi yang panjang karena saya orang asing di sini," jelas Slamet.
4. Administrasi Rumit dan Siap Lakukan Debut
Karena statusnya sebagai warga negara asing (WNA), Slamet harus melewati proses birokrasi kepindahan pemain yang cukup panjang. Seluruh dokumen administrasinya baru rampung pada akhir Mei 2026 dan kini ia bersiap melakoni laga perdana.
Saya masih baru di sahkan dari PSSI-nya di sini Minggu lalu, jadi saya belum debut resmi di kompetisi mungkin pekan depan Insyaallah," tambahnya melalui pesan singkat.
5. Mengidolai Cristiano Ronaldo karena Kedisiplinan
Slamet mengaku impian masa kecilnya memang menjadi pesepak bola. Semangatnya kian terpacu karena mengidolai megabintang asal Portugal, Cristiano Ronaldo. Sifat disiplin Ronaldo itulah yang ia terapkan selama merantau.
"Pemain bola kelas dunia favorit saya adalah Cristiano Ronaldo. Saya suka dengan kedisiplinannya," tegas Slamet.
Sifat disiplin itu pula yang ia rasakan menjadi pembeda utama antara atmosfer sepak bola di Eropa dan tanah air. "Ya sama aja di Indonesia cuman di sini lebih disiplin waktu," terangnya.
6. Bermodal Pengalaman Merumput di Liga 3 Jatim
Kemampuan olah bola Slamet tidak datang instan. Sebelum memutuskan mengadu nasib ke Polandia sebagai pekerja, ia merupakan pemain yang aktif berkompetisi di kasta Liga 3 Jawa Timur bersama sejumlah klub lokal Banyuwangi.
"Saya mencintai sepak bola, saya sebelumnya di Indonesia juga pemain liga 3 terakir ikut baruna Nusantara di Banyuwangi, sebelum itu sempat di Banyuwangi Putra," pungkas Slamet yang kini juga telah mengantongi dukungan penuh dari orang tua serta istrinya untuk berkarier di Polandia.
