Kanjuruhan Street Race menjadi wadah pehobi balap di Kabupaten Malang. Ajang ini sudah digelar oleh Polres Malang dan menjadi bagian dari Operasi Zebra Semeru 2025.
Area parkir Stadion Kanjuruhan disulap menjadi arena balap motor. Gelaran sudah ke-34 kali dihelat Polres Malang ini disambut antusias penghobi balap motor.
Tercatat ribuan penonton memadati lokasi Kanjuruhan Street Race dan sebanyak 460 starter ikut ambil bagian dalam ajang balap resmi tersebut.
Dalam penyelenggaraan kali ini, panitia membuka beragam kelas mulai dari kelas bracket, bebek 4-tak, sport 2-tak, hingga kelas sunmori seperti bebek 2-tak, sport 2-tak, matic Honda, surex, dan FFA (Free For All).
Semua kelas dikemas menarik tanpa menghilangkan unsur keselamatan, sesuai regulasi balap yang berlaku.
Kapolres Malang AKBP Danang Setiyo P.S. mengatakan bahwa ajang ini merupakan upaya kepolisian memberikan solusi, bukan hanya tindakan penertiban.
"Polres Malang tidak hanya melakukan razia. Kami menyediakan wadah resmi agar anak muda menyalurkan hobi otomotifnya secara aman dan tidak melakukan balap liar di jalan raya," ungkap Danang kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).
Danang menambahkan, keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan street race legal ini.
Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan antusiasme tinggi dari peserta maupun penonton.
Danang menyebut, event ini merupakan bagian dari dukungan Operasi Zebra Semeru 2025 dalam upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
Kanjuruhan Street Race juga bertujuan mendorong partisipasi masyarakat dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Malang.
"Semua peserta wajib menggunakan safety gear lengkap dan mengikuti aturan. Semangat kita adalah keselamatan, baik saat Operasi Zebra maupun di luar itu," pungkasnya.
Simak Video "Video Viral Siswi SMP di Malang Jadi Korban Bullying, Ditampar-Dipukul"
(auh/hil)