2 Masalah Ini Picu Badut Penjual Balon Bunuh Ibu Mertua-Lukai Istri

2 Masalah Ini Picu Badut Penjual Balon Bunuh Ibu Mertua-Lukai Istri

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Rabu, 06 Mei 2026 19:45 WIB
TKP pembunuhan mertua di Mojokerto
Jenazah Siti Arofah, ibu mertua yang dibunuh menantu seorang badut penjual balon di Mojokerto. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Mojokerto -

Seorang pria yang sehari-hari bekerja sebagai badut penjual balon di Mojokerto, Satuan (43) tega membunuh ibu mertua dan melukai istrinya sendiri di rumah kontrakan mereka di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto. Motif penganiayaan ini diduga karena masalah ekonomi dan asmara

Satuan yang tinggal di rumah kontrakannya di RT 2, RW 1, Dusun Sumbertempur bersama istrinya, Sri Wahyuni atau Yuni (35) dan 2 anak mereka diduga cemburu kepada istrinya. Hal itu seperti disampaikan tetangga sebelah rumah kontrakan Yuni, Nur Aidah (32).

Aidah mengatakan pasangan Satuan dan Yuni sudah pernah cekcok sebelumnya. Tetapi kali ini dia tidak mendengar keributan sama sekali dari rumah kontrakan itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dulu juga pernah cekcok (Satuan) bawa senjata tajam. Kali ini tidak dengar bertengkarnya. Pemicunya karena cemburu," terangnya kepada wartawan di lokasi, Rabu (6/5/2026).

Satuan dan Yuni mengontrak rumah sederhana itu selama sekitar 8 bulan terakhir. Rumah kontrakan tersebut berlokasi kurang lebih 15 meter di sebelah barat rumah ibu mertua Satuan, Siti Arofah (53).

ADVERTISEMENT

Sehari-hari, kata Aidah, Satuan bekerja menjadi badut sambil jualan balon dan mainan anak-anak keliling kampung. Sementara Yuni bekerja di perusahaan sablon di Kecamatan Sooko, Mojokerto.

Pasutri itu memang tidak mempunyai sepeda motor. Kehidupan mereka pun terbilang sederhana. Sehari-hari, untuk jualan balon, Satuan mengayuh sepeda anginnya keliling kampung, ke sekolah, maupun ketika ada hiburan hajatan.

Pada saat menikah, Satuan dan Yuni sama-sama berstatus duda dan janda. Dari pernikahan itu mereka dikaruniai seorang anak. Mereka juga tinggal bersama anak sulung Yuni dari pernikahan dengan suami pertamanya yang sudah meninggal.

Bukan hanya karena cemburu, Ketua RT 2, Suroto menjelaskan bahwa Satuan dan Yuni sering cekcok karena masalah ekonomi. Menurutnya, mereka mempunyai utang di beberapa orang. Yuni pun sempat jualan makanan kecil-kecilan di depan rumahnya untuk membantu suaminya mencari nafkah.

"Karena tak mampu, Yuni kerja katanya di sablon. Selidik punya selidik, Satuan mencium istrinya ada pekerjaan tidak jelas. Sampai terakhir Yuni ini punya bapak baru katanya, setiap hari sering dipakai status, bukti transfer dari pacarnya dikirim ke Satuan untuk manas-manasi," jelasnya.

Masalah ekonomi dan rasa cemburu itulah yang diduga memicu Satuan melakukan kekerasan kepada istrinya. Sampai-sampai badut jualan balon itu tega membunuh ibu mertua dan melukai istrinya di dalam rumah kontrakan.

"Dugaan sementara masalah ekonomi dan keluarga," tandas Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan.

Satuan kabur dengan jalan kaki setelah membunuh ibu mertua dan melukai istrinya. Siti ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar rumah Yuni. Sedangkan Yuni terkunci di kamar belakang. Kondisinya luka parah di wajah, dadanya berlumuran darah.

Saat ini, Yuni menjalani perawatan intensif di RSUD dr Wahidin Sudiro Husodo, Kota Mojokerto. Sedangkan jenazah Siti telah dievakuasi ke RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, Sidoarjo untuk diautopsi. Polisi pun melakukan pengejaran kepada Satuan.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads