Autopsi telah menyingkap penyebab kematian ibu dan putrinya, SY (36) dan NCQ (5) di bekas asrama polisi (Aspol), Jombang. Namun, hasil autopsi tersebut tak cukup untuk mengungkap teka-teki antara kedua korban dibunuh atau melakukan bunuh diri.
Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Dimas Robin Alexander menjelaskan, dokter forensik memastikan SY dan putrinya tewas di kolam bekas bangunan aspol Dusun/Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang. Waktu kematian ibu dan anak ini 48 sampai 120 jam sebelum jenazah mereka ditemukan. Tak ditemukan bekas kekerasan tumpul maupun tajam di mayat keduanya.
"Kesimpulan dokter forensik, kematian (SY dan NCQ) diakibatkan mati lemas karena menghirup asap dan adanya luka bakar di area kulit. Mereka meninggal di TKP karena mati lemas, terbakarnya dalam kondisi masih hidup," jelasnya kepada wartawan di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Kamis (26/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, lanjut Dimas, dokter forensik juga menemukan kerusakan akibat zat kimia basa kuat pada jasad SY dan NCQ. Yaitu berupa luka melepuh di pipi NCQ, serta kerusakan pada tenggorokan sampai organ dalam SY.
Menurut Dimas, dokter forensik menduga luka dan kerusakan tersebut akibat cairan pembersih porselen. Sebab, hasil olah TKP penemuan mayat, pihaknya menemukan barang bukti satu botol cairan pembersih porselen warna hijau yang tersisa sekitar 80%.
"Itu terindikasi kuat akibat zat tersebut (cairan pembersih porselen), tapi tetap harus dilakukan uji laboratorium," terangnya.
Sedangkan, terkait luka bakar pada jasad SY dan NCQ, polisi juga menemukan barang bukti berupa korek api dan satu botol Pertalite di lokasi penemuan mayat. Namun, kata Dimas, pihaknya belum bisa memastikan korban dibunuh orang lain atau sengaja bakar diri bersama putrinya.
"Kami belum bisa memastikan karena harus penyelidikan lebih lanjut. Kami telusuri CCTV, periksa saksi-saksi, mengajukan uji lab, lalu kami gelarkan untuk menarik kesimpulan hasil penyelidikan," tandasnya.
Sebelumnya, mayat SY dan NCQ ditemukan warga di dalam kolam bekas bangunan aspol Dusun/Desa Rejoagung, Rabu siang (25/2/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kedua jasad ini diduga kuat bekas dibakar. Kondisinya juga tanpa busana.
Sedangkan sepeda motor Yamaha Vega nopol AG 5053 WO ditemukan di dekatnya. Motor bebek warna hitam ini berada di pintu masuk bekas aspol. Dari sinilah terungkap kalau jasad ibu dan anak ini asal Kecamatan Gondang, Nganjuk.
SY membawa putrinya pergi dari rumah tanpa pamit pada Selasa (24/2/2026) subuh. Saat itu, suaminya berinisial NY (38) masih tidur. Paginya, sang suami melakukan pencarian. NY akhirnya melaporkan kehilangan istri dan putrinya ke Polsek Gondang pada Rabu (25/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
(irb/hil)











































