Kapolres Kediri Kota Gelar Binlat Nasionalisme di Situs Bung Karno

Kapolres Kediri Kota Gelar Binlat Nasionalisme di Situs Bung Karno

Andhika Dwi - detikJatim
Sabtu, 07 Mar 2026 10:15 WIB
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra
Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra/Foto: Andhika Dwi/detikJatim
Kediri -

Polres Kediri Kota menggelar pembukaan kegiatan Bimbingan dan Latihan (Binlat) Pendidikan Karakter Jati Diri Bangsa dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045. Kegiatan tersebut berlangsung di Situs Dalem Pojok Persada Sukarno Kediri.

Pembukaan kegiatan diikuti oleh Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim, Kasat Binmas Polres Kediri Kota, panitia dan pemateri Binlat, anggota Satbinmas, serta para peserta pelatihan.

Selain kegiatan normatif, Nasionalisme juga diisi dengan ikrar Jati Diri Bangsa dan penyematan pin peserta, serta penyampaian materi pelatihan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim mengatakan, pemilihan Situs Dalem Pojok Persada Sukarno sebagai lokasi kegiatan memiliki makna historis yang kuat bagi pembentukan karakter generasi muda.

ADVERTISEMENT

"Di tempat inilah semangat kebangsaan, nasionalisme, dan gagasan besar tentang kemerdekaan pernah tumbuh dan menggelora dalam diri Proklamator kita, Soekarno. Dari tempat bersejarah ini kita diingatkan bahwa Indonesia dibangun bukan hanya dengan perjuangan fisik, tetapi juga dengan kekuatan karakter, pemikiran, dan semangat persatuan," kata AKBP Anggi kepada detikJatim, Sabtu (7/3/2026).

Ia menilai, tema Jati Diri Bangsa Menyongsong Indonesia Emas sangat relevan dengan tantangan zaman saat ini, terutama menjelang satu abad kemerdekaan Indonesia pada 2045.

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga harus dibekali kecerdasan emosional, spiritual, serta moralitas yang kuat.

"Sebagai generasi penerus bangsa, para peserta Binlat harus memahami bahwa kecerdasan intelektual saja tidak cukup. Diperlukan kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, serta moralitas yang kokoh," jelas AKBP Anggi.

Anggi berharap kegiatan tersebut mampu membentuk mental, karakter, dan jiwa kepemimpinan para peserta.

"Saya berharap melalui kegiatan ini para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mengalami proses pembentukan mental dan jiwa kepemimpinan. Jadilah generasi yang bangga akan identitas bangsa, menghormati perbedaan, serta siap menjadi agen perubahan menuju masa depan Indonesia yang gemilang," tegasnya.

Salah satu peserta Binlat, Raka Pratama, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan di tempat bersejarah memberikan pengalaman berbeda sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.

"Kegiatan ini sangat berkesan karena dilaksanakan di tempat bersejarah yang berkaitan dengan Bung Karno. Kami jadi lebih memahami nilai kebangsaan dan termotivasi untuk ikut berkontribusi bagi masa depan Indonesia," ujarnya.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads