Resep Infused Water dari Buah-buahan Lokal Jatim untuk Buka Puasa

Resep Infused Water dari Buah-buahan Lokal Jatim untuk Buka Puasa

Jihan Navira - detikJatim
Rabu, 25 Feb 2026 14:50 WIB
Ilustrasi infused water jeruk nipis
Ilustrasi infused water jeruk nipis. Foto: Getty Images/Rocky89
Surabaya -

Infused water atau air rendaman buah telah menjadi tren gaya hidup sehat yang semakin populer sejak beberapa tahun terakhir. Selain menyegarkan, minuman ini juga dipercaya dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan tubuh, sehingga tak heran jika menjadi menu segar buka puasa.

Selama berpuasa, penting untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi. Cara utamanya adalah dengan minum air putih sebagai jenis cairan terbaik. Namun, sebagian orang kurang suka mengonsumsi air putih karena dirasa hambar sehingga lebih memilih minuman berasa.

Oleh karena itu, infused water dapat menjadi solusi untuk menambah semangat dan selera minum air putih, sehingga membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dan segar saat sahur maupun berbuka puasa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menariknya, untuk menikmati minuman ini tidak memerlukan buah impor yang mahal, melainkan dapat menggunakan buah-buahan lokal Jawa Timur yang mudah ditemukan. Selain itu, cara membuat infused water juga cukup mudah dan cepat.

Apa Itu Infused Water?

Infused water adalah air putih yang diberi tambahan potongan buah, sayuran, atau rempah-rempah, kemudian direndam selama beberapa waktu. Dalam proses ini, sari alami dari bahan-bahan tersebut akan menyatu ke dalam air.

ADVERTISEMENT

Minuman ini tidak hanya memberikan rasa segar, tetapi juga manfaat kesehatan tanpa tambahan gula atau bahan kimia. Infused water rendah kalori dan bisa menjadi pilihan yang tepat bagi Anda yang ingin mengurangi konsumsi minuman manis serta menjaga pola hidup sehat.

Menurut jurnal penelitian berjudul "Manfaat Infused Water dalam Mendukung Sistem Imun" oleh A Taufiq, infused water dapat meningkatkan kebiasaan minum air karena rasanya lebih menarik. Hal ini membantu menjaga status hidrasi tubuh, yang sangat berpengaruh terhadap daya tahan tubuh.

Cairan tubuh berperan penting dalam mengangkut zat gizi, membuang racun, serta menjaga kelembapan mukosa yang menjadi garis pertahanan pertama terhadap patogen. Dengan mengonsumsi infused water, tubuh dapat terhindar dari dehidrasi yang bisa menyebabkan kelelahan, menurunnya konsentrasi, hingga melemahnya respons imun, terutama saat berpuasa.

Manfaat Infused Water

Meski terdengar seperti minuman sederhana, infused water memiliki berbagai manfaat bagi tubuh, terutama saat berpuasa. Mengapa demikian? Berikut beberapa manfaat infused water bagi tubuh.

1. Baik untuk Hidrasi Tubuh

Di momen Ramadan, infused water bisa menjadi pilihan minuman yang tepat karena membantu menjaga hidrasi tubuh. Rasa alami dari buah-buahan membuat air terasa lebih segar dan membuat kita lebih semangat untuk minum.

2. Membantu Mengeluarkan Racun dalam Tubuh

Buah-buahan yang digunakan dalam infused water mengandung antioksidan yang dapat membantu proses detoksifikasi atau pengeluaran racun dari tubuh. Karena itu, infused water cocok dikonsumsi, terutama bagi detikers yang sering berbuka dengan makanan berminyak.

3. Menjaga Kesehatan Kulit

Selama Ramadan, tubuh cenderung kekurangan cairan sehingga kulit bisa menjadi lebih kering. Mengonsumsi infused water membantu menjaga hidrasi tubuh. Kandungan vitamin dan antioksidannya juga berperan dalam menjaga elastisitas serta kebersihan kulit.

4. Meningkatkan Metabolisme

Infused water yang menggunakan buah seperti lemon dan jeruk nipis dapat membantu mendukung proses metabolisme tubuh agar bekerja lebih optimal.

5. Membantu Menurunkan Berat Badan

Ramadhan sering menjadi momen untuk memperbaiki pola hidup sehat, termasuk menjalani program diet. Mengganti minuman manis dengan infused water dapat membantu mengontrol asupan kalori, sehingga mendukung penurunan berat badan.

Resep Infused Water dari Buah Lokal Jatim

Infused water dari buah-buahan lokal Jatim bisa disajikan dengan berbagai manfaat kesehatan, terutama saat berpuasa. Manfaat tersebut antara lain membantu hidrasi lebih cepat, meningkatkan imunitas, dan melancarkan pencernaan.

Setiap resep menggunakan 1 liter air matang dingin dan irisan tipis buah. Rendam selama 2-4 jam di dalam kulkas, lalu saring sebelum diminum. detikers juga bisa mengombinasikan atau mengkreasikan bahan alami lainnya yang sering digunakan untuk infused water, seperti jeruk, lemon, jahe, dan daun mint. Berikut resepnya.

1. Kedondong-Mint

Bahan

  • 4 kedondong iris tipis (buang biji)
  • Segenggam daun mint segar

Cara Membuat

  • Campur dalam 1 liter air.
  • Aduk sesekali.
  • Diamkan 3 jam. Sajikan dingin.

Kombinasi ini kaya vitamin C dari kedondong yang membantu mencegah sariawan saat puasa. Daun mint dapat meredakan mual sekaligus menyegarkan napas. Minuman ini juga membantu meningkatkan hidrasi tanpa tambahan kalori.

2. Belimbing Wuluh-Jeruk Bali

Bahan

  • 6 belimbing wuluh iris
  • 1 jeruk Bali, kupas dan iris per segmen
  • 3 irisan jahe muda

Cara Membuat

  • Rendam selama 3 jam.
  • Kocok perlahan agar sari buah lebih keluar.

Belimbing membantu proses detoksifikasi hati yang bekerja lebih berat saat puasa. Jeruk Bali membantu menstabilkan gula darah, sementara jahe menghangatkan perut dan mencegah kembung saat berbuka.

3. Mangga-Salak

Bahan

  • 1 mangga muda, iris dadu
  • 8 butir salak, kupas dan potong
  • 5 lembar daun mint

Cara Membuat

  • Diamkan semalaman.
  • Lalu saring untuk mendapatkan rasa manis yang lebih bersih.

Mangga membantu memberi energi dan mendukung metabolisme tubuh. Salak yang tinggi serat dapat membantu mengatasi sembelit saat puasa serta mendukung daya tahan tubuh.

4. Semangka-Jambu Biji

Bahan

  • 300 gram semangka, potong dadu
  • 3 jambu biji, iris tipis
  • Β½ timun, iris

Cara Membuat

  • Rendam selama 2 jam.
  • Tambahkan es batu saat disajikan.

Semangka yang mengandung sekitar 92% air membantu rehidrasi dan memulihkan elektrolit. Jambu biji mendukung kestabilan tekanan darah selama puasa, sedangkan timun membantu mendinginkan tubuh.

5. Sirsak-Pakel

Bahan

  • Daging 2 sirsak kecil, iris
  • 5 buah pakel, kupas dan potong tipis

Cara Membuat

  • Rendam selama 4 jam.
  • Lalu aduk agar rasa lebih merata.

Sirsak kaya antioksidan yang membantu melawan radikal bebas selama puasa. Pakel, buah lokal Jawa Timur, membantu menurunkan kolesterol dan mendukung relaksasi di malam Ramadan.

6. Jambu Air-Timun

Bahan

  • 4 jambu air merah, iris tipis (buang biji)
  • Β½ timun, iris bulat
  • Segenggam daun kemangi

Cara Membuat

  • Campur semua bahan, aduk rata.
  • Lalu diamkan 3 jam.
  • Sajikan dengan es.

Jambu air kaya antioksidan dan membantu mencegah dehidrasi saat puasa. Timun membantu memulihkan elektrolit, sedangkan kemangi dapat meredakan rasa haus berlebihan.

7. Kelengkeng-Mint

Bahan

  • 15 butir kelengkeng, kupas dan potong
  • Segenggam daun mint segar
  • 2 irisan lemon lokal

Cara Membuat

  • Rendam semalaman untuk mendapatkan rasa manis alami.
  • Lalu saring sebelum diminum.

Kelengkeng memberikan energi dengan kalori yang relatif rendah. Daun mint membantu mengurangi kembung setelah berbuka, dan lemon mendukung daya tahan tubuh.

Daftar resep di atas bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan selera masing-masing. Misalnya, belimbing wuluh memberikan sensasi asam segar yang cukup kuat dan unik, terutama saat dipadukan dengan jahe. Kombinasi irisan mangga dan jahe juga dapat dijadikan infused water dengan rasa manis tropis dan sensasi hangat.

Tips Membuat dan Menyimpan Infused Water

Agar infused water tetap aman dikonsumsi, segar, dan manfaatnya tetap terjaga, Detikers perlu memperhatikan cara pembuatan serta penyimpanannya. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan.

  • Gunakan air mineral atau air matang.
  • Cuci bersih semua buah dan daun. Apabila dirasa perlu, rendam dengan larutan air garam ringan atau cuka apel untuk menghilangkan residu.
  • Potong tipis agar sari buah cepat keluar.
  • Gunakan botol BPA-free atau wadah kaca untuk mencegah kontaminasi bahan kimia.
  • Simpan infused water di kulkas dan dikonsumsi dalam 24 jam agar nutrisi optimal.
  • Buah dapat digunakan ulang 1-2 kali, namun akan mengurangi rasa dan nutrisi dibandingkan dengan perendaman pertama.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads