Misteri Cairan Pembersih dan Pertalite Mayat Ibu-Anak Terbakar di Jombang

Round-Up

Misteri Cairan Pembersih dan Pertalite Mayat Ibu-Anak Terbakar di Jombang

Denza Perdana - detikJatim
Sabtu, 28 Feb 2026 03:40 WIB
Proses evakuasi mayat ibu dan anak di bekas bangunan Aspol Ploso, Jombang
Evakuasi mayat ibu dan anak bekas dibakar di eks bangunan Aspol Ploso, Jombang. (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Tabir gelap masih menyelimuti kematian SY (36) dan putrinya, NCQ (5) yang ditemukan tewas bekas dibakar di sebuah kolam bekas asrama polisi (aspol) Dusun Rejoagung, Ploso, Jombang. Meski hasil autopsi telah keluar penyebab pasti apakah keduanya korban pembunuhan atau bunuh diri masih menjadi pertanyaan besar.

Penyidik menemukan rangkaian barang bukti yang ganjil di lokasi kejadian. Mulai dari satu botol Pertalite, korek api, hingga satu botol cairan pembersih porselen berwarna hijau yang isinya telah berkurang.

Terbakar Hidup-hidup

Hasil autopsi tim forensik memberikan gambaran memilukan mengenai detik-detik terakhir ibu dan anak asal Gondang, Nganjuk tersebut. Polisi memastikan tidak ada bekas kekerasan benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban. Namun, ada fakta yang lebih mengerikan: keduanya masih bernapas saat api melalap tubuh mereka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander mengungkapkan bahwa penyebab utama kematian adalah kegagalan pernapasan.

"Kesimpulan dokter forensik, kematian diakibatkan mati lemas karena menghirup asap dan adanya luka bakar di area kulit. Mereka meninggal di TKP karena mati lemas, terbakarnya dalam kondisi masih hidup," jelas Dimas di Mapolres Jombang, Kamis (26/2/2026).

ADVERTISEMENT

Selain luka bakar, ditemukan kerusakan organ yang tidak wajar. Pipi mungil NCQ mengalami luka melepuh, sementara tenggorokan hingga organ dalam ibunya, SY, mengalami kerusakan parah. Tim medis menduga hal ini berkaitan erat dengan temuan botol pembersih porselen di TKP yang tersisa sekitar 80%.

"Menurut dokter forensik karena interaksi dengan zat kimia basa kuat. (Akibat pembersih porselen?) Harus uji laboratorium untuk memastikan akibat itu," tandas Dimas.

Berangkat Subuh Tanpa Pamit

Kronologi sebelum kejadian menambah daftar panjang tanda tanya. Suami korban, NY (38), mengaku terakhir melihat anak dan istrinya pada Senin (23/2) malam sebelum ia tertidur lelap.

Pada Selasa (24/2) subuh, saat sang suami masih terlelap, SY diketahui membawa pergi putri bungsunya menggunakan motor Yamaha Vega hitam bernopol AG 5053 WO tanpa menggunakan helm. Anak sulung mereka yang masih SMP sempat melihat keberangkatan itu, namun SY pergi tanpa mengucap sepatah kata pun.

Keluarga menyebut SY sebagai pribadi yang tertutup. Ibu mertuanya, Suwarti (58), mengaku tidak melihat adanya gelagat konflik yang mencolok sebelum kejadian.

"Dia memang pendiam. Jadi saya juga tidak tahu, apakah sebelumnya ada masalah atau tidak," ungkap Suwarti lirih.

Hingga saat ini, Polres Jombang belum berani menarik kesimpulan final. Polisi masih mengandalkan bukti antemortem seperti anting, sandal, dan pakaian yang dikenali keluarga untuk mengidentifikasi korban, mengingat sidik jari keduanya rusak akibat luka bakar.

Rencananya, tes DNA akan dilakukan untuk memastikan identitas secara ilmiah. Sampel DNA dari suami akan dibandingkan dengan sang anak, sementara sampel dari ayah kandung SY akan digunakan untuk verifikasi sang ibu.

"Kami belum bisa memastikan karena harus penyelidikan lebih lanjut. Kami telusuri CCTV, periksa saksi-saksi, mengajukan uji lab, lalu kami gelarkan untuk menarik kesimpulan hasil penyelidikan," pungkas AKP Dimas.

Kini, motor bebek hitam yang terparkir di pintu masuk bekas aspol itu menjadi saksi bisu perjalanan terakhir SY dan NCQ yang berakhir tragis di dalam kolam kering yang sunyi.




(auh/dpe)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads