Kejaksaan Negeri Surabaya membeberkan sosok Arief Sanjaya, pemesan dua PSK asal Bekasi untuk layanan threesome. Arief disebut sempat ditangkap saat penggerebekan yang dilakukan polisi.
"Saksi korban adalah karyawan ya, karyawan swasta," kata Kasi Pidum Kejari Surabaya Ida Bagus Putu Widnyana kepada detikJatim, Selasa (1/9/2026).
Ida Bagus menjelaskan Arief sempat ditangkap dan diperiksa sebagai saksi di kantor polisi setelah digerebek bersama kedua terdakwa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dia (Arief) sempat ikut diamankan saat kejadian, kapasitasnya sebagai saksi," beber Ida Bagus.
Lalu mengapa Arief tak ditetapkan sebagai tersangka dan diadili?, Ida Bagus menjelaskan tak ada ketentuan hukum atau pasal dalam UU yang bisa menjerat Arief.
Hal itu lah kenapa Arief tak bisa diadili, karena dianggap sebagai konsumen. "Secara ketentuan, masih tidak ada pasal untuk pelanggan prostitusi," tuturnya.
Sebelumnya, dua pekerja seks komersial (PSK) asal Bekasi terpaksa harus jadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Pasalnya, keduanya menawarkan jasa prostitusi threesome atau seks bertiga.
Dalam dakwaan jaksa, kedua terdakwa yakni KA (20) dan RR (32). Layanan threesome tersebut mereka tawarkan melalui aplikasi kencan MiChat. Hal ini terungkap saat sidang perdana pada Senin (24/8) yang digelar tertutup.
Jaksa penuntut umum, Wanto Hariyono menuturkan kedua terdakwa saling mengenal saat menjadi PSK di di Bekasi Jawa Barat. Keduanya kemudian ke Surabaya untuk menawarkan layanan seksnya.
"Pada 1 Mei 2026, para terdakwa membuat akun Michat untuk menawarkan atau mengiklankan layanan seksual yaitu untuk prostitusi online dengan nama akun VIONΝΑ," kata Wanto di Ruang Sari 4 PN Surabaya.
Layanan seks kedua tersebut rupanya menarik minat pria hidung belang bernama Arief Sanjaya. Ia lantas intens menghubungi kedua terdakwa. Dalam penawarannya, Arief sepakat melakukan threesome dengan tarif Rp 3 juta.
Terdakwa dan calon pelanggannya, Arief kemudian intens berkomunikasi melalui aplikasi pesan WhatsApp. Dari situ, kedua terdakwa kemudian naik kereta api menuju Surabaya untuk bertemu dengan Arief.
