Krecek Bung Lumajang, Kuliner Legendaris dari Rebung yang Kaya Sejarah

Eka Fitria Lusiana - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 15:20 WIB
Krecek bung Lumajang. Foto: Instagram @lumajang_kab
Lumajang -

Lumajang dikenal sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki ragam kuliner tradisional. Salah satu yang hingga kini masih diburu wisatawan adalah krecek bung, olahan rebung bercita rasa gurih pedas yang unik.

Meski namanya terdengar sederhana, makanan ini memiliki sejarah panjang dan menjadi bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat setempat. Di tengah derasnya perkembangan kuliner modern, krecek bung tetap bertahan sebagai sajian tradisional yang melekat dalam budaya Lumajang.

Olahan ini tidak hanya menjadi makanan rumahan, tetapi kerap disuguhkan pada momen-momen tertentu, sehingga posisinya semakin istimewa di hati masyarakat. Cita rasa autentik, aroma khas rebung, serta teksturnya yang unik membuat krecek bung banyak dicari wisatawan yang ingin merasakan hidangan khas pegunungan.

Asal-usul Krecek Bung Lumajang

Mengutip dari berbagai sumber, krecek bung, atau yang juga dikenal sebagai krecek rebung, telah menjadi bagian dari tradisi kuliner sejak sekitar tahun 1940. Makanan ini lahir pada masa paceklik, ketika masyarakat harus memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di sekitar mereka.

Rebung, atau tunas bambu yang tumbuh melimpah di kawasan pemukiman, kemudian menjadi pilihan utama sebagai sumber makanan alternatif. Karena rebung memiliki masa simpan yang pendek, warga setempat mulai berinovasi agar bahan tersebut dapat diolah dan dikonsumsi lebih lama.

Dari proses inilah tercipta olahan sederhana tetapi kaya cita rasa yang kini dikenal sebagai krecek bung. Hidangan ini tidak hanya menjadi solusi di masa sulit, tetapi juga berkembang menjadi kuliner khas yang masih digemari hingga sekarang.

Ilustrasi Krecek Foto: detikFood

Namun, terdapat pula versi lain dari Desa Sumbermujur. Menurut cerita warga setempat, munculnya olahan rebung ini berkaitan dengan peristiwa ketika masyarakat dipaksa mengungsi ke gunung selama 3-4 hari akibat situasi perang.

Setelah kembali, mereka mendapati rumah dan harta benda dijarah habis. Karena minim bahan makanan, warga memilih memanfaatkan apapun yang ada di perkebunan sekitar. Mengingat wilayah Sumbermujur dikelilingi hutan bambu, rebung kemudian diolah sebagai bahan makanan utama.

Dari sana, masyarakat kembali teringat bahwa rebung tidak hanya lezat, tetapi juga kaya manfaat. Sejak saat itu, olahan rebung mulai berkembang dan diwariskan turun-temurun hingga hari ini.

Nama "krecekl" menggambarkan sensasi renyah saat dikunyah, sedangkan "bung" adalah sebutan lokal dari rebung. Perpaduan tersebut menjadikan nama krecek bung yang dikenal hingga kini.

Harga dan Ketersediaan Krecek Rebung Khas Lumajang

Melansir situs resmi desasumbermujur.com, krecek rebung khas Lumajang dibuat dari rebung segar yang diolah secara higienis. Produk ini tersedia dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari kemasan kecil hingga besar. Harga jualnya berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 250.000, tergantung jenis dan ukuran kemasan.

Pembeli dapat memesannya melalui WhatsApp, Instagram, atau Shopee. Wisatawan yang ingin merasakan langsung suasananya dapat berkunjung ke Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, yang dikenal sebagai salah satu sentra pembuat krecek bung.

Cara Mudah Mengolah Krecek Rebung di Rumah

Krecek rebung dikenal sebagai lauk sederhana yang kaya rasa dan cocok disantap bersama nasi hangat. Untuk yang ingin mencoba membuatnya sendiri di rumah, hidangan ini bisa dibuat dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan proses memasak yang praktis. Berikut bahan yang perlu disiapkan serta caranya.

Ilustrasi Pengolahan Rebung Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN

Bahan-Bahan:

  • 250 gram rebung muda, iris tipis dan rebus hingga lunak
  • 150 gram krecek sapi, rendam dengan air hangat hingga mengembang
  • 400 ml santan kelapa
  • 3 lembar daun salam
  • 2 cm lengkuas, digeprek
  • Garam dan gula secukupnya
  • Minyak untuk menumis

Bumbu Halus

  • 4 siung bawang putih
  • 6 siung bawang merah
  • 5 butir kemiri
  • 10 cabai merah keriting (bisa dikurangi/ditambah sesuai selera pedas)
  • 1 sendok teh ketumbar

Cara Membuat

  • Panaskan minyak, tumis bumbu halus bersama daun salam dan lengkuas hingga harum.
  • Masukkan rebung yang sudah direbus, aduk hingga tercampur rata.
  • Tambahkan krecek, lalu tuang santan. Masak dengan api sedang sambil diaduk perlahan.
  • Bumbui dengan garam dan gula sesuai selera. Masak hingga kuah mengental dan meresap.
  • Angkat dan sajikan selagi hangat sebagai lauk pendamping nasi putih.
  • Olahan ini memiliki karakter rasa gurih, pedas, dan sedikit manis, lengkap dengan tekstur renyah dari rebung serta kenyal dari krecek yang membuatnya semakin nikmat.

Manfaat Rebung untuk Kesehatan

Selain lezat dan mudah diolah menjadi berbagai hidangan, rebung ternyata menyimpan beragam manfaat yang baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan nutrisinya yang kaya menjadikan rebung sebagai bahan pangan alami yang layak dikonsumsi secara rutin. Berikut beberapa manfaat rebung yang perlu diketahui.

1. Menurunkan Kolesterol

Rebung mengandung serat tinggi yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Kandungan ini juga berperan dalam mencegah aterosklerosis, yaitu penumpukan kolesterol di pembuluh darah yang dapat memicu penyakit jantung.

Ilustrasi Rebung Foto: iStock

2. Mencegah Penyakit Kardiovaskular

Berbagai nutrisi penting dalam rebung seperti serat, protein, kalium, dan antioksidan dapat membantu menjaga kesehatan jantung sekaligus menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.

3. Melancarkan Pencernaan

Kandungan serat pada rebung berfungsi menjaga kesehatan pencernaan. Serat membantu meningkatkan pergerakan usus dan mencegah sembelit. Selain itu, sifat prebiotiknya mendukung pertumbuhan bakteri baik di saluran cerna.

4. Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Rebung juga kaya akan vitamin, mineral, protein, dan antioksidan yang membantu memperkuat sistem imun tubuh. Konsumsi rebung secara rutin dapat mendukung ketahanan tubuh terhadap penyakit.

5. Menghambat Pertumbuhan Kanker

Sejumlah penelitian laboratorium menunjukkan bahwa ekstrak rebung memiliki potensi menghambat pertumbuhan sel kanker berkat kandungan antioksidannya yang tinggi. Jadi, sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Hingga kini, krecek bung tetap menjadi salah satu kuliner yang mempertahankan karakter budaya Lumajang. Kehadiran makanan ini bukan hanya memperkaya khasanah kuliner Nusantara, tetapi juga menjadi bukti kreativitas masyarakat lokal dalam memanfaatkan sumber daya alam pada masa sulit.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Lumajang, mencicipi krecek bung adalah pengalaman kuliner yang sayang dilewatkan. Selain rasanya yang khas, makanan ini juga mengandung nilai sejarah dan filosofi tentang perjuangan hidup masyarakat tempo dulu.

Artikel ini ditulis Eka Fitria Lusiana, peserta magang PRIMA Kemenag di detikcom.



Simak Video "Video: Nikmatnya Kuliner Mentok Pedas Kuah Rempah di Lumajang"

(ihc/irb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork