Sebelum Kena OTT KPK, Bupati Tulungagung Konflik dengan Wabupnya

Sebelum Kena OTT KPK, Bupati Tulungagung Konflik dengan Wabupnya

Adhar Muttaqin - detikJatim
Sabtu, 11 Apr 2026 12:00 WIB
Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin enggan berkomentar soal OTT KPK.
Wakil Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin enggan berkomentar soal OTT KPK terhadap Bupati Gatut Sunu. (Foto: Adhar Muttaqin/detikJatim)
Tulungagung -

Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelum terjerat OTT, ia sempat terlibat konflik dengan Wakil Bupatinya, Ahmad Baharudin.

Sebelum terjun ke dunia politik, Gatut Sunu dikenal sebagai pengusaha bahan bangunan di Kecamatan Bandung, Tulungagung. Pada 2021, ia kemudian mencalonkan diri sebagai wakil bupati untuk mengisi sisa masa jabatan yang ditinggalkan Martoyo Birowo.

Martoyo kala itu naik sebagai Bupati Tulungagung menggantikan Syahri Mulyo karena ditangkap KPK pada 2018.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pemilihan wakil bupati di DPRD Tulungagung, Gatut unggul dari rivalnya Panhis Yody Wirawan yang diusung Partai Nasdem. Selama berapa tahun Gatut mendampingi Maryoto di pucuk pimpinan Tulungagung.

ADVERTISEMENT

Pada 2024, Gatut Sunu pecah kongsi dengan Bupati Maryoto Birowo. Mereka sama-sama mendaftarkan diri sebagai kandidat Bupati Tulungagung melalui PDIP. Namun, DPP PDIP memberikan rekomendasinya kepada petahana Maryoto.

Karena hal ini, Gatut lantas maju pindah haluan dan merebut rekomendasi dari Partai Gerindra. Padahal awalnya, Gerindra telah memberikan rekomendasi kepada Ahmad Baharudin-Danang Catur Budi Utomo.

Baharudin kemudian menjadi calon wakil bupati Gatut. Keduanya kemudian mendeklarasikan diri dengan nama Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharudin (Gabah). Paslon Gabah ini didukung dari koalisi Gerindra, Golkar dan PKS.

Dari Pemilu 2024 pasangan Gatut Sunu Wibowo-Ahmad Baharudin menumbangkan tiga pasangan lain, termasuk petahana Maryoto Birowo-Didik Girnoto Yekti dengan perolehan suara 297.882 atau 50,72 persen.

Pasang surut hubungan kepempimpinan Gatut Sunu dengan Ahmad Baharudin sempat terjadi. wakil bupati mengaku tidak pernah diajak bicara oleh bupati terkait pengisian pejabat di lingkup Pemkab Tulungagung.

Badai politik akhirnya terjadi pada Jumat (10/4/2026) sore. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan di Tulungagung. Bupati Gatut Sunu Wibowo diamankan KPK dan langsung dibawa ke Jakarta.

Jubir KPK, Budi Prasetyo, mengatakan saat ini Bupati Gatut Sabtu pagi telah tiba di Jakarta dan langsung menjalani pemeriksaan penyidik.

"Dalam lanjutan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur, pagi ini, tim membawa Bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pkl. 06.50 WIB, dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif," kata Budi.

Sementara itu belasan pejabat lainnya sempat menjalani pemeriksaan di Polres Tulungagung oleh penyidik KPK sejak Jumat petang hingga Sabtu dini hari.

Usai menjalani pemeriksaan 12 pejabat Tulungagung dibawa ke Jakarta dengan diangkut Bus Harapan Jaya dan diterbangkan melalui Bandara Juanda Sidoarjo menggunakan pesawat Pelita Air.

Di sisi lain empat pejabat lain yang sempat Diperiksa tidak ikut dibawa ke Jakarta, antara lain Pj Sekda Tulungagung, kepala dinas kesehatan dan Direktur RSUD dr Iskak Tulungagung.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Tulungagung. Sejumlah pejabat tampak mendatangi kantor polres setempat.

"Kalau informasi ada kegiatan (KPK di Tulungagung) memang benar. Cuman pastinya apa saya tidak tahu," kata salah satu anggota Polres Tulungagung, Jumat (10/4/2026).

Menurutnya sejumlah orang telah dibawa ke Sidoarjo untuk selanjutnya diterbangkan ke Jakarta.

Sementara itu dari pantauan detikjatim, sejumlah pejabat tampak berdatangan ke Polres Tulungagung. Di antaranya Kasatpol PP Hartono, Kabag Kesra Makrus, Kabag Umum Yulius, Kabag Pemerintahan Arif, ajudan bupati Dwi dan Pj Sekda Tulungagung Suroto.

Sementara itu Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membernarkan kegiatan OTT di Tulungagung. Ia menyebut salah satu yang diamankan adalah Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.




(ihc/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads